kuesioner tentang pengetahuan tablet fe dalam mencegah anemia pada bumil

KUESIONER PENELITIAN

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET FE DALAM PENCEGAHAN ANEMIA

  1. IDENTITAS RESPONDEN

Nama                          :

Umur                          :

Nomor telephone       :

Alamat                       :

 PENGETAHUAN IBU HAMIL

  1. Tablet zat besi (Fe) adalah tablet tambah darah yang berwarna merah.
  • a. Sangat setuju                               
  • Setuju                               
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Tablet zat besi (Fe) fungsinya untuk kesehatan janin di dalam kandungan.
  • Sangat setuju                               
  • Setuju                                         
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Tablet Fe fungsinya untuk menghindari ibu hamil dari anemia.
  • Sangat setuju                                
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Selama kehamilan, ibu hamil membutuhkan 90 tablet Fe.
  • Sangat setuju                               
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Selain tablet Fe, zat besi juga dapat diperoleh dari makanan yang mengandung zat besi.
  • Sangat setuju                               
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Meminum tablet Fe sebaiknya pada pagi hari untuk mengurangi mual.
  • Sangat setuju                               
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1.  Cara minum tablet Fe menggunakan air teh.
  • Sangat setuju                              
  • Setuju                                          
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Untuk menghindari anemia maka ibu hamil dianjurkan minum tablet Fe 3 kali dalam sehari.
  • Sangat setuju                                
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  1. Akibat dari tidak mengkonsumsi tablet Fe adalah ibu hamil dapat mengalami anemia.
  • Sangat setuju                               
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Anemia adalah kondisi kadar Hb ibu hamil dibawah 11 gr%.
  • Sangat setuju                               
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Anemia dapat dibedakan menjadi anemia normal, anemia ringan, dan anemia berat.
  • Sangat setuju                                
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Anemia menyebabkan kadar Hb turun tetapi tidak akan mengganggu pertumbuhan plasenta maupun janin.
  • Sangat setuju                                
  • Setuju                                           
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Anemia dapat menyebabkan bayi lahir prematur.
  • Sangat setuju       
  • Setuju                   
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Ibu hamil yang mengalami anemia tidak akan mengalami penyulit apapun saat melahirkan.
  • Sangat setuju  
  • Setuju                                      
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju
  1. Tanda ibu hamil yang mengalami anemia adalah pucat, lemas, denyut jantung lemah.
  • Sangat setuju                      
  • Setuju                                  
  • Kurang setuju
  • Tidak setuju
  • Sangat tidak setuju

 

 

GONORHOE penyakit menular seksual

KELOMPOK 3

BAB 1

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar belakang

Penyakit menular seksual atau PMS adalah berbagai infeksi yangdapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Menurut the Centers for Disease Control (CDC) terdapat lebih dari 15 juta kasus PMS dilaporkan per tahun. Kelompok remaja dan dewasa muda(15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggiuntuk tertular PMS, contohnya gonore.

Gonore merupakan penyakit yang mempunyai insiden yang tinggi di antara penyakit menular seksual lainnya. Pada pengobatannya terjadi pula perubahan karena sebagian disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang telah resisiten terhadap penisilin dan disebut Penicilinase Producing Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia secara endemik, termasuk di Indonesia. Beberapa penelitian di Surabaya, Jakarta, dan Bandung terhadap WPS menunjukkan bahwa prevalensi gonore berkisar antara 7,4%–50%.

Di Amerika Serikat dilaporkan setiap tahun terdapat 1 juta penduduk terinfeksi gonorrhoe. Pada umumnya diderita oleh laki-laki muda usia 20 sampai 24 tahun dan wanita muda usia 15 sampai 19 tahun.

 

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa yang di maksud dengan gonorrhoe?
  3. Bagaimana etiologi dan morfologi gonorrhoe?
  4. Bagaimana gejala patologi pada gonorrhoe?
  5. Apa saja gejala yang timbul akibat gonorrhoe?
  6. Pemeriksaan apa saja yang digunakan untuk mengetahui penyakit gonorrhoe?

1

  1. Bagaimana cara mencegah dan mengobati gonorrhoe?
  2. Apa dampak yang timbul akibat gonorrhoe pada kehamilan?

 

  1. Tujuan
  2. Tujuan umum        :

Agar mahasiswa mengetahui tentang penyakit  menular seksual gonorrhoe.

  1. Tujuan khusus       :
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang penyakit menular seksual gonorrhoe.
  3. Agar mahasiswa mamapu menjelasakan tentang penyakit menular seksual gonorrhoe.

 BAB II

TINJAUAN TEORI

 

  1. Definisi gonorrhoe

Gonorrhoe adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektumtenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva).

Gonorrhoe bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonorrhoe bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.

Gonorrhoe merupakan penyakit infeksi yang menyerang lapisan epitel (lapisan paling atas dari suatu jaringan). Bila tidak diobati, infeksi ini akan menyebar ke jaringan yang lebih dalam. Biasanya membentuk koloni di daerah mukosaorofaring, dan anogenital.

 

  1. Etiologi dan Morfologi

Gonorrhoe disebabkan oleh gonokokus yang ditemukan oleh Neisser pada tahun 1879. Kuman ini masuk dalam kelompok Neisseria sebagai N.gonorrhoeae bersama dengan 3 spesies lainnya yaitu, N.meningitidis, N.catarrhalis dan N.pharyngis sicca.

Gonokok termasuk golongan diplokokus berbentuk biji kopi dengan lebar 0,8 u dan pajang 1,6 u. Kuman ini bersifat tahan asam, gram negatif, dan dapat ditemui baik di dalam maupun di luar leukosit. Kuman ini tidak dapat bertahan hidup pada suhu 39 derajat Celcius, pada keadaan kering dan tidak tahan terhadap zat disinfektan. Gonokok terdiri atas 4 tipe yaitu tipe 1, tipe 2, tipe 3 dan tipe 4.

3

Namun, hanya gonokok tipe 1 dan tipe 2 yang bersifat virulen karena memiliki pili yang membantunya untuk melekat pada mukosa epitel terutama yang bertipe kuboidal atau lapis gepeng yang belum matur dan menimbulkan peradangan.

 

  1. Patologi

Infeksi gonorrhoe pada vagina hanya mudah menyerang anak-anak, wanita hamil, dan pada wanita sesudah menopause. Pada wanita masa reproduksi, yang tidak hamil vagina kebal terhadap gonorrhoe oleh karena epitel tatah yang menebal, dan oleh karena kuatnya pertahanan biologinya. Serviks sering terkena infeksi gonorrhoe yang menyebabkan servisitis akut dengan pengeluaran cairan mukoporulen. Serviks dapat menyimpan gonokokus untuk waktu yang lama, dan oleh karena itu, menjadi penyebab utama kambuhnya penyakit servisitis akut (radang panggul).

Kelainan-kelainan yang paling nyata yang diakibatkan oleh gonorrhoe adalah pada mukosa tuba. Pada stadium akut dijumpai pembenggakan dari dinding tuba dengan penebalan dalam bentuk benjolan pada lipatan tuba, hilangnya silia, epitel, dan adanya eksudat yang purulen. Ostum tuba abdominalis tertutup oleh eksudat dari peritoneum yang bersifat fibrinopurulen, tetapi paling sering oleh fimbria rubra yang membelok kedalam atau meleket satu sama lain.

Ovarium biasanya menunjukan kelainan radang hanya pada permukaannaya. Kelainan radang tersebut mengakibatakan kecendrungan ovarium melekat pada alat-alat di dekatnya. Kadang–kadang dapat terjadi abses pada ovarium, dan apabila abses itu bersatu dengan piosalping, terjadilah abses tubo-ovarial. Demikian pula hidrosalping dapat bersatu dengan kista folikel ovarium, dan membentuk kista tubo-ovarial.

Pada gonorhoe menahun gonokokus dapat tetap bersarang biasanya pada serviks uteri tanpa menyebabkan gejala apapun. Fokus infeksi ini dapat menimbulkan gejala-gejala akut sesudah koitus, haid , atau partus. Selain itu wanita dengan gonnorhoe laten ini dapat menularkan penyakitnya kepada partnernya pad hubungan seksual.

Pada infeksi menahun genetalia interna, penderita sering kali tidak merasa sembu betul. Keadaan baik sili berganti, dengan rasa kurang sehat dan nyeri di perut bagian bawah. Siklus haid sering kali terganggu karena radang ovarium; umumnya siklus haid menjadi pendek, tetapi perubahan waktu haid menjadi lama; amenorea jarang terjadi. Haid sering kali di sertai disminorea, dan dan dapat terjadi pula dispareunia; laju endapan darah meningkat dan suhu badan agak lebih tinggi dari normal( sarwono prawirohardjo, jakarta 2009)

 

  1. Gejala penyakit gonorrhoe

Transmisi gonokok pada orang dewasa hampir semua terjadi melalui kontak seksual. Pada penis masa tunasnya sangat singkat ± 1–14 hari, paling banyak 2–5 hari, pada wanita sulit diperkirakan karena banyak yang bersifat asimptomatik. Gejala yang timbul akibat penyakit gonorrhoe adalah sebagai berikut:

  1. Pada wanita
    1. Keputihan kental berwarna kekuningan
    2. Rasa nyeri di rongga pinggul
    3. Nyeri saat kencing
    4. Dapat juga tanpa gejala
  2. Pada laki-laki
  3. Rasa nyeri pada saat kencing
  4. Keluarnya nanah kental kuningkehijauan
  5. Ujung penis agak merah dan bengkak

Pemeriksaan

  1. Pemeriksaan Gram dengan menggunakan sediaan langsung dari duh uretra memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi terutama pada duh uretra pria, sedangkan duh endoserviks memiliki sensitivitas yang tidak begitu tinggi. Pemeriksaan ini akan menunjukkan N.gonorrhoeae yang merupakan bakteri gram negatif dan dapat ditemukan baik di dalam maupun luar sel leukosit.
  2. Kultur untuk bakteri N.gonorrhoeae umumnya dilakukan pada media pertumbuhan Thayer-Martin yang mengandung vankomisin untuk menekan pertumbuhan kuman gram positif dan kolimestat untuk menekan pertumbuhan bakteri negatif-gram dan nistatin untuk menekan pertumbuhan jamur. Pemeriksaan kultur ini merupakan pemeriksaan dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, sehingga sangat dianjurkan dilakukan terutama pada pasien wanita.
  3. Tes defenitif: dimana pada tes oksidasi akan ditemukan semua Neisseria akanmengoksidasi dan mengubah warna koloni yang semula bening menjadi merah muda hingga merah lembayung. Sedangkan dengan tes fermentasi dapat dibedakan N.gonorrhoeae yang hanya dapat meragikan glukosa saja.
  1. Tes beta-laktamase: tes ini menggunakan cefinase TM disc dan akan tampak perubahan warna koloni dari kuning menjadi merah.
  2. Tes Thomson: tes ini dilakukan dengan menampung urine setelah bangun pagi ke dalam 2 gelas dan tidak boleh menahan kencing dari gelas pertama ke gelas kedua. Hasil dinyatakan positif jika gelas pertama tampak keruh sedangkan gelas kedua tampak jernih

 

Pencegahan gonorrhoe

  1. Tidak melakukan hubungan seksual baik vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi.
  2. Anak-anak muda diberi penerangan mengenai bahaya penyakit kelamin dan cara bagaimana mencegah penyakit tersebut.
  3. Menggunakan kondom untuk mengurangi resiko penularan
  4. Hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai.
  5. Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk di tempat umum
  6. Segera obati bila ada keluhan

 

  1. Pengobatan gonorrhoe

Pada pengobatan yang perlu diperhatikan adalah efektivitas, harga dan sedikit efek toksiknya. Pilihan utama ialah penisilin + probenesid

Macam-macam obat secara umum yang dapat dipakai antara lain:

  1. Penisilin, yang efektif ialah penisilin G prokain akua. Dosis 4,8 juta unit + 1 gram probenesid.
  2. Ampisilin dan amoksisilin: Ampisilin dosisnya ialah 3,5 gram + 1 gram probenesid, dan amoksisilin 3 gram + 1 gram probenesid.
  3. Sefalosporin: Ceftriaxone (generasi ke-3): cukup efektif dengan dosis 250 mg secara suntikan intramuskular.

Pada wanita hamil tidak dapat diberikan obat golongan kuinolon dan tetrasiklin.Yang direkomendasikan adalah pemberian obat golongan sefalosporin (Seftriakson 250 mg IM sebagai dosis tunggal).Jika wanita hamil alergi terhadap penisilin atau sefalosporin tidak dapat ditoleransi sebaiknya diberikan Spektinomisin 2 gr IM sebagai dosis tunggal. Pada wanita hamil juga dapat diberikan Amoksisilin 2 gr atau 3 gr oral dengan tambahan probenesid 1 gr oralsebagai dosis tunggal yang diberikan saat isolasi N. gonorrhoeae yang sensitive terhadap penisilin. Amoksisilin direkomendasikan unutk pengobatan jika disertai infeksi C. trachomatis.

 

  1. Dampak gonorrhoe pada kehamilan

Memberikan infeksi kepada bayinya saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan seperti:

  1. Terjadi kebutaan pada bayi, namun sekarang untuk mencegah kebutaan semua bayi yang lahirbiasanya diberi tetesan mata untuk pengobatan gonorrhoe
  2. Pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah
  3. Penyakit sistemik seperti meningitis dan arthritis sepsis pada bayi yang terinfeksi pada proses persalinan.

TUGAS KOMUNIKASI *BU ISYE

Fatmawati

Jum’at, 08/03/2013|09:44 WIB

 

POLRES OKU DIBAKAR, BENTROK TNI-POLRI JANGAN PERNAH TERULANG LAGI

 

Indra Subaggi, detiknews

Jakarta. Aksi puluhan prajurit TNI yang menyerbu dan membakar Mapolres Ogan Komering Ulu(OKU), Sumsel disesalkan oleh banyak pihak “Kejadian ini patut disesalkan dan seharusnya tidak pernah terjadi. Tak sepantasnya konflik terjadi antar dua Institusi Negara. Kejadian ini harus segera diselesaikan” kata  Waketum Gerindra Fadli Zon Odem keterangannya Jumat (8/03/2013). “Giatkan pula dengan pertemuan-pertemuan silaturahmi yang bersifat non-formal terutama di wilayah dinas. Sebagai instrumen keamanan dan pertahanan negara, TNI-POLRI harus diikat oleh kesamaan tujuan, walaupun memiliki kesamaan tugas.

 

Nia Fitriyani

7 Maret 2013 | 20.12

MATARAM (GLOBAL FM LOMBOK)

02/28/2013.badan Kesatuan Bangsa dan PoIitik Dalam Negri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB melakukan upaya pemantauan lebih dini terhadap potensi gangguan Pemilukada. Di setiap wilayah, potensi gangguan Pemilukada berbeda-beda sehingga pemerintah daerah bersama aparat harus melakukan antisipasi awal, adapun antisipasi yang dilakukan

  1. Pencegahan konflik Pilkada Paradox dengan model suksesi, money dan popularity. Bukan basis keimanan kepada Allah.
  2. Dengan melihat fungsi Pilkada yang hanya ganti oknum. Padahal Indonesia dan NTB masalah ada pada Ideologi, bisa dipastikan Pilkada adalah proses mubazir berisiko konflik tinggi.
  3. Dalam Islam, sukses bukan hal penting dibandingkan dengan pengaturan. Jadi dengan sukses yang tidak selebay dan serawan Pilkada demokrasi, syariah justru lebih menyejahterakan.

 

 

 

 

 

 

HARBIYANI UYUNMA’RUFFAH/120130/II D

8 Kiat Menjaga Kesehatan Ginjal

Penulis : Unoviana Kartika | Kamis, 7 Maret 2013 | 10:50 WIB

 

KOMPAS.com – Sebagai organ yang penting bagi sistem metabolik tubuh, ginjal perlu dijaga kesehatannya. Jika tidak dipelihara dengan baik, ginjal bisa cepat rusak dan mengakibatkan komplikasi mulai dari penyakit kardiovaskuler, kerusakan saraf, hingga kerusakan kelenjar paratiroid.

Menjaga kesehatan ginjal sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan. Hal yang utama yang perlu dilakukan yaitu menghindari faktor yang dapat memperbesar risiko dari penyakit ginjal. Pilihan gaya hidup sehat juga dapat membantu meningkatkan kesehatan secara umum, sekaligus menurunkan risiko penyakit ginjal.

Peneliti Liliana Jimenez dari Danone Research International mengatakan, setidaknya ada delapan upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal. Berikut kedelapan kiat yang dipaparkan dalam acara temu media memperingati hari ginjal sedunia Rabu (6/3/2013) kemarin di Jakarta :

1. Jaga kesehatan dan tetap beraktivitas

Beraktivitas yang dimaksudkan yakni melakukan aktivitas fisik. Aktiflah bergerak untuk tetap menyehatkan tubuh termasuk ginjal Anda.

2. Jaga kadar gula darah tetap stabil

Penyakit diabetes salah satu faktor risiko dari penyakit ginjal. Menurut data dari Indonesian Renal Registry (IRR) pada tahun 2010, diabetes menyumbang 25 persen penyebab penyakit ginjal.

3. Jaga tekanan darah

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab penyakit ginjal tertinggi yang terus meningkat selama lima tahun terakhir. Berdasarkan data dari IRR tahun 2010, tekanan darah tinggi menyebabkan penyakit ginjal sebanyak 35 persen.  

4. Konsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan ideal

Makanan yang mengandung racun seperti zat pewarna sintetik dan zat pengawet juga dapat mengganggu kesehatan ginjal. Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit dr. Ciptomangunkusumo (RSCM) Parlindungan Siregar mengatakan dalam kesempatan yang sama, minuman seperti teh atau kopi jika terlalu sering diminum setiap hari dapat berkontribusi dalam pembentukan batu ginjal. Maka Anda perlu menyeimbangkannya dengan banyak meminum air putih.

5. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Mencukupi kebutuhan cairan penting artinya bagi organ ginjal. Anda dapat memenuhi kebutuhan ini melalui berbagai cara misalnya mengonsumsi buah atau sayuran yang mengandung banyak air atau juga rutin minum air putih. Bila Anda rutin beraktivitas dalam kondisi dan situasi yang menuntut banyak mengeluarkan keringat, minumlah dua sampai tiga liter per hari sehingga Anda tidak akan mengalami dehidrasi.

6. Jauhi rokok

Rokok telah lama dikenal sebagai pemicu dan faktor risiko berbagai penyakit berat, termasuk penyakit ginjal.

7. Tak mengkonsumsi obat sembarangan

Obat kimia adalah zat asing yang dapat membuat beban kerja ginjal menjadi berat. Untuk itu disarankan agar tidak mengonsumsi obat sembarangan. “Sebaiknya setiap obat yang Anda konsumsi dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter,” ujar Parlindungan.

8. Periksa fungsi ginjal secara rutin segera apabila memiliki salah satu atau lebih faktor risiko

Bentuk pemeriksaan dapat berupa pengukuran laju filtrasi glomerulus (LFG) dan adanya protein dalam urin.

 

Makassar, Kompas.com

8 KIAT MENJAGA KESEHATAN GINJAL

http://health.kompas.com/read/2013/03/07/1050361/8.Kiat.Menjaga.Kesehatan.Ginjal

Jum’at, 8 Maret 2013| 08:53

Temu media memperingati Hari Ginjal Sedunia, Rabu 6 Maret 2013 di Jakarta membicarakan tentang ginjal yang perlu dijaga kesehatannya karena ginjal merupakan organ penting bagi sistem metabolik tubuh. Jika ginjal tidak dipelihara dengan baik dapat mengakibatkan komplikasi. Peneliti Liliana Jimenez dari Danone Research International mengatakan, setidaknya ada delapan upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal. Dan berikut kedelapan kiat yang dipaparkan dalam acara temu media tersebut adalah: jaga kesehatan dan tetap beraktifitas, jaga kadar gula darah tetap stabil, jaga tekanan darah, konsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan ideal, cukupi kebutuhan cairan tubuh, jauhi rokok, tidak mengonsumsi obat sembarangan, periksakan fungsi ginjal.

 

 

IKM – DASAR VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN

DASAR VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Ilmu Kesehatan Masyarakat

 

 

 

 

 

Oleh:

 

  1. Novita Ningrum                      120129
  2. Harbiyani Uyun Ma’ruffah     120130
  3. Sri Endah Istiqhfarin              120131
  4. Ranityas Kinasih                     120132
  5. Ermawati                                 120133
  6. Fatmawati                               120134
  7. Anissa Mulia                           120135
  8. Rida Sholehati                                    120136
  9. Adelina Ratna  D N                120137
  10. Sinta Bella                               120139

 

AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2013


 

KATA PENGANTAR

 

Dengan Rahmat Allah SWT dan mengucap puji syukur kehadirat-Nya kami telah dapat menyusun makalah  ini. Adapun judul makalah ini,  “Dasar Visi Misi Pembangunan Kesehatan”

Penulisan makalah ini di samping untuk menyelesaikan tugas Mata Kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat juga digunakan untuk mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan bagi  penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Oleh karena itu apabila pembaca berkenan menelaah dan mengkaji penulisan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya.

Semoga dukungan maupun bantuan yang diberikan kepada penulis mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Akhirnya semoga Allah meridhoi semua langkah menuju kebaikan dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

 

 

Yogyakarta, Maret 2013

 

                                                                                                      Penulis      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                       

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Hakikat pembangunan nasional adalah menciptakan manusia Indonesia seutuhnya serta membangun seluruh masyarakat Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Visi Indonesia sehat 2015 akan dicapai melalui program pembangunan kesehatan yang tercantum dalam undang-undang nomor 25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional. Sedangkan salah satu misi pembangunan kesehatan 2015 yaitu memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau (Depkes RI, 2008, 4). Oleh karena itu, adanya pembangunan di bidang kesehatan perlu dilaksanakan dan terus ditingkatkan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Karena pada dasarnya pembangunan nasional di bidang kesehatan berkaitan erat dengan peningkatan mutu sumber daya manusia yang merupakan modal dasar dalam melaksanakan pembangunan (Soleha, 2009, hal. 1). Salah satu indikator yang dapat menentukan keberhasilan pembangunan disektor kesehatan masyarakat suatu bangsa dapat dilihat dari tinggi rendahnya angka kematian ibu dan bayi. Di sini, partisipasi masyarakat dalam memelihara kesehatannya, sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut. (Yustina, 2008, 3).

 

  1. Tujuan

Agar mahasiswa mengetahui dasar visi dan misi pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.

 

  1. Rumusan Masalah

Apa dasar visi dan misi pembangunan kesehatan di Indonesia ?

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. Dasar Pembangunan Kesehatan

          Landasan idiil pembangunan nasional adalah Pancasila, sedangkan landasan konstitusional adalah Undang-undang Dasar 1945. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam Undang-undang no. 23 tahun 1992 tentang kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan dalam Konstitusi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah suatu hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Dasar-dasar pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah nilai kebenaran atau aturan pokok sebagai landasan untuk berfikir atau bertindak dalam pembangunan kesehatan. Dasar-dasar ini merupakan landasan dalam penyusunan visi dan misi dalam pembangunan kesehatan secara nasional yang meliputi:

  1. Dasar Prikemanusiaan
    Setiap upaya kesehatan harus berlandaskan prikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tenaga kesehatan perlu berbudi luhur dan memegang teguh etika profesi.
  2. Dasar Pemberdayaan dan Kemandirian

Setiap orang dan masyarakat bersama pemerintah berperan, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga dan lingkungannya. Setiap upaya kesehatan harus mampu membangkitkan dan mendorong peran serta masyarakat. Pembangunan kesehatan dilaksanakan berlandaskan pada kepercayaan atas kemampuan dan kekuatan sendiri serta bersendikan kepribadian bangsa.

  1. Dasar Adil dan Merata
    Dalam pembangunan kesehatan setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, tanpa memandang suku, golongan, agama, dan status social ekonominya.
  2. Dasar Pengutamaan dan Manfaat
    Penyelenggaraan upaya kesehatan bermutu yang mengikuti perkembangan IPTEK, lebih mengutamakan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, serta dilaksanakan secara professional, mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi daerah, berhasil guna dan berdaya guna. Upaya kesehatan diarahkan agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta diaksanakan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (ilmu kesehatan masyarakat, syafrudin).

 

  1. Visi pembangunan kesehatan

Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan Negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk mengjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat yang setinggi-tingginya di seluruh republic Indonesia. Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan atau visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan tersebut dirumuskan sebagai “Indonesia Sehat 2015”.
Dengan adanya rumusan visi tersebut, maka lingkungan yang diharapkan pada masa depan adalah lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
          Perilaku masyarakat Indonesia sehat 2015 adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah terjadinya resiko penyakit, melinduni diri dari ancaman penyakit serta berpartisifasi akif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Selanjutnya masyarakat mempunyai kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. Layanan yang tersedia adalah layanan yang berhasil guna dan berdaya guna yang tersebar secara merata dindonesia. Dengan demikian terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis.

 

  1. Misi Pembangunan Kesehatan
           Untuk dapat mewujudkan visi INDONESIA SEHAT 2015, ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan sebagai berikut:
    1. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan
      Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras sector kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi oleh hasil kerja keras serta kontribusi positif berbagai sector pembangunan lainnya. Untuk optimalisasi hasil kotribusi positif tersebut, harus dapat diupayakan masuknya wawasan kesehatan sebagai asas pokok program pembangunan. Dengan perkataan lain untuk dapat terwujunya INDONESIA SEHAT 2015, para penanggungjawab program pembangunan harus memasukkan pertimbangan-pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya.
      Program pembangunan yang tidak berkontribusi positif terhadap kesehatan, seyogyanya tidak diselenggarakan. Untuk dapat terlaksananya pembangunan yang berwawsasankesehatan, adalah seluruh tugas yang berelemen dari system kesehatan untuk berperan sebagai penggerak utama pembanguanan nasional berwawasan.
    2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
      Kesehatan adalah tanggungjawab bersama dari setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta. Apapun peran yang dimainkan pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka, hanya sedikit yang dapat dicapai. Perilaku yang sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, salah satu upaya kesehatan pokok atau misi sector kesehatan adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
    3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau.
      Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau mengandung makna bahwa salah satu tanggungjawab sector kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu,merata dan terjangkau oleh masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak semata-mata berada ditangan pemerintah, melainkan mengikutsertakan sebesar-besarnya peran aktif segenap anggota masyarakat dan berbagai potensi swasta.
    4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.
      Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya mengandyng makna bahwa tugas utama sector kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan segenap warga negaranya, yakni setiap individu,keluarga dan masyarakat Indonesia, tanpa meninggakan upaya menyembuhkan penyakit atau memulihkan kesehatan penderita. Untuk terselenggaranya tugas ini penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah yang bersifat promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitative. Agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat diperlukan pula terciptanya lingkungan yang sehat, dan oleh karena itu tugas-tugas penyehatan lingkungan harus pula lebih dprioritaskan. (ilmu kesehatan masyarakat, syafrudin).

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Dasar-dasar pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah nilai kebenaran atau aturan pokok sebagai landasan untuk berfikir atau bertindak dalam pembangunan kesehatan. Dasar- dasar tersebut menjadi landasan dalam visi “Indonesia Sehat 2015” dan misi pembangunan kesehatan yaitu:

  1. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan
  2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
  3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau
  4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya
  5. Saran

Dengan adanya pembangunan kesehatan diharapkan seluruh rakyat Indonesia ikut berperan serta dalam program Indonesia sehat 2015 dan menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Depkes RI, 1999, Info Puskesmas dengan Paradigma Sehat Baru Kita Wujudkan Visi Sehat  2010, Depkes RI, Jakarta

Syafrudin, SKM, 2009, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Trans Info Media, Jakarta

                                                                   

BAYI TABUNG sebagai tugas ETIKOLEGAL DALAM KESELAMATAN PASIEN

PRAKTIKUM

 

ETIKOLEGAL DAN KESELAMATAN PASIEN DALAM

PRAKTEK KEBIDANAN

(KONSEP HUKUM PERUNDANG-UNDANGAN KESEHATAN BERKAITAN DENGAN BAYI TABUNG)

 

 

Disusun Oleh:

Kelompok 1 Semester II

  1. Novita Ningrum                    120129
  2. Harbiyani Uyun Ma’ruffah 120130
  3. Sri Endah Istiqhfarin           120131
  4. Ranityas Kinasih                 120132
  5. Ermawati                               120133
  6. Fatmawati                              120134
  7. Anissa Mulia                         120135
  8. Rida Sholehati                     120136
  9. Adelina Ratna D N              120137

10. Sinta Bella                            120139

 

AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2013

LEMBAR PERSETUJUAN

 

(KONSEP HUKUM PERUNDANG-UNDANGAN KESEHATAN BERKAITAN DENGAN BAYI TABUNG)

PRAKTIKUM

MATA KULIAH ETIKOLEGAL DAN KESELAMATAN PASIEN

 

Telah disetujui untuk diambil penilaian di depan penguji

Pada Tanggal

 

Dipersiapkan dan disusun Oleh

Kelompok 1 Semester II

  1. Novita Ningrum                                120129
    1. Harbiyani Uyun Ma’ruffah             120130
    2. Sri Endah Istiqhfarin                       120131
    3. Ranityas Kinasih                             120132
      1. Ermawati                                           120133
      2. Fatmawati                                          120134
        1. Anissa Mulia                                     120135
        2. Rida Sholehati                                 120136
    4. Adelina Ratna D N                          120137
      10. Sinta Bella                                       120139

 

Mengetahui,

 

Pembimbing

 

 

(Yuni Fitriana, S.ST.,M.H.Kes)

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia yang luar biasa sehingga kami dari kelompok 1 dapat menyelesaikan makalah Praktikum Etikolegal dan Keselamatan Pasien dalam Praktek Kebidanan yang berjudul “Konsep Hukum Perundang-undangan Kesehatan Berkaitan dengan Bayi Tabung”.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada:

  1. Drs. Hendri Soekirdi selaku Direktur Akademi Kebidanan Yogyakarta
  2. Yuni Fitriana, S.ST, M.H.Kes selaku pembimbing kelompok 1
  3. Teman-teman yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik
  4. Orang tua kami yang selalu memberikan dukungan dan doa untuk kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar

Tentu banyak kekurangan yang masih luput dari pencermatan kami, semata-mata kekurang mampuan kami dalam hal bahasa ataupun penguasaan materi. Kritik, masukan, dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh kami demi perbaikan makalah ini. Kami harap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, Amin.

 

 

Yogyakarta, April 2013

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pasangan suami istri yang normal dapat memiliki anak dengan kehamilan yang alami. Pada umumnya dalam keadaan sehat dan normal, pasangan suami istri yang melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi dapat membuahkan kehamilan paling lama dalam waktu satu tahun. Sebaliknya, kalau kehamilan belum juga terjadi dalam waktu satu tahun itu maka pasangan itu tergolong pasangan yang tidak subur (infertil). Tetapi istilah mandul seringkali digunakan untuk menyebut pasangan suami istri yang belum mempunyai anak walaupun telah lama menikah. Padahal pasangan suami istri yang belum mempunyai anak setelah lama menikah tidak selalu mengalami kemandulan. Yang lebih banyak terjadi adalah pasangan yang infertil atau pasangan yang tidak subur.                     

Penyebab pasangan suami istri sulit memiliki anak, diantaranya adanya gangguan fungsi seksual, gangguan sistem endokrin, dan faktor eksternal seperti hubungan jarak jauh. Data kasus yang ada menunjukkan bahwa penyebab gangguan kesuburan 40% ada di pihak pria, 40% di pihak wanita, 10% kedua pihak dan 10% tidak diketahui. Pria maupun wanita yang mandul tetap mempunyai fungsi seksual yang normal. Tetapi sebagian orang yang mengetahui dirinya mandul kemudian mengalami gangguan fungsi seksual sebagai akibat hambatan psikis karena menyadari kekurangan yang dialaminya.

Sekarang ini sudah muncul berbagai kecanggihan yang dapat di gunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah proses bayi tabung yaitu suatu proses pembuahan yang dilakukan diluar rahim, untuk mempersatukan sperma dan ovum dalam sebuah alat medis/tabung kemudian dimasukkan dalam rahim perempuan.

 

Pengembangan bayi tabung di Indonesia pada saat ini mulai terbuka untuk peminatnya. Sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan modern dan teknologi kedokteran dan biologi yang canggih, maka teknologi bayi tabung juga maju dengan pesat. Di Indonesia bayi tabung pertama lahir 2 Mei 1988 bernama Nugroho Karyanto. Program fertilisasi in vitro yang diprakarsai oleh Prof. DR. Dr. Sudraji Sumapraja, SpOG (disebut Bapak Bayi Tabung Indonesia).         

Saat ini di Indonesia sudah ada 26 klinik infertilitas dan bayi tabung di bawah naungan PERFITRI (Perkumpulan Fertilitasai In Vitro Indonesia) yang tersebar 11 kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Depok, Magelang dan Padang). Klinik ini telah didukung oleh dokter professional dan fasilitas terdepan, Dokter kandungan dan kebidanan.

Teknologi bayi tabung tidaklah murah. Dibutuhkan biaya antara 35-60 juta tergantung kondisi dari pasangan suami isteri tersebut. Dari sekitar 4 juta pasangan suami istri yang membutuhkan program bayi tabung, hanya sebagian saja yang dapat menjangkaunya. Sejak 1987-2007 di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita tercatat 945 bayi tabung dilahirkan dan sehat dibawa pulang (take home baby). Sedangkan di sentra-sentra bayi tabung lain angkanya jauh lebih kecil.

B. Tujuan

1. Tujuan umum

Mengetahui konsep hukum perundang-undangan yang berkaitan dengan bayi tabung.

2. Tujuan khusus

  1. Mengetahui pengertian bayi tabung
  2. Mengetahui bagaimana proses bayi tabung
  3. Mengetahui manfaat bayi tabung
  4. Mengetahui gambaran bayi tabung dari segi hukum dan agama

BAB II

TINJAUAN TEORI

 

  1. A.   Pengertian Bayi Tabung

Bayi tabung atau fertilisasi-in-vintro adalah pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh petugas medis. Bayi tabung merupakan suatu teknologi reproduksi berupa teknik pembuahan sel telur (ovum) di luar tubuh wanita. Awal berkembangnya teknik ini bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada temperatur -321 derajat fahrenheit.

Pada mulanya program ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopi istrinya mengalami kerusakan permanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pada yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan.

Proses pembuahan dengan metode bayi tabung antara sel sperma suami dengan sel telur istri, sesungguhnya merupakan upaya medis untuk memungkinkan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. Sel sperma tersebut kemudian akan membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. Sel telur yang telah dibuahi ini kemudian diletakkan pada rahim isteri dengan suatu cara tertentu sehingga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya.

Dalam kehidupan modern ini, ada kemungkinan seorang istri menghamilkan suatu benih laki-laki bukan melalui jalur biasa, yaitu melalui hubungan kelamin. Tetapi melalui cara suntikan atau operasi, sehingga benih laki-laki itu di tempatkan kedalam rahim istri (wanita) itu sampai ia mengandung. Karena benih laki-laki disedot dari zakar laki-laki itu dan disimpan lebih dulu dalam suatu tabung, maka kehamilan seperti itulah yang dinamakan kehamilan bayi tabung.

Teknik fertilisasi in vitro dimulai dengan pemberian suntikan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) sebagai pemicu ovulasi. Lalu sel telur yang cukup matang diambil dan dimasukkan ke dalam media biakan pada cawan petri. Sedangkan sperma dipilih yang baik (gerakannya aktif, bentuknya utuh). Pada fertilisasi in vitro konvensional dibutuhkan 10.000 sperma yang disebar di sekitar sel telur (oosit). Setelah dibuahi dan berkembang menjadi embrio, kemudian ditransfer ke dalam rahim ibu. Kehamilan dapat dideteksi melalui pemeriksaan urin dua minggu setelah transfer embrio.

Apabila suami yang mengalami infertilitas, teknik fertilisasi in vitro konvensional tidak dapat dilakukan. Teknik unggulan untuk kasus ini yaitu ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection). Cukup satu sperma terbaik disuntikkan langsung ke dalam sel telur (oosit). Bila telah dibuahi dan menjadi embrio, siap ditransfer ke rahim ibu. Di Indonesia teknik ini pertama kali diterapkan pertengahan 1995 dan bayi tabung ICSI pertama lahir pada April 1996. Angka keberhasilannya mencapai 30%.

Pada kasus yang lebih berat yaitu tidak adanya sperma pada air mani (azoospermia) dibutuhkan penanganan yang berbeda. Sperma diambil secara langsung ke dalam epididimis melalui teknik MESA (Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration). Pengambilan juga dapat dilakukan langsung ke testis dengan teknik TESE (Testicular Sperm Extraction). Pengambilan ini dilakukan beberapa kali. Kemudian sperma disuntikkan ke sel telur. Sperma yang lebih dapat disimpan untuk dipakai kembali bila diperlukan. Teknik ini juga telah dilakukan di Indonesia. Terbukti pada Februari 2004 lahirlah bayi tabung pertama hasil teknik ini.

Umumnya embrio yang ditransfer maksimal 3. Bila masih ada embrio yang lebih, dapat disimpan dengan teknik kriopreservasi. Teknik ini meliputi proses pembekuan, penyimpanan, dan pencairan kembali. Bagi pasien yang gagal hamil dan ingin hamil lagi, dapat langsung pada tahap transfer embrio. Tidak perlu mengulang FIV dari tahap awal. Keberhasilan hamil melalui transfer embrio simpan beku mencapai 15%.

Teknik terbaru yang menggembirakan adalah fertilisasi in vitro dengan AH (Assisted Hatching). Dikhususkan bagi wanita kelompok umur >40 tahun. Kelompok umur ini memiliki peluang hamil rendah yaitu hanya 8%. Jumlah dan kualitas sel telur menurun, gangguan pada endometrium, kadar hormon FSH (Folicel Stimulating Hormone) yang tinggi semakin memperkecil kemungkinan untuk hamil. FIV dengan AH juga efektif untuk kasus yang gagal dengan teknik-teknik yang telah disebutkan sebelumnya. Pemanfaatan sinar laser untuk menembak dinding embrio agar embrio dapat keluar dan melekat pada dinding rahim (proses implantasi) adalah kunci keberhasilan dari teknik ini. Proses implantasi embrio yang dibantu ini merupakan kemajuan tercanggih saat ini. Di Indonesia bayi tabung pertama melalui AH lahir pada Januari 2008.

Komplikasi terbanyak yang mungkin terjadi pada proses bayi tabung adalah abortus (keguguran). Angka kejadiannya antara 25%-30%. Komplikasi lain adalah kehamilan di luar rahim, kehamilan ganda, dan cacat bawaan. Untuk mendeteksi cacat bawaan, Family Fertility Clinic menyediakan tes genetik atau Preimplantation Genetic Diagnosis. Tes yang dilakukan sebelum transfer embrio ke rahim ini juga dapat mendeteksi penyakit-penyakit sistemik yang akan muncul.

 

 

 

B.Proses Bayi Tabung

Ketika hubungan suami istri yang dilakukan secara konvensional tidak mampu mengantarkan sperma sampai ke sel indung telur dalam rahim, proses bayi tabung bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami isteri (pasutri) untuk mendapatkan keturunan. Di Indonesia sendiri proses bayi tabung memang jarang dilakukan. Biayanya yang sangat mahal menyebabkan pasutri yang susah memiliki keturunan enggan memilih proses bayi tabung sebagai alternatif solusi. Selain itu, pro kontra keabsahan cara bayi tabung bagi pasutri agar mendapatkan keturunan jika dinilai dari kaca mata agama, juga menjadi bahan pertimbangan utama bagi sebagian besar masyarakat. Tidak mengherankan jika akhirnya mereka cenderung menghindari program ini.

Namun bagi Anda yang telah memutuskan proses bayi tabung sebagai alternatif solusi untuk mendapatkan keturunan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

  1. Memiliki keyakinan yang kuat agar proses pembuatan bayi tabung bisa berhasil; 
  2. Menjaga kesehatan tubuh secara optimal sebelum penyuntikan sperma dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengontrol hormon tubuh agar sesuai yang diharapkan dan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu;
  3. Persiapan menghadapi proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses seleksi untuk mendapatkan sel telur yang terbaik; 
  4. Persiapan menjalani proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi secara In Vitro Fertilization (IVF);
  5. Setelah proses injeksi selesai dilakukan, pihak isteri harus kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari. Baru setelah itu bisa dideteksi apakah kehamilan bisa terjadi ataukah sebaliknya.

Adapun proses pembuatan bayi tabung berlangsung dalam tiga tahap, yaitu:

Tahap pertama

Tahap Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) yang meliputi fase down regulation dan terapi stimulasi. Fase down regulation merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu keadaan seperti menopouse agar indung telur siap menerima terapi stimulasi. Tahapan ini berlangsung antara dua minggu hingga satu bulan.Setelah fase down regulation selesai lalu dilanjutkan dengan terapi stimulasi.Tujuan dari terapi ini untuk merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur.Dengan demikian jumlahnya semakin banyak sehingga pada akhirnya bisa didapatkan sel telur yang telah matang ketika tiba pada operasi petik ovum.

Tahap kedua

Tahap operasi petik ovum/Ovum Pick-Up (OPU).Tahap ini bisa dilakukan ketika sudah terdapat tiga folikel atau lebih yang berdiameter 18 mm pada pagi hari dan pertumbuhan folikelnya seragam. Selain itu kadar E2 juga harus mencapai 200pg/ml/folikel matang.

Tahap ketiga

Tahap post OPU. Tahap ini meliputi dua fase, yaitu transfer embrio dan terapi obat penunjang kehamilan. Fase transfer embrio merupakan proses memasukkan dua atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. Setelah proses ini selesai lalu dilanjutkan dengan terapi obat penunjang kehamilan. Tujuan dari terapi tersebut untuk mempersiapkan rahim agar bisa menerima implantasi embrio sehingga embrio bisa berkembang normal.

Proses bayi tabung memang tidak bisa dilakukan secara instan. Oleh karena itu bagi pasutri yang telah memilih cara bayi tabung untuk mendapatkan keturunan, sejak awal memang dituntut mempersiapkan diri dengan baik agar mampu menjalani seluruh prosedur yang telah ditetapkan sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal.

 

C. Macam-macam Bayi Tabung

 1. Pembuahan Dipisahkan dari Hubungan Suami-Isteri.

Teknik bayi tabung memisahkan persetubuhan suami – istri dari pembuahan bakal anak. Dengan teknik tersebut, pembuahan dapat dilakukan tanpa persetubuhan. Keterarahan perkawinan kepada kelahiran baru sebagaimana diajarkan oleh gereja tidak berlaku lagi. Dengan demikian teknik kedokteran telah mengatur dan menguasai hukum alam yang terdapat dalam tubuh manusia pria dan wanita. Dengan pemisahan antara persetubuhan dan pembuahan ini, maka bisa muncul banyak kemungkinan lain yang menjadi akibat dari kemajuan ilmu kedokteran di bidang pro-kreasi manusia.

2. Wanita Sewaan untuk Mengandung Anak.

Ada kemungkinan bahwa benih dari suami istri tidak bisa dipindahkan ke dalam rahim sang istri, oleh karena ada gangguan kesehatan atau alasan–alasan lain. Dalam kasus ini, maka diperlukan seorang wanita lain yang disewa untuk mengandung anak bagi pasangan tadi. Dalam perjanjian sewa rahim ini ditentukan banyak persyaratan untuk melindungi kepentingan semua pihak yang terkait. Wanita yang rahimnya disewa biasanya meminta imbalan uang yang sangat besar. Suami istri bisa memilih wanita sewaan yang masih muda, sehat dan punya kebiasaan hidup yang sehat dan baik. Praktik seperti ini biasanya belum ada ketentuan hukumnya, sehingga kalau muncul kasus bahwa wanita sewaan ingin mempertahankan bayi itu dan menolak uang pembayaran, maka pastilah sulit dipecahkan.

 

3. Sel Telur atau Sperma dari Seorang Donor.

Masalah ini dihadapi kalau salah satu dari suami atau istri mandul; dalam arti bahwa sel telur istri atau sperma suami tidak mengandung benih untuk pembuahan. Itu berarti bahwa benih yang mandul itu harus dicarikan penggantinya melalui seorang donor.

Masalah ini akan menjadi lebih sulit karena sudah masuk unsur baru, yaitu benih dari orang lain. Pertama, apakah pembuahan yang dilakukan antara sel telur istri dan sel sperma dari orang lain sebagai pendonor itu perlu diketahui atau disembunyikan identitasnya. Kalau wanita tahu orangnya, mungkin ada bahaya untuk mencari hubungan pribadi dengan orang itu. Ketiga, apakah pria pendonor itu perlu tahu kepada siapa benihnya telah didonorkan. Masih banyak masalah lain lagi yang bisa muncul.

  1. 4.  Munculnya Bank Sperma

Praktik bayi tabung membuka peluang pula bagi didirikannya bank–bank sperma. Pasangan yang mandul bisa mencari benih yang subur dari bank sperma tersebut. Bahkan orang bisa menjual belikan benih–benih itu dengan harga yang sangat mahal misalnya karena benih dari seorang pemenang nobel di bidang kedokteran, matematika, dan lain-lain. Praktek bank sperma adalah akibat lebih jauh dari teknik bayi tabung. Kini bank sperma malah menyimpannya dan memperdagangkannya seolah–olah benih manusia itu suatu benda ekonomis.

Tahun 1980 di Amerika sudah ada 9 bank sperma nonkomersial. Sementara itu bank–bank sperma yang komersil bertumbuh dengan cepat. Wanita yang menginginkan pembuahan artifisial bisa memilih sperma itu dari banyak kemungkinan yang tersedia lengkap dengan data mutu intelektual dari pemiliknya. Identitas donor dirahasiakan dengan rapi dan tidak diberitahukan kepada wanita yang mengambilnya, kepada penguasa atau siapapun.

 

 D.Manfaat Dan Akibat Bayi Tabung

Manfaat dari bayi tabung adalah bisa membantu pasangan suami istri yang keduanya atau salah satunya mandul atau ada hambatan alami pada suami atau istri menghalangi bertemunya sel sperma dan sel telur. Misalnya karena tuba falopii terlalu sempit atau ejakulasinya terlalu lemah.

Namun akibat (mafsadah) dari bayi tabung adalah:

  1. Percampuran Nasab, padahal Islam sangat menjaga kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab, karena ada kaitannya dengan kemahraman (siapa yang halal dan haram dikawini) dan kewarisan.
  2. Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam.
  3. Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi/zina karena terjadi percampuran sperma dengan ovum tanpa perkawinan yang sah.
  4. Kehadiran anak hasil inseminasi  buatan bisa menjadi sumber konflik didalam rumah tangga terutama bayi tabung dengan bantuan donor merupakan anak yang sangat unik yang bisa berbeda sekali bentuk dan sifat-sifat fisik dan karakter/mental si anak dengan bapak ibunya.
  5. Anak hasil inseminasi buatan dan bayi tabung yang percampuran nasabnya terselubung dan sangat dirahasiakan donornya adalah lebih jelek daripada anak adopsi yang pada umumnya diketahui asal dan nasabnya.
  6. Bayi tabung lahir tanpa proses kasih sayang yang alami terutama pada bayi tabung lewat ibu titipan yang harus menyerahkan bayinya pada pasangan suami istri yang punya benihnya,sesuai dengan kontrak,tidak terjalin hubungan keibuan anatara anak dengan ibunya secara alami

Surat Al-Lugman ayat 14

Mengenai status anak hasil inseminasi dengan donor sperma atau ovum menurut hukum islam adalah tidak sah dan statusnya sama dengan anak hasil prostitusi. UU Perkawinan pasal 42 No.1/1974: ”Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah” maka memberikan pengertian bahwa bayi tabung dengan bantuan donor dapat dipandang sah karena ia terlahir dari perkawinan yang sah. Tetapi bayi tabung dengan sperma atau ovum donor tidak diizinkan karena tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Asumsi Menteri Kesehatan bahwa masyarakat Indonesia termasuk kalangan agama nantinya bias menerima bayi tabung seperti halnya KB. Namun harus diingat bahwa kalangan agama bias menerima KB karena pemerintah tidak memaksakan alat/cara KB yang bertentangan dengan agama. Contohnya: Sterilisasi, abortus. Oleh karena itu pemerintah diharapkan mengizinkan praktek bayi tabung yang tidak bertentangan dengan agama.

 

E. Pandangan Agama Terhadap Bayi Tabung

Apabila mengkaji tentang bayi tabung dari hukum islam,maka harus dikaji dengan memakai metode ijtihad yang lazim dipakai oleh para ahli ijtihad agar hukum ijtihadnya sesuai dengan prinsip-prinsip dan jiwa al-Quran dan sunnah menjadi pasangan umat.

 

Menurut Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 70

Artinya: Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka didaratan dan lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya merendahkan harkat manusia sejajar dengan hewan yang di inseminasi.

Hadist Nabi:

Tidak halal bagi seseorang yang beriman pada Allah dan hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain(vagina  istri orang lain). Hadist Riwayat Abu Daud,Al-Tirmizi dan hadist ini dipandang sahih oleh Ibnu Hibban.

Dengan hadist ini para ulama sepakat mengharamkan seseorang mengawini/melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari orang lain yang mempunyai ikatan perkawinan yang sah.

Pada zaman dulu masalah bayi tabung/inseminasi buatan belum timbul,sehingga kita tidak memperoleh fatwa hukumnya dari mereka. Kita dapat menyadari bahwa inseminasi buatan/bayi tabung dengan donor sperma atau ovum lebih mendatangkan madaratnya daripada maslahahnya.

 

F. Hukum Perundang-undangan Tentang Bayi Tabung

1. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

Tinjauan dari Segi Hukum Perdata Terhadap Bayi Tabung:

  1. Jika benihnya berasal dari suami istri

Jika benihnya berasal dari suami istri, dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai status sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya. Dengan demikian, anak hasil bayi tabung dalam hukum waris termasuk ke dalam ahli waris golongan I yang diatur dalam Pasal 852 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yaitu:

“Anak-anak atau keturunan-keturunan, sekalipun dilahirkan dan berbagai perkawinan, mewarisi harta peninggalan para orangtua mereka, kakek dan nenek mereka, atau keluarga-keluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garis lurus ke atas, tanpa membedakan jenis kelamin atau kelahiran yang lebih dulu.”

Jadi, hukum waris yang berlaku bagi anak hasil bayi tabung adalah sama dengan hukum waris yang berlaku terhadap anak kandung.  

Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami, maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil, bukan pasangan yang mempunyai benih. Dasar hukum pasal 42 UU No. 1/1974 Tentang Perkawinan dan pasal 250 KUHP`. Dalam hal ini suami dari istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sahnya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA.

  1. Jika salah satu benihnya berasal dari donor

Jika suami mandul dan istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Sel telur istri akan dibuahi dengan sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim istri.

Jika embrio diimplantasikan  ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum pasal 42 UU No. 1/1974 Tentang Perkawinan dan pasal 250 KUHP.

  1. Jika semua benihnya dari donor

Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan, tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan suami istri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah.

 

2. Undang-undang no. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

Pengaturan hukum terkait dengan bayi tabung ini dapat kita temui dalam Pasal 127 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam pasal tersebut diatur bahwa upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan:

  1. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal;
  2.  Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu
  3. Pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.

Jadi, pada dasarnya sperma dan ovum dalam upaya kehamilan melalui bayi tabung adalah milik suami istri yang sah yang pembuahannya dilakukan di luar rahim. Hal ini dilakukan oleh para pasangan suami-istri yang sperma dan ovumnya sulit melakukan pembuahan di dalam rahim. Sehingga harus dilakukan pembuahan di luar rahim dengan bantuan tenaga kesehatan dan teknologi yang ada. Kemudian hasil pembuahan tersebut ditanamkan kembali ke rahim istri dari mana ovum itu berasal. Jadi, anak atau bayi hasil pembuahan melalui bayi tabung ini adalah anak kandung suami istri itu sendiri.

 

  1. 3.    Undang-undang No. 32 Tahun 1996 Tentang HAM

Dari aspek HAM Pasal 10 ayat 1 dari UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang berbunyi ”Setiap orang berhak membentuk suatu keluarga dan melanjutkan keturunan melalui pernikahan yang sah”. Jadi kalau melanjutkan keturunan melalui donor sperma orang lain yang bukan berdasarkan perkawinan yang sah maka itu adalah pelanggaran HAM.

 

 

BAB III

KASUS DAN SKENARIO

 

  1. A.   Kasus Azoospermia PESA bayitabungberhasilhamil – Ari

posted in Berhasil hamil, Jakarta, Sperma bermasalah

Hi all,

Saya ingin berbagi pengalaman saya disini, karena dari situs inilah saya akhirnya yakin untuk mengikuti program bayi tabung, jadi rasanya perlu sharing apa yang saya alami disini.

Kami sudah hampir 4 tahun menikah, usia kami memang tergolong masih muda 28 tahun, tetapi setelah beberapa kali test analisa sperma yang hasilnya aazoospermia (0 sperma) maka kami makin yakin untuk ikut bayi tabung.

Di tahun 2010 kami datang ke BIC morula dan ditangani oleh dokter Ivan, dokter Ivan langsung menyarankan PESA (ambil sperma langsung dari pabriknya), alhamdullilah dapat 8 strow, kemudian sperma tersebut di freezing. Karena faktor keuangan, kami baru melanjutkan program bayi tabung di tahun 2011.

Proses dimulai dengan screening istri saya, stimulasi hormon, OPU, sampai ET, alhamdullilah semuanya berjalan lancar kecuali pasca OPU istri sempat sesak napas dan harus menginap di RS bunda semalam, mungkin ini faktor hyper stimulus.

Sebelum ET kita di infokan ada 4 embrio dalam kondisi baik, 2 ditransfer, dan 2 lagi lanjut di observasi. Ternyata setelah 2 hari ET di kabarkan sisa 2 embrio kita tidak layak untuk di freez, sempat sedih juga dan down karena kita jadi tidak punya cadangan kalau yang sekarang gagal.

Setelah 2 minggu menunggu kami pergi ke prodia untuk test urine dan darah, dan alhamdullilah hasilnya positif dengan bhcg 197. Hari ini kami akan konsul pertama kali ke dokter Anggia pasca ET.

http://bayi-tabung.com/azoospermia-pesa-bayi-tabung-berhasil-hamil-ari/

 

  1. B.   SKENARIO “Alhamdulillah Bayi Tabung Berhasil Hamil

Hampir 4 tahun menikah sepasang suami dan istri ini belum juga mempunyai seorang anak.Hari demi hari, akhirnya berganti tahun dan akhirnya berhasil juga mewujudkan impiannya mempunyai momongan dengan melakukan program bayi tabung.

Berawal dari keinginan sang istri yang menginginkan sekali untuk mempunyai anak.

Saat malam sesaat sebelum tidur.

Ibu           : Pah, uda  mau 4 tahun kita menikah tapi mama belum bisa ngsh anak buat papah walaupun umur kita masih 28 tahunan.
Bapak      : (menghembuskan nafas) mama sayang, mungkin Tuhan belum memberi kita anak.

Ibu           : tapi sampai kapan pah, mama kan juga pengen hamil, punya anak, buat nemenin mama di rumah, mama iri kalau ngeliat tetengga yang punya anak, mereka bisa main, liburan dan jalan-jalan dengan anak-anaknya.

Bapak      : ya terus kita harus berbuat apa mah? Tuhan belum ngsih kita momongan?Bsok kita ke rumah sakit aja deh buat periksa dan konsul ke dokter bagaimana baiknya.

Ibu           : iiaa pah, bsok pgi kita ke RSUD  SERUYA bertemu dengan dokter RINA.

bapak      : Ayo sudah mah kita tidur, uda malam ni.
     Keesokan paginya  tepat pukul jam 9 pagi suami dan istri itu sudah bersia-siap untuk pergi kerumah sakit. Sesampainya di rumah sakit

Perawat : Selamat pagi bapak dan Ibu ada yang bisa saya bantu?
Bapak      : sus, kami mau periksa dan konsul ke dr. Rina

perawat   : baik bapak, silakan bapak isi ini dulu (smbil memberikan kertas rekam medic ) dan tunggu di depan ruangan Dokter nanti ada perawat yang memanggil antrian bapak. Ada lagi yang bisa saya bantu bapak ..ibu ?

Bapak      : oh tidak ada sus terimakasih.

perawat   : sama-sama bapak.

Setelah beberapa saat menunggu, perawat memanggil bapak dan ibu wijaya

Perawat  : Dengan Bapak Wijaya dan Ibu di persilahkan masuk.
sambil menuju ke dalam ruangan dr. Rina

Dr. Rina : selamat pagi bapak.. Ibu ada yang bisa saya bantu ?
Bapak      : Begini, sudah hampir 4 tahun ini saya dan istri saya belum juga mendapatkan anak, kami ingin seperti keluarga-keluarga yang lain yang punya anak dok.
Dr. Rina  : heem,, begitu ya pak bu. Sebelumnya saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada ibu , haidnya normal  bu?
Ibu           : iya dok, selama ini normal- normal saja
Dr : iiaa, emm hubungan suami istrinya baik bu pak?
Bapak dan ibu : iyaa dok (sambil mengangguk)
Dr : baik bu, saya akan periksa ibu dahulu, silahkan bu.
beberapa saat kemudian setelah pemeriksaan ibu selesai.

Dr : setelah ini bapak melakukan beberapa kali test analisa sprema. Apakah bapak setuju
Ibu           : ya dok, saya setuju, hemm kira-kira pilihannya itu apa ya dok ?
Dr : bisa sekarang juga pak, Mari silahkan bapak ke ruang manstrubasi , dan taruh sperma bapak di dalam tabung ini, nanti ada perawat disana yang membantu bapak.
setelah beberapa saat bapak masuk ke dalam ruangan.
Dr : baiklah bapak ibu, semua test sudah di jalankan tinggal menunggu hasilnya, ada yang bisa saya bantu lagi ?
Bapak      : sepertinya sudah cukup dok, terimakasih banyak dok .
Dr : iya bapak sama-sama , setelah hasilnya keluar bisa segera menemui saya lagi ya bapak,, ibu.
beberapa hari kemudian setelah hasil pemeriksaan selesai keluarga ini kembali lagi ke dr Rina .
Perawat : Selamat pgi bapak dan Ibu ada yang bisa saya bantu?
Bapak      : begini sus, kami ada janji dengan Dr. Rina pagi ini.
Perawat  : baik bu pak silahkan langsung saja ke ruangan Dr.Rina saja.
Dr : (mempersilahkan bapak dan ibu duduk) selamat pagi pak bu, setelah saya melihat hasil pemeriksaan lab ini sebaiknya bapak dan ibu melakukan program bayi tabung karena hasil tes bapak menunjukan azoospermia (0 sperma).
bpak        : begitu ya dok, jadi apa yang harus kami lakukan dok.
Dr : begini pak,, buk,, saya menyarankan bapak danibu untuk PESA (ambil sperma langsung dari pabriknya).
Bapak      : baiklah dok, apapun itu yang penting kami bisa memiliki anak.
Beberapa saat setelah dr Rani menelpon langsung menerima keputusan
Dr : Setelah saya telpon ternyata kita dapat dapat 8 strow, dan setelah ini sperma akan di freezing.
Bapak      : terimakasih banyak dok, .
Dr.            : iia bapak sma2
 kemudian keluarga ini pulang dan berbincang bincang di rumah,
Ibu           : bagaimana ini pah, kita belum memiliki banyak dana untuk melaukan program ini .
Bapak      : yasudah mah, kita kan bisa lanjutkan di tahun depan, smabil bapak mencari banyak dana untuk program ini. Kita nabung dulu ya mah, pelen-pelan.
Ibu           : iya pah, mudah-mudahan saja program ini bisa kita jalankan.
kemudian baoak dan ibu tidur.

karena faktor keuangan, keluarga ini baru melanjutkan program bayi tabung di tahun depan.
setahun kemudian keluarga ini datang lagi ke dr. untuk melanjutkan program bayi tabung.
Setahun kemudian keluarga ini memutuskan untuk melanjutkan program bayi tabung.
pagi hari tepat pada jam 10 pagi.
Perawat  : Selamat pgi bapak dan Ibu ada yang bisa saya bantu?
Bapak                  : begini sus, kami ada janji dengan Dr. Rina pagi ini.
Perawat  : baik bu pak silahkan langsung ke ruangan Dr.Rina saja.
Ibu           : terimakasih sus.
masuk kedalam ruangan Dr.
Bapak      : selamat pagi dok.
Dr : (sapaan ramah) ehhh bapak ibu , silahkan masuk silahkan duduk, bagaimana pak sudah siap melakukan program bayi tabung?
Bapak      : iya dok, alhamdullah kami sudah siap dan memiliki dana cukup untuk melakukan program ini.
Ibu           : iya dok
Dr : owh begitu baik, biar nanti saya mulai dengan screening istri bapak, stimulasi hormon, OPU, sampai ET. Bgaimana pak bu, setuju ?
Bapak      : iya dok saya setuju, kapan bisa di mulai.
Dr :bsok bisa segara dimulai keempat proses itu. Apakah bpak dan ibu setuju ?
Bapak      : bagaimana mah?
Ibu           : iya pah mama setuju.
Bapak      : baik dok kami setuju , bsok jam berapa ya dok?
Dr : jam 8 pagi ya pak, buk saya tunggu di ruangan sya.
Bapak      : oke dok, besok jam 8 kami kesini, terimakasih banyak dok, kami pamit pulang dulu.
Dr : iya pak buk sama-sama.
keesokan harinya dengan berbagai kesiapan keluarga ini datang ke Dr.Rina untuk melakukan program.
masuk kedalam ruangan Dr.
Bapak      : selamat pagi dok.
Dr : (sapaan ramah) ehhh bapak ibu , silahkan masuk silahkan duduk, bagaimana buk sudah siap melakukan program ?
Ibu           : iya dok, alhamdullah saya sudah siap.
Dr melakukan screening berjalan lancer, stimulasi hormone berjalan lancer tetapi pada saat pasca Opu ibu sempat sesak napas dan harus menginap di RS bunda semalam.
Bapak      : bagaimana keadaan istri saya dok, apa dia baik-baik saja?
Dr : ia pak, ibu baik-baik saja hanya Ibu harus menginap semalam di Rs karena saat proses OPU ibu mengalami sesak napasmungkin ini disebabkan oleh faktor hyper stimulus, bapak tidak perlu khawatir dengan keadaan ibu, ibu hanya perlu istirahat saja.
Bapak      : ia dok terimakasih.
kesokan harinya proses ini di lanjutkan dengan ET.
Dr : pak bu, selama beberapa hari ini ibu akan melakukan ET dan untuk saat ini ada 4 embrio dalam kondisi baik, 2 akan ditransfer, dan 2 lagi lanjut di observasi.
Bapak : ia dok.
setelah 2 hari melakukan ET.
Dr : Pak bisa keruangan saya sekarang.
Bapak      : ia dok
Dr : begini pak, dari 4 embrio yang di pakai dalam proses bayi tabung ini ada 2 embrio yang tidak layak untuk di freez lagi.
Bapak      : (kaget) hemm trus kelanjutannya seperti apa dok? Kami kan tidak memiliki cadangan lagi kalau sampai ini gagal.
Dr : iiaa pak, saya akan usahakan yang terbaik untuk bapak dan ibu.
Bapak      : baik dok, saya serahkan semua yang terbaik saja dok.
Dr : iya bapak, setelah 2 minggu bapak dan ibu bisa segera ke prodia untuk test urine dan darah, bapak dan ibu berdoa saja semoga semua berjalan sesuai yang di harapkan.
Bapak      : baik dok kami pamit pulang dulu, terimakasih banyak dok. Selamat siang.
Dr : iya bapak ibiu sama-sama selamat siang.

Sesampainya di rumah, tepatnya di kamar menjelang tidur
Bapak      : apa yang mama rasakan setelah melakukan beberapa proses ini?
ibu           : cape pah, mama kesakitan waktu OPU, mama egk kuat nahan. Gimana nanti hasilnya ya pah mamah takut ini gagal apalagi dr vonis 2 cadangan embrio kita ssudah tidak bisa di pakai lagi.
Bapak: udah mah, kita berdoa aja, smoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Mamah jangan terlalu banyak mikir, nnti mamah sakit lagi, ayo kita tidur mah.
Ibu           : iya pah.

Setelah 2 minggu berlalu keluarga ini ke ruang prodia untuk melakukan test urin dan darah.
Perawat  : Selamat pgi bapak dan Ibu ada yang bisa saya bantu?
Bapak                  : begini sus, kami mau melakukan pemeriksaan urin dan darah.
Perawat  : baik bu pak silahkan isi data ini dan nanti bisa langsung keruangan prodia untuk tesnya.
masuk kedalam ruangan prodia.

Perawat :baik ibu ini hasil samplenya mau saya kirim ke lab dulu, bapak ibu bisa menunggu sebentar ya pak bu?
Ibu           : terimakasih sus.

Perawat berjalan ke ruang lab.

Perawat : mbak tolong di cek , makasih ya mbak

Pegawai lab: iya mbak

Di ruang tunggu

Ibuk         : bagaimana ya pah hasilnya, mamah takut.
Ibu           : ud mah, tenang aja kita serahkan sama yang di atas
setelah beberapa lama manunggu hasil tes .
Perawat : Bapak dan Ibu wijaya ini hasil tes labnya.
Bapak      : terimakasih sus.
saat membuka hasilnya
Bapak      : alhamdullilah hasilnya positif mah, mamah hamil.
Ibu           : (denghan wajah bahagia dan terkejut) alhmdullh pah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

  1. A.  Aspek Medis

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang menyinggung masalah ini. Dalam Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tenang Kesehatan, pada pasal 127 ayat 1 disebutkan, hasil pembuahan sperma dan sel telur di luar cara alami dari suami atau istri yang bersangkutan harus ditanamkan dalam rahim istri dari mana sel telur itu berasal. Hal ini menjawab pertanyaan tentang kemungkinan dilakukannya pendonoran embrio. Di dalam UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, upaya pendonoran jelas tidak mungkin, yang dimaksud adalah sperma dan ovum yang digunakan untuk bayi tabung harus berasal dari suami istri dengan perkawinan yang sah dan embrio harus ditanam pada rahim istri di mana ovum berasal.

 

B. Aspek Legal

Jika salah satu benihnya berasal dari donor. Jika suami mandul dan istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Sel telur istri akan dibuahi dengan sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim Istri. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA. Dasar hukum pasal 250 KUHP.

Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum ps. 42 UU No. 1/1974 dan pasal 250 KUHP. Permasalahan mengenai bayi tabung dengan sperma atau sel telur berasal dari orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang.

 

C. Aspek Etik(Moral)

Pada kasus yang kita bahas ini tampak sekali ketidaksesuaiannya dengan budaya dan tradisi ketimuran kita.  Sebagian agamawan menolak Fertilisasi invitro pada manusia, sebab mereka berasumsi bahwa kegiatan tersebut termasuk Intervensi terhadap “karya Illahi”. Dalam artian, mereka yang melakukakan hal tersebut berarti ikut campur dalam hal penciptaan yang tentunya itu menjadi hak prioregatif Tuhan. Padahal semestinya hal tersebut bersifat natural, bayi itu terlahir melalui proses alamiah yaitu melalui hubungan seksual antara suami-istri yang sah menurut agama.

 

D. Aspek Hak Asasi Manusia

Dalam HAM dikatakan semua orang dilahirkan bebas dengan martabat yang setara. Pengakuan hak-hak manusia telah diatur di dunia international, salah satunya tentang hak reproduksi.

Dalam kasus ini, meskipun keputusan bayi tabung dengan donor sperma dari laki-laki yang bukan suami wanita tersebut adalah hak dari pasangan suami istri tersebut, namun harus dipertimbangkan secara hukum, baik hukum perdata, hukum pidana, hukum agama, hukum kesehatan serta etika (moral) ketimuran yang berlaku di Indonesia.

Dalam UU No. 32 tahun 1996 tentang HAM dijelaskan bahwa setiap orang berhak membentuk keluarga dan mendapatkan keturunan dari pernikahan yang sah, jadi jelas bahwa bayi tabung dengan donor sperma dari laki-laki lain tidak sesuai dengan hukum HAM.

 

  1. E.  Aspek Agama

Dalam kasus tersebut sperma yang dipakai berasal dari pendonor yang bukan merupakan suami sah dari wanita yang rahimnya digunakan untuk implantasi embrio tersebut. Maka sudah jelas bahwa hal tersebut tidak dibenarkan dalam agama karena sperma dan sel telur bukan berasal dari laki-laki dan wanita yang menikah secara sah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

  1. A.  Kesimpulan

Dari pengetahuan yang didapat diatas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Bayi tabung dengan sel sperma dan ovum dari suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya kedalam rahim wanita lain(ibu titipan) diperbolehkan oleh agama maupun Undang-undang Kesehatan, jika kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan.Dan status anak hasil inseminasi macam ini sah menurut agama. 
  2. Bayi tabung dengan sperma dan ovum donor tidak diperbolehkan oleh agama maupun Undang-undang Kesehatan. Hukumnya sama dengan zina dan anak yang lahir dari hasil inseminasi macam ini statusnya sama dengan anak yang lahir diluar perkawinan yang sah. 
  3. Hukum di Indonesia hanya mengatur tentang anak hasil dari bayi tabung, sedangkan permasalahan mengenai bayi tabung dengan bahan inseminasi berasal dari orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia.

 

B. Saran

  1. Pemerintah hendaknya melarang berdirinya Bank Nutfah (Sperma) dan Bank Ovum untuk perbuatan bayi tabung, karena selain bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, juga bertentangan dengan norma agama dan moral, serta merendahkan harkat manusia.
  2. Pemerintah hendaknya hanya mengizinkan dan melayani permintaan bayi tabung dengan sel sperma dan ovum suami istri yang bersangkutan tanpa ditransfer kedalam rahim wanita lain dan seharusnya pemerintah hendaknya juga melarang keras dengan sanksi-sanksi hukumannya kepada dokter dan siapa saja yang melakukan bayi tabung pada manusia dengan sperma atau ovum donor.
  3. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anak Hasil Teknologi, http;//www.beritaindonesia.co.id, 160413 jam 18.15

Ari.  Azoosperma PESA Bayi Tabung Berhasil Hamil, http://bayi tabung.com, 100413 jam 13.30

Bayi Tabung Solusi Mengatasi Masalah Infertilitas, http://www.merdeka.com, 160413 jam 13.00          

Hanafiah, Jusuf. 1999.  Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta: EGC

Porseni9. 2010. Perspektif Hukum Islam Tentang Bayi Tabung, http://porseni9.blogspot.com 100413 jam 20.15

Prosedur, http://www.morulaivf.com, 100413 jam 20.00

Salim. 1993. Bayi Tabung: Tinjauan Aspek Hukum, Jakarta, Sinar Grafika

Wiki. Fertilisasi in vitro, http://id.wikipedia.org 110413 jam 11.00

 

 

 Image

GIZI SEIMBANG BAGI BALITA sebagai tugas GIZI dalam KEBIDANAN

GIZI SEIMBANG BAGI BALITA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Gizi Dalam Kebidanan

 

 

 

Disusun Oleh:

Kelompok 1 Semester II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2013

 

LEMBAR PERSETUJUAN

GIZI SEIMBANG PADA BALITA

Praktikum Mata Kuliah Gizi Dalam Kebidanan

 

Telah disetujui untuk diambil penilaian di depan penguji

Pada Tanggal 6 Mei 2013

 

Disusun Oleh:

Kelompok 1 Semester II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui,

Pembimbing

 

 

(……………….)

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat di selesaikan.

Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah dengan judul ”Gizi Seimbang Bagi Balita”.

Terima kasih disampaikan kepada pembimbing kami ibu Eni Retna Ambarwati, S.Si.T yang telah membimbing dalam penyusunan makalah ini.

Tak ada gading yang tak retak begitu pula dengan makalah kami yang tidak sempurna, maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun makalah ini menjadi lebih baik.

Demikianlah makalah ini kami susun semoga bermanfaat bagi semua.

 

Yogyakarta, April 2013

 

 

        Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………… i

HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………………………………. ii

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………… iii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………… iv

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………… 1

A. Latar Belakang……………………………………………………………………….. 1

B.Tujuan…………………………………………………………………………………….. 2

C. Manfaat………………………………………………………………………………….. 2

BAB II TINJAUAN TEORI………………………………………………………………………. 3

A.Konsep Dasar Gizi Balita………………………………………………………… 3

B.Faktor-aktor yang mempengaruhi gizi balita…………………………… 3

C.Kebutuhan Nutrisi Bagi Balita………………………………………………… 6

D.Contoh Menu Seimbang Balita………………………………………………. 17

BAB III PEMBAHASAN…………………………………………………………………………. 19

BAB IV PENUTUP………………………………………………………………………………… 22

A. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 22

B.Saran………………………………………………………………………………………. 23

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.   Latar Belakang

Secara umum masalah gizi di Indonesia terutama Kekurangan Energi  Protein (KEP) merupakan salah satu masalah kesehatan anak yang menjadi problem khusus. Angka kejadian tertinggi terjadi pada anak dibawah usia 5 tahun (Anonim, Kompas,   Mei 2005). Hal ini juga dikarenakan anak–anak berumur (0–5 tahun balita) adalah termasuk golongan masyarakat rentan gizi (Sediaoetama,1999).

Beberapa literatur mengungkapkan, bahwa penyebab yang mengakibatkan terjadinya kurang gizi pada balita adalah kurangnya pengetahuan orang tua akan bahan makanan yang bergizi serta tidak mengerti bagaimana cara memberi makan yang benar sehingga asupan gizi kurang. Ditunjang dengan kemiskinan keluarga, faktor kepadatan penduduk serta faktor sosial budaya dan infeksi (Kartasapoetra &Marsetyo, 2002).

Tingkat pendidikan atau pengetahuan ibu banyak menentukan sikap dan perilakunya dalam menghadapi berbagai masalah, misalnya dalam pemberian makanan pada anak antara lain meliputi kualitas makanan, kuantitas makanan, saat dan jadwal pemberian makanan serta cara memberikan makanan, termasuk didalamnya membujuk anak untuk makan.Kekurangan gizi pada anak balita  sejak lahir hingga 3 tahun akan sangat berpengaruh terhadap kualitas sel otaknya.  Gizi kurang pada usia dibawah 2 tahun akan menyebabkan sel otak berkurang 15 –20 %, sehingga anak yang demikian, kelak kemudian hari akan menjadi manusia dengan kualitas otak 80– 85 %,  dan apabila nantinya harus bersaing dengan anak lain yang berkualitas otak 100 % akan menemui banyak hambatan (Dinkes Jatim, 2005).   

Pengetahuan dan sikap ibu yang kurang tentang makanan bergizi, bisa terlihat dengan  perilaku ibu yang tidak sesuai dengan kesehatan, diantaranya anak tidak diperbolehkan makan protein dari hewani jika ada luka, Ibu tidak mau atau kurang sabar didalam membujuk anak untuk mau makan. Bagi ibu yang habis melahirkan ada larangan makan dengan menggunakan lauk dari protein hewani  dan tidak boleh makan sayur atau minum terlalu banyak, karena  akan berakibat Air Susu Ibu akan berbau amis dan lukanya tidak cepat sembuh ( Wiryo,2002).

Oleh karena itu dalam mencegah kasus ini, kami memberikan program penyuluhan kepada satu keluarga yang ada di Prancak Glondong tentang gizi pada balita.

 

  1. B.   Tujuan
    1. Tujuan umum

Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang gizi balita

  1. Tujuan khusus
    1. Mahasiswa mampu membuat satuan acara penyuluhan
    2. Mahasiwa mampu membuat leaflet tentang gizi pada balita
    3. Mahasiswa mampu menyusun menu gizi seimbang bagi balita
    4. C.   Manfaat
      1. Keluarga mendapat pengetahuan tentang gizi seimbang pada balita
      2. Mahasiswa mendapat pengalaman penyuluhan langsung di masyarakat

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

  1. A.     Konsep Dasar Gizi Balita
  2. Pengertian Status Gizi

Status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir darikeseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan utilisasinya(Sediaoetama, 2010).

Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentukvariabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu(Supariasa, dkk, 2007).

Balita adalah anak dengan usia dibawah 5 tahun dengan karakteristik pertumbuhan yakni pertumbuhan cepat pada usia 0-1 tahun dimana umur 5 bulan BB naik 2 kali BB lahir dan 3 kali BB lahir pada umur 1 tahun dan menjadi 4kali pada umur 2 tahun. Pertumbuhan mulai lambat pada masa pra sekolah kenaikan BB kurang lebih 2 kg per tahun, kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir. (Soetjiningsih, 2001).

 

  1. B.    Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita

Ada beberapa faktor yang sering merupakan penyebab gangguan gizi, baik langsung maupun tidak langsung. Sebagai penyebab langsung gangguan gizi khususnya gangguan gizi pada bayi dan balita adalah tidak sesuai   jumlah giziyang mereka peroleh dari makanan dengan kebutuhan tubuh mereka. Beberapa faktor yang yang secara tidak langsung mendorong terjadinya gangguan gizi terutama pada anak balita anatar lain (Proverawati, 2010)

 

 

a. Pengetahuan

Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sering terlihat keluarga yang sungguhpun berpenghasilan cukup akan tetapi makanan yang dihidangkan seadanya. Dengan demikian kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang berpenghasilan kurang akan tetapi juga pada keluarga yang berpenghasilan cukup. Keadaan ini menunjujkkan bahwa ketidaktahuan akan faedah makanan bagi kesehatan tubuh menjadi penyebab buruknya mutu gizi makanan keluarga, khususnya makanan balita. Masalah gizi karena kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dibidang memasak akan menurunkan konsumsi makan anak, keragaman bahan dan keragaman jenis makanan yang mempengaruhi kejiwaan misalnya kebebasan.

b. Persepsi     

Banyak bahan makanan yang sesungguhnya bernilai gizi tinggi tetapi tidak digunakan atau hanyak digunakan secara terbatas akibat adanya prasangka yang tidak baik terhadap bahan makanan itu. Penggunaan bahan makanan itu dianggap dapat menurunkan harkat keluarga. jenis sayuran seperti genjer, daun turi, bahkan daun ubi kayu yang kaya akan zat besi, vitamin A dan protein, dibeberapa daerah masih dianggap sebagai makanan yang dapat menurunkan harkat keluarga.

c. Kebiasaan atau pantangan

Berbagai kebiasaan yang bertalian dengan pantang makanan tertentu masih sering kita jumpai terutama di daerah pedesaan. Larangan terhadap anak untuk makan telur, ikan atau daging hanya berdasarkan kebiasaan yang tidak ada datanya dan hanya diwarisi secara dogmatis turun temurun, padahal anak itu sendiri sangat memerlukan bahan makanan seperti guna keperluan pertumbuhan tubuhnya.

  1. Kesukaan jenis makanan tertentu

Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan tertentu atau disebut sebagaifaddisme makanan akan mengakibatkan tubuh tidak memperoleh semua zat gizi yang diperlukan.

e. Jarak kelahiran yang terlalu rapat

Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa banyak anak yang menderita gangguan gizi oleh karena ibunya sedang hamil lagi atau adik yang baru telah lahir, sehingga ibunya tidak dapat merawat secara baik. Anak Dibawah usia 2 tahun masih sangat memerlukan perawatan ibunya, baik perawatan makanan maupun perawatan kesehatan dan kasih sayang.

f. Sosial ekonomi

Keterbatasan penghasilan keluarga turut menentukan mutu makanan yang disajikan. Tidak dapat disangkal bahwa penghasilan keluarga turut menentukan hidangan yang disajikan untuk keluarga sehari-hari, baik kualitas maupun jumlah makanan.

g. Penyakit infeksi

Infeksi dapat menyebabkan anak tidak merasa lapar dan tidak mau makan. Penyakit ini juga menghabiskan sejumlah protein dan kalori yang seharusnya dipakai untuk pertumbuhan.

 

 

 

 

  1. C.    Kebutuhan nutrisi bagi balita

Kebutuhan giziyang harus dipenuhi pada masa balita diantaranya energi dan protein.kebutuhan energi sehari anak untuk tahun pertama kurang lebih 100-120 Kkal/kg berat badan. Untuk tiap 3 bulan pertambahan umur,kebutuhan energi turun kurang lebih 10 Kkal/kg berat badan.Energi dalam tubuh diperoleh terutama dari zat gizi karbohidrat,lemak,dan juga protein.

Kebutuhan nutrisi balita merupakan prioritas utama dalam mencukupi kebutuhan gizinya setiap hari. Nutrisi yang diperlukan oleh balita tentu akan sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhannya hari demi hari. Masa balita merupakan dimana masa transisi di usia 1-2 tahun, dan untuk memenuhi nutrisi balita dimulai dengan makan makanan padat, menerima rasa serta tekstur makanan yang baru ia coba.

        Pertumbuhan balita tentunya sangat ditunjang dengan asupan nutrisi yang sehat dan bergizi dari berbagai makanan. Bagi usia balita dibutuhkan 1000-1400 kalori per hari, namun tergantung dari usia, besar tubuh, serta tingkat aktivitas si kecil. Jumlah kebutuhan nutrisi balita pada setiap anak tentu saja berbeda-beda dan tidak perlu menyesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan, namun yang terpenting anda harus tetap memberikan nutrisi yang bervariasi setiap harinya demi menunjang pertumbuhannya.

Berikut jumlah rata-rata kebutuhan nutrisi balita yang dibutuhkan setiap harinya berdasarkan Piramida Panduan Makanan pada balita usia 2-3 tahun :

  1. Biji padi-padian

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 3 ons (85 gram).Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 4-5 ons (110-140 gram).

Contoh makanan dan cara penyajian: 1 ons sama dengan 1 potong roti, 1 gelas takar sereal siap saji, atau 1/2 gelas takar nasi atau jenis pasta yang telah matang.

  1. Sayuran

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 1 gelas takar.Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 1,5 gelas takar.

Contoh makanan dan cara penyajian: untuk memastikannya bisa menggunakan gelas takar. Sajikan sayuran yang telah halus, dipotong hingga kecil dan dimasak sampai matang untuk mencegah anak tersedak.

  1. Buah-buahan

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 1 gelas takar.Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 1,5 gelas takar.

Contoh makanan dan cara penyajian: untuk memastikan jumlahnya gunakan gelas takar. Pisang dengan panjang 20-23 cm sama dengan 1 gelas takar.

  1. Susu

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 2 gelas (400 ml).Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 2 gelas (400 ml).

Contoh makanan dan cara penyajian: 1 gelas sama dengan seperti 1 gelas susu, 1 1/2 ons (45 gram) keju alami, atau 2 ons (60 gram) keju yang sudah diproses.

  1. Daging dan kacang-kacangan

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 2 ons (65 gram).Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 3-4 ons (85-115 gram).

Contoh makanan dan cara penyajian: 1 ons sama dengan 1 ons (300 gram) daging ayam atau ikan, 1/4 gelas takar kacang-kacangan matang atau 1 butir telur.

 

Selain kebutuhan nutrisi di atas, lengkapi juga balita dengan asupan 500 miligram kalsium per hari. Jumlah nutrisi tersebut sangat mudah didapatkan jika Anda memberikan sedikitnya dua gelas susu per hari. Balita sangat membutuhkan kalsium serta vitamin D, dimana sangat penting untuk membangun tulang yang kuat.

Kebutuhan nutrisi lainnya seperti 7 miligram zat besi juga dibutuhkan oleh balita setiap harinya. Sumber makanan bisa diperoleh dari nasi, daging, ayam, ikan, kacang-kacangan, tahu serta makanan yang kaya akan vitamin C seperti brokoli, tomat, jeruk, dan strawberry yang dapat meningkatkan serapan zat besi di dalam tubuh.

  1. Pemberian nutrisi pada anak harus tepat, artinya:

a)     Tepat kombinasi zat gizinya, antara kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral serta kebutuhan cairan tubuh anak, yaitu 1-1,5 liter/hari.

b)    Tepat jumlah atau porsinya, sesuia yang diperlukan tubuh berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.

c)     Tepat dengan tahap perkembangan anak, artinya kebutuhan aklori anak berdasarkan berat badan dan usia anak.

 

 

 

 

 

Kebutuhan nutrisihariananakusia 1-3 tahun

(1000 kkal)

Nutrisi

Kebutuhan/Hari

Setara  dengan….

Vit A

400 ug

Wortel  (50 gram)

Vit D

200 IU

Susu  (470 ml atau 2 cangkir)

Vit K

15 ug

2  tangkai   asparagus (20 gram)

Vit B1 (Thiamin)

0,5 mg

Kentang  rebus (150 gram)

Vit B2 (Riboflavi)

0,5 mg

Telur  rebus (55 gram)

Vit B3 (Niacin)

6 mg

Dada   ayam (50 gram)

Vit B6 (piridoksin)

0,5 ug

Fillet  salmon (90 gram)

Vit B12

0,9 ug

1  butir  telur  rebus

AsamFolat

150 ug

3  kuntum  brokoli (35 gram)

Kalsium

500 mg

Susu (290 ml)

Magnesium

60 mg

1  mangkuk  buah  labu (245 gram)

ZatBesi

8 mg

Daging  sapi (170 gram)

Zinc

7 mg

Kacang  tanah (100 gram)

Selenium

17 ug

Tuna (20 gram)

Natrium 

0,8 g

Garam   (1/2 sendokteh)

     

 

 

 

 

 

  1. Kandungan Zat Gizi yang Diperlukan Bagi Bayi dan Balita :

a)  Protein

Dua jenis protein yaitu: protein hewani, yang didapati dari daging hewan (telur,susu,daging) dan protein nabati (tempe,tahu) yang didapat dari tumbuh-tumbuhan. Nilai gizi protein hewani lebih besar dari protein nabati dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Walaupun demikian, kombinasi penggunaan protein nabati dan hewani sangat dianjurkan.

Fungsi Protein:

1)  Penunjang pertumbuhan

Protein merupakan bahan padat utama dari otot organ dan glandula endoterm. Merupakan unsur utama dari matriks tulang dan gigi,kulit,kuku,rambut,sel darah dan serum.

2)  Pengaturan proses tubuh

Mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Protein juga mempertahankan ketahanan terhadap mikroorganisme yang mengadakan invasi karena antibody bersifat protein.

3)  Energi

Protein merupakan sumber energi potensial, setiap gram menghasilkan  sekitar 4 kkal. Jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan dipakai untuk kebutuhan sintesis. Sumber protein: ASI, susu formula, sereal atau gandum, telur, tahu, tempe, ikan, dan daging.

b)    Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber tenaga bagi anak, Bayi yang baru mendapat asupan makanan dari ASI. Pada anak yang lebih besar yang sudah mendapat makanan tambahan pendamping ASI, karbohidrat dapat diperoleh dari makanan yang mengandung tepung seperti: bubur susu, sereal,roti,nasi tim atau nasi. Apabila tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang memadai untuk menghasilkan energi, tubuh akan memecah protein dan lemak cadangan dalam tubuh

Fungsi Karbohidrat:

Hampir semua karbohidrat pada akhirnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Beberapa karbohidrat yang ada digunakan untuk sintesis dari sejumlah senyawa pengatur.

1)  Energi

Setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata-rata menghasilkan 4 kalori. Sejumlah karbohidrat  dalam bentuk glucose akan digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan energi jaringan sejumlah kecil akan disimpan sebagai glikogen dalam hepar dan otot dan beberapa akan disimpan sebagai jaringan adipose untuk dikonversi menjadi energi.

Glukose merupakan satu-satunya untuk otak dan jaringan saraf dan harus tersedia dengan mudah. Setiap kegagalan untuk mencatu glukosa dan oksigen untuk oksidasi dengan cepat akan menimbulkan kerusakan otak, terutama pada masa neonatus. Pertumbuhan otak terjadi sangat cepat dalam minggu terakhir kehidupan intrauterine. Karena itu penting diusahakan agar bayi yang dilahirkan sebelum aterm tidak kekurangan glucose sehingga pertumbuhan otak dapat berlanjut, bayi yang kecil untuk umur cenderung mengalami hipoglikemia dan karena itu, berada dalam resiko.

 

 

 

2)    Aksi pencadangan  protein

Tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai protein utama energi,karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diet, maka akan digunakan jaringan adipose dan protein.

 

3)    Pengaturan metabolisme lemak

Diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diit sehingga oksidasi lemak dapat berlangsung dengan normal. Jika karbohidrat dalam diit terbatas, maka lemak akan di metabolisir lebih cepat daripada penanganan tubuh terhadap produk metabolisme ini. Jika lemak dioksidasi secara tidak lengkap maka akan terbentuk keton.

4)    Peranan dalam fungsi gastrointestinal

Diduga lactose mempercepat pertumbuhandari bacteria yang digunakan dalam usus kecil. Sejumlah bakteri ini berguna dalam mensintesis vitamin B kompleks dan vitamin K. Laktose juga meningkatkan absorbsi kalium. Sementra selulose, hemiselulose dan pectin tidak menghasilkan zat gizi dalam tubuh, mereka membantu dalam stimulasi aksi peristaltic.Karbohidrat terutama monosakarida, merupakan unsur penting dari banyak senyawa yang mengatur metabolisme. Sumber karbohidrat: ASI, produk susu, beras, jagung, singkong, buncis, tomat, sayur hijau, dan buah segar.

c)      Lemak

Seperti karbohidrat lemak merupakan senyawa karbon ,hydrogen dan oksigen, tetapi proporsi oksigen lebih rendah. Lemak termsuk senyawa minyak-minyakan dan bahan mirip lemak yang mempunyai rasa minyakdan tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic tertentu seperti eter,alcohol dan benzen. Terdapat banyak asam lemak yang ditemukan dalam alam yang berbeda dalam jumlah atom karbon dan ikatan ganda yang dikandungnya. Mereka adalah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.

Asam lemak jenuh lebih stabil dan tidak memiliki ikatan rangkap, contoh asam palmitat, stearat yang merupakan unsur utama mentega coklat.

Asam lemak tak jenuh yang memiliki dua atau lebih ikatan rangkap yang bereaksi secara berangsur-angsur dengan udara menjadikannya tengik.

Fungsi Lemak

             Fungsi utama lemak adalah untuk memberikan energi setiap setiap gram lemak jika dioksidasi menghasilkan sekitar sembilan kalori. Energi ini secara terus menerus ada dalam simpanan jaringan subkutan dan dalam kavum abdomen. Juga mengelilingi organ dan menyusur sepanjang jaringan adipose. Lemak bertindak sebagai barier dari vitamin A,D,Edan K yang larut dalam air, memberikan rasa makanan yang menyenangkan dan memberi perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan dari lambung dikaitkan dengan kandungan lemaknya.Fosfolipid merupakan komponen penting dari struktur membran dan unsur semua sel dan terlibat dalam absorbi dan transpor lemak.  

Pada dasarnya, lemak tidak banyak dibutuhkan dalam jumlah besar kecuali lemak esensial, yaitu asam linoleat dan asam arakidonat. Pada anak usia nayi sampai kurang lebih 3 bulan, lemak merupakan umber gliserida, dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari karbohidrat. Lemak berfungsi untuk mempermudah absorbsi vitamin yang larut dalam lemak, yaitu: vitamin A,D,E,dan K. Sumber lemak: ASI, susu formula, minyak goreng, margarine, dan daging.

 

d)  Vitamin

Vitamin adalah sejumlah zat yang terdapat dalam makanan, yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh (Marlow,D.R.dan Reeding BA,1988) Kekurangan vitamin akan menyebabkan tubuh cepat merasa lelah, kurang nafsu makan, kerusakan pembuluh darah dan sel saraf serta dapat mengurangi ketajaman penglihatan. Vitamin C penting untuk tubuh untuk pembentukan substansi antar sel, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan absorbsi zat besi dalam usus.Vitamin D penting untuk penyerapan dan metabolisme kalsium dan posfor, pembentukan tulang dan gigi.

Sumber-sumber vitamin :

  1. Vit A : tomat, wortel, sayur-sayuran hijau
  2. Vit B : beras merah
  3. Vit C : jeruk, jambu biji
  4. Vit D : buah dan sayur
  5. Vit K : jambu biji   

e)    Mineral

Fungsinya untuk mengaktifkan metabolisme tubuh

Mineral antara lain :

  1. Kalsium   : Susu, tempe, tahu, ikan teri.
  2.  Fosfor       : Daging, unggas, ikan, telur, beras.
    1. Zat Besi   : Hati, daging unggas, ikan, telur, sayuran   hijau, kacang-kacangan, biji-bijian.
    2. Lodium       : Garam berio
    3. Iodium         : garam beriodium, ikan dan hasil laut.
    4. Fluor          :air minum, bahan makanan hewani maupun nabati.

 

 

 

  1. Makanan Yang Tepat Untuk Bayi dan Balita :

a)    Usia 0 – 6 bulan

Makanan pertama dan terbaik untuk bayi adalah Air Susu Ibu atau ASI, dan semakin lama seorang bayi mengkonsumsi ASI maka akan semakin baik. Apabila karena sesuatu dan lain hal anda tidak dapat memberikan ASI maka susu rumusan kedelai (soy formula) adalah pilihan yang baik dan mudah diperoleh. Jangan memakai susu kedelai komersial. Bayi memiliki kebutuhan spesial dan memerlukan rumusan kedelai yang dikembangkan untuk kebutuhan tersebut. Tapi tentu saja ASI tetap merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI merupakan makanan yang paling lengkap mengandung zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan bayi. Kebutuhan kalori bayi antara 100-200 kkal/kgBB.Berikan ASI sesuai keinginan anak paling sedikit 8  kali sehari, siang maupun malam(ASI saja).

b)    Usia 6 – 9  bulan

Selain ASI berikan makanan pendamping ASI 2 kali sehari. Makanan pendamping ASI adalah bubur tim lumat ditambah kuning telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/ bayam/ kacang hijau/ santan/ minyak.  Perkenalkan sayur, sayur hendaknya dimasak dan dihaluskan. Kentang, kacang hijau, wortel, dan kacang adalah pilihan pertama yang baik. Kemudian perkenalkan buah, cobalah pisang, alpokat atau apel. Pada umur 8 bulan, kebanyakan bayi sudah dapatmemakancrackers,rotidan cereal kering, juga pada umur 8 bulan, bayi dapat mulai memakan makanan tinggi protein seperti tahu atau kacang yang telah dimasak matang dan dilumatkan.

 

 

 

c)    Usia 9 – 12 bulan

Selain ASI berikan bubur nasi ditambah kuning telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/ bayam/ kacang hijau/ santan/ minyak. Makanan diberikan 3 kali sehari dan bubur susu tidak diberikan lagi.

d)    Usia 12 – 24 bulan

Berikan ASI sesuai keinginan anak. Berikan nasi lembek yang ditambah telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/  bayam/ kacang hijau/ santan/ minyak. Makanan diberikan 3 kali sehari.

e)    Usia 2 tahun lebih

Diberikan makanan yang biasa yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur dan buah. Makanan tersebut diberikan 3 kali sehari. Kebutuhan kalori kurang lebih 100 kkal/kgBB. Anjuran untuk orangtua dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia ini adalah:

  1. Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan,misalnya memberi makan sambil mengajaknya bermain.
  2. Beri kesempatan anak belajar makan sendiri.
  3. Jangan menuruti kecendrungan anak untuk hanya menyukai satu jenis makanan tertentu.
  4. Berikan makanan pada saat masih hangat dengan porsi yang tidak terlalu besar.
  5. Kurangi frekuensi minum susu, dianjurkan 2x sehari saja.

 

 

 

  1. D.     Contoh Menu Seimbang Balita

Berikutadalahsatucontoh menu makanansehatbayiusia 1 – 2 tahun:

MakananSehatBayi Tim TahuLezat

Bahan :

1.   50 gr wortel yang sudah di parut

2.   50 gr tahu yang sudahdihancurkan

3.   50 gr tepungberasmerah/ putih

4.   Garamdapursecukupnya

5.   500 cc air

6.   20 gr daunbayam yang diirishalus

7.   50 gr tomatdiiris  kecil-kecil

8.   Gulapasirsecukupnya

Menu makananbalitausia 2 sampai 5 tahun :

1.   Pagi Bubur beras atau roti oles mentega/margarinTelur, daging atau ikan satu gelas susu.

2.   Snack; biskuit, kue basah atau es krim.

3.   Siang nasi daging, ayam, ikan, telur, tahu atau tempe sayur , tomat,wortel, bayam.

4.   Snack; biskuit, kue basah atau es krim.

5.   Malam nasi atau roti oles mentega/margarin daging, ayam, ikan, tahu atau   tempe sayur – mayur Buah atau puding satu gelas susu contoh menu.

 

Makanan memegang peranan penting dalam pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Oleh karenanya, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan pengenalan jam-jam makan dan variasi makanan.

 

 

Gizi seimbang dapat dapat dipenuhi dengan pemberian makanan sebagai berikut :

a)        Agar kebutuhan gizi seimbang anak terpenuhi, makanan sehari-hari sebaiknya terdiri atas ketiga golongan bahan makanan tersebut.

b)         Kebutuhan bahan makanan itu perlu diatur, sehingga anak mendapatkan asupan gizi yang diperlukannya secara utuh dalam satu hari.

Waktu-waktu yang disarankan adalah:

  1. Pagi hari waktu sarapan.
  2. Pukul 10.00 sebagai selingan, tambahkan susu.
  3. Pukul 12.00 pada waktu makan siang.
  4. Pukul 16.00 sebagai selingan
  5. Pukul 18.00 pada waktu makan malam.
  6. Sebelum tidur malam, tambahkan susu.
  7. Jangan lupa kumur-kumur dengan air putih atau gosok gigi.

Contoh Pola Jadwal Pemberian Makanan Menjelang Anak Usia 1 Tahun. Perlu diketahui, jadwal pemberian makanan ini fleksibel (dapat bergeser, tapi jangan terlalu jauh)

  1. Pukul 06.00 : Susu
  2. Pukul 08.00 : Bubur saring/Nasi tim
  3. Pukul 10.00 : Susu/Makanan selingan
  4.  Pukul 12.00 : Bubur saring/Nasi tim
  5. Pukul 14.00 : Susu
  6. Pukul 16.00 : Makanan selingan
  7. Pukul 18.00 : Bubur saring /nasi tim
  8. Pukul 20.00 : Susu

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

Dari wawancara yang kami lakukan dengan keluarga bapak Ponidi dan ibu Tri Sartini,yang bertempat tinggal di Prancak Glondong RT 7 keluarga bapak Ponidi dan Ibu Tri Sartini mempunyai anak berusia 2,5 tahun yang bernama Tasya Rahmadhani. Tasya adalah anak kedua dari dua bersaudara,Tasya mempunyai kakak laki-laki yang berusia 8 tahun. Bapak Ponidi beserta istrinya bekerja di tempat pak RT membuat tahu. Saat ibunya bekerja Tasya ikut ke tempat kerja,jadi ibunya bekerja sambil mengurus anaknya. Ibu Tri Sartini bercerita kepada kami terakhir dia memberikan ASIkepada Tasya saat berumur 2 tahun,sebelumnya ibu Tri Sartini memberikan ASI eksklusif kepada anak keduanya Tasya. Ibu Tri Sartini tidak kesulitan  dalam memilih makanan, karena Tasya suka makanan apa saja yang dihidangkan. Dalam satu kali makan ibu Tri Sartini menghidangkan nasi, sayur, lauk berupa tahu, tempe, kadang telur tetapi untuk buah ibu Sartini jarang menghidangkannya. Walaupun Ibu Sartini sibuk bekerja ia tidak pernah lupa memasak untuk anak-anaknya. Jika Tasya susah makan ibu Sartini memberikan susu kental, agar Tasya  tetap mendapatkan asupan gizi. Walaupun ibu Tri Sartini sudah tidak memberikan ASI, ia tetap memberikan susu formula untuk anaknya. Tasya paling suka dengan sayur bayam dan wortel. Tasya makannya sedikit tetapi sering bahkan sehari bisa empat kali makan. Menurut cerita dari Ibu Tri Sartini walaupun ia sudah memasak Tasya masih saja membeli jajan yang ada diwarung seperti, tempura, sosis, chiki-chiki, dan ibu tidak pernah melarang anaknya jajan diluar karena jika dilarang anaknya marah dan menangis. Menurut Ibu Tri Sartini makanan yang dikonsumsi oleh Tasya sudah cukup untuk pertumbuhannya. Jika  tidak sibuk Ibu rutin pergi keposyandu terakhir saat penimbangan berat badan Tasya 11 kg.

Dalam pemberian ASI eksklusif ibu Tri Sartini sudah sesuai dengan teori, yang dianjurkan oleh WHO dan UNICEF sampai umur 2 tahun. Karena, dalam satu penelitian menunjukan bahwa beberapa zat imun meningkat jumlahnya dalam ASI ditahun kedua sehingga memberikan perlindungan yang lebih besar bagi anak. Belum lagi kandungan gizinya pada tahun kedua setiap 448 ml ASI memenuhi kebutuhan anak 29% dari kebutuhan energinya, 43% dari kebutuhan proteinnya, 36% dari kebutuhan kalsium, 75% dari kebutuhan vitamin A, 76% kebutuhan asam folat, 94% kebutuhan vitamin B12  dan 60% dari kebutuhan vitamin C.( WHO dan UNICEF, 2009 )

Dalam teori berat badan ideal usia 2 tahun yaitu 12, 4 kg, tetapi pada Tasya belum memenuhi berat badan ideal karena berat badannya 11 kg. Tetapi, bukan berarti Tasya kekurangan gizi. Menurut teori Tasya juga sudah memenuhi kebutuhan vitamin A karena Tasya sangat senang makan sayur-sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, dan sebagainya. Walaupun Tasya makannya sedikit tetapi sering sehari bisa sampai 4 x dan itu sudah mencukupi gizi yang dibutuhkan Tasya. Itu berarti sesuai dengan teori yang dijelaskan bahwa Anak Usia 2 tahun lebih diberikan makanan yang terdiri dari nasi, lauk pauk, dan buah. Makanan tersebut diberikan 3 x sehari. ( Depkes RI, 2008)

Kesenjangan yang temukan dalam wawancara dengan Ibu Tri Sartini yaitu, Tasya masih saja membeli jajan yang ada diwarung seperti, tempura, sosis, chiki-chiki. Padahal menurut teori mengkonsumsi jajanan yang sembarangan dapat mengganggu kesehatan dan perkembangan anak. Karena berdasarkan hasil survey badan pengawas obat dan makanan (BPOM) pada tahun 2007 terhadap 4500 sekolah di Indonesia 45% jajanan yang dijual tercemar bahaya pangan mikrobiologis. Berbagai zat yang terkandung pada makanan yang dijual oleh para pedagang diantaranya zat pewarna, boraks, formalin, dan zat-zat berbahaya lainnya.( BPOM RI, 2007 )

 Kesenjangan yang kedua yang kami temui adalah ibu Tri Sartini kurang dalam memberikan asupan gizi yang mengandung vitamin, separti buah-buahan segar. Pada hal dilihat dari teori bahwa balita itu harus memperoleh asupan gizi yang banyak mengandung karbohidrat, lemak, dan vitamin. ( Sediaoetama, 2010)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. A.   Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa:

                        Gizi seimbang pada balita sangat diperlukan karena pada masa itu anak memerlukan gizi yang cukup untuk  pertumbuhannya. Dengan penyusunan makalah ini mahasiswa mampu membuat satuan acara penyuluhan, menyusun menu balita, dan juga membuat leaflet untuk balita. Satuan acara penyuluhan dibuat oleh mahasiswa untuk memperlancar jalannya penyuluhan agar baik dan benar sesuai dengan yang diharapkan, dan dengan adaya leaflet diharapkan ibu lebih mengerti apa yang disampaikan. Contoh menu seimbang yang diberikan mahasiswadiharapkan ibu mampu memberikan gizi seimbang pada anaknya.

 

B.Saran

1. Bagi Keluarga

Keluarga sebaiknya selalu memperhatikan asupan gizi anak, karena gizi itu sangat mempengaruhi proses pertumbuhan anak terutama kecerdasan otak anak. Oleh karena itu, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, sehingga anak selalu dalam kondisi sehat karena nutrisi yang dibutuhkan tercukupi.

  1. Bagi mahasiswa

Diharapkan untuk mahasiswa dapat memahami apa masalah gizi yang sering terjadi pada masyarakat, sehingga saat terjun langsung ke masyarakat mahasiswa sudah menguasai dan bisa menerapkannya dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sediaoetama, 2010, Ilmu Gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta, Dian Rakjat

Soetjiningsih,  2001, Tumbuh Kembang Anak, Jakarta, EGC

Proverawati, 2010, Buku Ajara Gizi untuk Kebidanan, Yogjakarta,  Nuha Meidka

Suhardjo, 1992, Pemberin Makanan pada Bayi dan Anak, Jakarta, kanisius

Melinda, 2011, Kebutuhan Nutrisi Balita, http://www.melindahospital.com, Tgl 090413 jam 11:30

Kurniadi Rizki, 2012, materi penyuluhan kesehatan tentang gizi balita, http://asuhankeperawatanonline.blogspot.com, Tgl 100413 jam 19:00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SATUAN ACARA PENYULUHAN

 

MATERI PENYULUHAN           :Gizi Seimbang Bagi Balita

PENYULUH                              : Mahasiswa AKBIDYO

AUDIENS                       :Keluarga Bapak Ponidi dan Ibu Tri Sartini

HARI/TANGGAL/JAM               :

WAKTU                                         :

LOKASI                             :RT. 7 RW PrancakGlondong

  1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mengikuti penyuluhan tentang gizi balita diharapkan keluarga terutama ibu mampu mengetahui dan memenuhi kebutuhan gizi pada anak balita.

  1. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah mengikuti penyuluhan ibu diharapkan akan mampu :

  1. Menyebutkan pengertian gizi
  2. Menyebutkan tiga kandungan zat gizi yang diperlukan oleh balita.
  3. Menyebutkan dua sumber-sumber protein, karbohidrat, dan lemak.
  4. MATERI
    1. Pengertian gizi
    2. Pengertian balita
    3. Kebutuhan nutrisi untuk balita
    4. Dampak kekurangan gizi pada balita
    5. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi balita
    6. Contoh menu balita

 

 

 

  1. PENDEKATAN
    1. Berkunjung kerumah ibu untuk menanyakan kesediaaanya untuk dilakukan penyuluhan dan pengkajian tentang gizi seimbang bagi balita
    2. Berkunjung untuk melakukan kesepakatan kapan dilakukannya pengkajian tentang gizi seimbng bagi balita.
    3. METODE

Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi.

  1. MEDIA

Menggunakan media leaflet, menu gizi untuk balita.

  1. MATERI PENYULUHAN

No

Materi

AUDIENS

metode

media

waktu

1.

Memberi salam dan perkenalan

Menjawab salam

ceramah

 

5 menit

2.

Menjelaskan tentang gizi seimbang pada balita

Mendengarkan dan memperhatikan penjelasan.

Ceramah

Leflet dan menu gizi untuk balita

15 menit

3.

Memberikan kesempatan bertanya pada keluarga

Bertanya tentang apa yang belum dimengerti dari penjelasan yang diberikan.

diskusi

 

10 menit

4.

Menjawab pertanyaan

Mendengarkan dan memperhatikan.

ceramah

 

10 menit

5.

Mengevaluasi pengetahuan ibu tentang materi yang disampaikan dan menyimpulkan materi yang disampaikan dan memberi salam

Mendengarkan, mendengarkan, dan menjawab salam.

ceramah

 

10 menit

JUMLAH TOTAL WAKTU

50 menit

 

  1. EVALUASI
    1. Apakah pengertian gizi untuk balita?

Gizi balita adalah elemen yang terdapat dalam makanan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh, yang berguna untuk pertumbuhan balita.

  1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi gizi pada balita?
    1. Pengetahuan
    2. Persepsi
    3. Kebiasaan
    4. Kesukaan makanan tertentu
    5. Jarak kelahiran yang terlalu rapat
    6. Sosial ekonomi
    7. Penyakit infeksi
    8. Apa saja kebutuhan gizi untuk balita
      1. Zat tenaga
      2. Zat pembangun
      3. Zat pengatur

 

 

 

 

  1. DAFTAR PUSTAKA

Sediaoetama, 2010, Ilmu Gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta, Dian Rakjat

Proverawati, 2010, Buku Ajara Gizi untuk Kebidanan, Yogjakarta,  Nuha Meidka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI PENYULUHAN KESEHATAN

TENTANG GIZI BALITA

  1. A.   Pengertian

 

Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh sepert karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.Balita adalaha anak yang berada rentang usia 0-5 tahun pada usia ini otak anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dikenal dengan istilah masa keemasan, maka dari itu diperlukan gizi yang cukup untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan balita.

  1. B.   Kebutuhan gizi untuk balita
    1. Zat Tenaga

Zat gizi yang mengahasilkan tenaga atau energi adalah karbohidrat, lemak dan protein. Bagi balita tenaga diperlukan untuk melakukan aktivitasnya serta pertumbuhan dan perkembangannya.oleh karena itu, kebutuhan zat gizi sumber tenaga balita relatif lebih besar daripada orang dewasa.zat tenaga bisa didapat dari beras, jagung, gandum, kentang,sagu dan juga roti.

  1. Zat Pembangun

Protein sebagai zat pembangun bukan hanya untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan organ-organ tubuh balita, tetapi juga menggantikan jaringan yang sudah rusak. Zat pembangun ini terdapat protein hewani    ( kacang-kacangan, tempe, dan tahu ).

  1. Zat pengatur

Zat pengatur berfungsi agar organ-organ dan jaringan  tubuh termasuk otak dapat berjalan seperti yang diharapkan, serta untuk memberikan perlindungan maksimal kepada tubuh dari serangan penyakit. Zat pengatur dapat diperoleh dari semua sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral, seperti jeruk, pepaya, wortel, sawi dan bayam.

  1. C.   Dampak kekurangan gizi
  2. Gagal tumbuh yang membuat  terhambatnya pertumbuhan fisik sehingga anak tumbuh kecil dan pendek.
  3. Menyebabkan gangguan kecerdasan
  4. Menurunnya daya tahan tubuh yang dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian.
  5. D.   Contoh Menu Balita
  6. Bangun tidur

Minum jus jeruk manis

  1. Makan pagi ( 30 menit setelah minum jus)

Omlet nasi, telur kocok, dan sayuran iris kecil-kecil.

  1. Makan Siang

Nasi, sup sayur, perkedel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DOKUMENTASI

 

 

Gambar 1.1 Perkenalan

 

Gambar 1.2 Saat Wawancara

 

 

 

Gambar 1.3 Pemberian Bingkisan

 

Gambar 1.4 Ibu Tri Sartini dan TasyaImage

PERKEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BANTUL

Image

HARBIYANI UYUN MA’RUFFAH

120130

II D

 

™Latar Belakang

  Bantul merupakan satu kabupaten besar yang berada di Provinsi Yogyakarta. Dengan luas wilayah mencapai  506,9km² dan merupakan 15,91% dari seluruh luas wilayah Propinsi DIY. Kabupaten Bantul terletak di bagian Selatan Wilayah Propinsi DIY, yaitu antara 07º44’04”– 08º00’27”LS dan 110º12’34”– 110º31’08”BT.

 

Dengan daerah yang luas tersebut maka banyak sekali keanekaragaman. Potensi daerah, kelemahan daerah, peluang hingga tantangan daerah pun bermacam-macam, sampai penyakit yang timbul hingga kematian ibu dan bayi di daerah Kabupaten Bantul juga tak kalah banyaknya yang disebabkan oleh berbagai sebab. Visi pembangunan kesehatan di Kabupaten Bantul adalah “Masyarakat Sehat yang Mandiri”. Dalam  rangka mewujudkan  visi tersebut, seluruh upaya  kesehatan yang dilakukan  oleh  sektor kesehatan,  non kesehatan,  swasta dan peran serta masyarakat  dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Dengan visi tersebut maka dapat dilihat dengan   gambaran  situasi  Derajat Kesehatan Masyarakat (angka kematian, status gizi, angka kesakitan), Upaya Kesehatan (pelayanan kesehatan, akses dan mutu pelayanan kesehatan, perilaku hidup masyarakat, keadaan lingkungan), Sumber Daya Kesehatan (sarana kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan) di Kabupaten Bantul. Informasi ini dapat di lihat melalui internet pada halaman Profile Kesehatan Kabupaten Bantul.

™Rumusan Masalah
1.Potensi apa sajakah yang terdapat di Kabupaten Bantul?
2.Masalah apa sajakah yang terdapat di Kabupaten bantul?
3.Peluang hingga tantangan apa saja yang terjadi di Kabupaten Bantul?
 
™POTENSI DAERAH
•Mata pencaharian

Di daerah pedesaan: petani, peladang perkebunan, buruh bangunan-pabrik, penambang pasir

Di daerah dekat pantai: nelayan, pedagang ikan, mengusaha rumah makan (dengan berbagai macam seafood)

•Banyak rumah sakit swasta dan satu rumah sakit      daerah besar yang mempunyai pelayanan kesehatan yang cukup lengkap. Contoh: RSUD Panembahan Senopati Bantul, PKU Muhammadiyah Bantul, Rahma Husada, Rajawali Citra, Patmasuri, Nur Hidayah, Permata Husada, dll.
•Kerajinan, contoh: kerajinan kulit di Manding, kerajinan pembuatan wayang di Pocung Imogiri, kerajinan keramik di Kasongan, pembuatan kerajinan batik di Imogiri dan Pandak, dll.
•Pabrik, contoh: pabrik tahu-tempe Jalan Imogiri Barat Km 6 Ngoto, pabrik gula madukismo di Desa Padokan (Tirtonirmolo, Kasihan) dan di Kedaton Pleret, pabrik rokok, pabrik sepatu, pabrik wik, pabrik sarung tangan di Pleret, PT Busana Rejeki Agung di Jl. Pemuda Gandekan, Samitek di Jl. Krapyak Sewon
•Usaha-usaha kecil di pedesaan: pembuatan peyek-kripik, bakpia, geplak, dll.
•Pendidikan : sebagian besar daerah Bantul sudah tidak tertinggal lagi, listrik sudah tercapai dan pendidikan pun sudah banyak berdiri negeri maupun swasta. PAUD hingga SMA/SMK/Sekolah Kesehatan pun ada, bahkan Perguruan Tinggi pun juga ada.
•Banyak terdapat tempat-tempat pariwisata: Goa Cermai, Goa Selarong, Makam Raja-raja, Pantai Parang Tritis, Pantai Depok, Pantai Kwaru, Pantai Goa Cemara, kebun buahdll.
 
™Masalah Daerah
•Penambangan pasir: menyebabkan kali(sungai) semakin dalam yang dapat menyebabkan longsor daerah sekitarnya
•Pabrik gula, pabrik tahu-tempe: pencemaran lingkungan daerah sekitar hingga udara karena limbahnya.
•Pemerintahan: dengan adanya Otonomi Daerah, Bantul termasuk kabupaten yang boros, karena 70% anggaran hanya untuk gaji pegawai, dan hanya 30% untuk pembangunan.
•Pembangunan Kesehatan yang kurang: DB karena jentik nyamuk yang disebabkan kurang pembersihan bak air dan daerah sekitar karena sibuknya, sebagian besar menjadi perokok pasif karena banyak perokok aktif di daerah sekitar.
•Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan walaupun sudah banyak didirikan layanan pendidikan
•Kematian ibu atau bayi yang masih cukup tinggi, karena ternyata masih banyak yang tidak mengerti akan dasar-dasar kesehatan dan upaya pencegahan serta kurang informasi
•Tenakes: tidak profesional
•Kekurangan tenaga kesehatan
 
™PELUANG
•Tersedianya SDA dan SDM yang melimpah
•Tersedia dan terjangkaunya berbagai pengobatan
•Banyak tempat-tempat pariwisata
•Promosi kesehatan
 
™TANTANGAN
™
•Dengan letak yang strategis dan mata pencaharian yang merugikan menyebabkan berkurangnya lahan pertanian
•Menghadapi pemikiran orang tua/ibu hamil akan pentingnya kesehatan dan pendidikan:
  1. Penyebab kematian  ibu : Pre Eklampsia Berat (PEB) , pendarahan , dan  emboli air ketuban , dan penyebab tidak langsung seperti DM, gangguan jiwa, stroke, kelainan jantung, dan lain-lain.
  2. Penyakit lain yang diderita masyarakat: influensa, penyakit saluran nafas (diantaranya Pneumonia), TBC ,diare, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit menular seksual

PEMBAHASAN

™Dengan keanekaragaman yang terdapat di Kabupaten Bantul dari mata pencaharian, pendidikan, usaha yang didirikan, lapangan pekerjaan, sumber daya yang memadai, tenaga kesehatan, rumah sakit yang cukup dan terjangkau ini diharapkan angka sehat penduduk dan kecukupan hidup masyarakat meningkat. Tetapi di lapangan ternyata masih saja berbagai penyakit timbul.
 
™Kesimpulan

Dari uraian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Kabupaten Bantul mempunyai banyak potensi dalam sisi positifnya. Tetapi pada segi negatif status kesehatan masyarakatnya masih kurang karena terbukti masih banyak penyakit yang menyebabkan kematian ibu dan penyakit-penyakit pada masyarakat yang timbul.

™Saran

Karena masih rendahnya pendidikan dan informasi tentang penyakit maka diharapkan masyarakat untuk lebih menggali dan mencari informasi untuk mencegah dan menurunkan angka kesakitan masyarakatnya.

TERIMAKASIH🙂