BAYI TABUNG sebagai tugas ETIKOLEGAL DALAM KESELAMATAN PASIEN

PRAKTIKUM

 

ETIKOLEGAL DAN KESELAMATAN PASIEN DALAM

PRAKTEK KEBIDANAN

(KONSEP HUKUM PERUNDANG-UNDANGAN KESEHATAN BERKAITAN DENGAN BAYI TABUNG)

 

 

Disusun Oleh:

Kelompok 1 Semester II

  1. Novita Ningrum                    120129
  2. Harbiyani Uyun Ma’ruffah 120130
  3. Sri Endah Istiqhfarin           120131
  4. Ranityas Kinasih                 120132
  5. Ermawati                               120133
  6. Fatmawati                              120134
  7. Anissa Mulia                         120135
  8. Rida Sholehati                     120136
  9. Adelina Ratna D N              120137

10. Sinta Bella                            120139

 

AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2013

LEMBAR PERSETUJUAN

 

(KONSEP HUKUM PERUNDANG-UNDANGAN KESEHATAN BERKAITAN DENGAN BAYI TABUNG)

PRAKTIKUM

MATA KULIAH ETIKOLEGAL DAN KESELAMATAN PASIEN

 

Telah disetujui untuk diambil penilaian di depan penguji

Pada Tanggal

 

Dipersiapkan dan disusun Oleh

Kelompok 1 Semester II

  1. Novita Ningrum                                120129
    1. Harbiyani Uyun Ma’ruffah             120130
    2. Sri Endah Istiqhfarin                       120131
    3. Ranityas Kinasih                             120132
      1. Ermawati                                           120133
      2. Fatmawati                                          120134
        1. Anissa Mulia                                     120135
        2. Rida Sholehati                                 120136
    4. Adelina Ratna D N                          120137
      10. Sinta Bella                                       120139

 

Mengetahui,

 

Pembimbing

 

 

(Yuni Fitriana, S.ST.,M.H.Kes)

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia yang luar biasa sehingga kami dari kelompok 1 dapat menyelesaikan makalah Praktikum Etikolegal dan Keselamatan Pasien dalam Praktek Kebidanan yang berjudul “Konsep Hukum Perundang-undangan Kesehatan Berkaitan dengan Bayi Tabung”.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada:

  1. Drs. Hendri Soekirdi selaku Direktur Akademi Kebidanan Yogyakarta
  2. Yuni Fitriana, S.ST, M.H.Kes selaku pembimbing kelompok 1
  3. Teman-teman yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik
  4. Orang tua kami yang selalu memberikan dukungan dan doa untuk kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar

Tentu banyak kekurangan yang masih luput dari pencermatan kami, semata-mata kekurang mampuan kami dalam hal bahasa ataupun penguasaan materi. Kritik, masukan, dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh kami demi perbaikan makalah ini. Kami harap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, Amin.

 

 

Yogyakarta, April 2013

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pasangan suami istri yang normal dapat memiliki anak dengan kehamilan yang alami. Pada umumnya dalam keadaan sehat dan normal, pasangan suami istri yang melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi dapat membuahkan kehamilan paling lama dalam waktu satu tahun. Sebaliknya, kalau kehamilan belum juga terjadi dalam waktu satu tahun itu maka pasangan itu tergolong pasangan yang tidak subur (infertil). Tetapi istilah mandul seringkali digunakan untuk menyebut pasangan suami istri yang belum mempunyai anak walaupun telah lama menikah. Padahal pasangan suami istri yang belum mempunyai anak setelah lama menikah tidak selalu mengalami kemandulan. Yang lebih banyak terjadi adalah pasangan yang infertil atau pasangan yang tidak subur.                     

Penyebab pasangan suami istri sulit memiliki anak, diantaranya adanya gangguan fungsi seksual, gangguan sistem endokrin, dan faktor eksternal seperti hubungan jarak jauh. Data kasus yang ada menunjukkan bahwa penyebab gangguan kesuburan 40% ada di pihak pria, 40% di pihak wanita, 10% kedua pihak dan 10% tidak diketahui. Pria maupun wanita yang mandul tetap mempunyai fungsi seksual yang normal. Tetapi sebagian orang yang mengetahui dirinya mandul kemudian mengalami gangguan fungsi seksual sebagai akibat hambatan psikis karena menyadari kekurangan yang dialaminya.

Sekarang ini sudah muncul berbagai kecanggihan yang dapat di gunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah proses bayi tabung yaitu suatu proses pembuahan yang dilakukan diluar rahim, untuk mempersatukan sperma dan ovum dalam sebuah alat medis/tabung kemudian dimasukkan dalam rahim perempuan.

 

Pengembangan bayi tabung di Indonesia pada saat ini mulai terbuka untuk peminatnya. Sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan modern dan teknologi kedokteran dan biologi yang canggih, maka teknologi bayi tabung juga maju dengan pesat. Di Indonesia bayi tabung pertama lahir 2 Mei 1988 bernama Nugroho Karyanto. Program fertilisasi in vitro yang diprakarsai oleh Prof. DR. Dr. Sudraji Sumapraja, SpOG (disebut Bapak Bayi Tabung Indonesia).         

Saat ini di Indonesia sudah ada 26 klinik infertilitas dan bayi tabung di bawah naungan PERFITRI (Perkumpulan Fertilitasai In Vitro Indonesia) yang tersebar 11 kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Depok, Magelang dan Padang). Klinik ini telah didukung oleh dokter professional dan fasilitas terdepan, Dokter kandungan dan kebidanan.

Teknologi bayi tabung tidaklah murah. Dibutuhkan biaya antara 35-60 juta tergantung kondisi dari pasangan suami isteri tersebut. Dari sekitar 4 juta pasangan suami istri yang membutuhkan program bayi tabung, hanya sebagian saja yang dapat menjangkaunya. Sejak 1987-2007 di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita tercatat 945 bayi tabung dilahirkan dan sehat dibawa pulang (take home baby). Sedangkan di sentra-sentra bayi tabung lain angkanya jauh lebih kecil.

B. Tujuan

1. Tujuan umum

Mengetahui konsep hukum perundang-undangan yang berkaitan dengan bayi tabung.

2. Tujuan khusus

  1. Mengetahui pengertian bayi tabung
  2. Mengetahui bagaimana proses bayi tabung
  3. Mengetahui manfaat bayi tabung
  4. Mengetahui gambaran bayi tabung dari segi hukum dan agama

BAB II

TINJAUAN TEORI

 

  1. A.   Pengertian Bayi Tabung

Bayi tabung atau fertilisasi-in-vintro adalah pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh petugas medis. Bayi tabung merupakan suatu teknologi reproduksi berupa teknik pembuahan sel telur (ovum) di luar tubuh wanita. Awal berkembangnya teknik ini bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada temperatur -321 derajat fahrenheit.

Pada mulanya program ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopi istrinya mengalami kerusakan permanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pada yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan.

Proses pembuahan dengan metode bayi tabung antara sel sperma suami dengan sel telur istri, sesungguhnya merupakan upaya medis untuk memungkinkan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. Sel sperma tersebut kemudian akan membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. Sel telur yang telah dibuahi ini kemudian diletakkan pada rahim isteri dengan suatu cara tertentu sehingga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya.

Dalam kehidupan modern ini, ada kemungkinan seorang istri menghamilkan suatu benih laki-laki bukan melalui jalur biasa, yaitu melalui hubungan kelamin. Tetapi melalui cara suntikan atau operasi, sehingga benih laki-laki itu di tempatkan kedalam rahim istri (wanita) itu sampai ia mengandung. Karena benih laki-laki disedot dari zakar laki-laki itu dan disimpan lebih dulu dalam suatu tabung, maka kehamilan seperti itulah yang dinamakan kehamilan bayi tabung.

Teknik fertilisasi in vitro dimulai dengan pemberian suntikan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) sebagai pemicu ovulasi. Lalu sel telur yang cukup matang diambil dan dimasukkan ke dalam media biakan pada cawan petri. Sedangkan sperma dipilih yang baik (gerakannya aktif, bentuknya utuh). Pada fertilisasi in vitro konvensional dibutuhkan 10.000 sperma yang disebar di sekitar sel telur (oosit). Setelah dibuahi dan berkembang menjadi embrio, kemudian ditransfer ke dalam rahim ibu. Kehamilan dapat dideteksi melalui pemeriksaan urin dua minggu setelah transfer embrio.

Apabila suami yang mengalami infertilitas, teknik fertilisasi in vitro konvensional tidak dapat dilakukan. Teknik unggulan untuk kasus ini yaitu ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection). Cukup satu sperma terbaik disuntikkan langsung ke dalam sel telur (oosit). Bila telah dibuahi dan menjadi embrio, siap ditransfer ke rahim ibu. Di Indonesia teknik ini pertama kali diterapkan pertengahan 1995 dan bayi tabung ICSI pertama lahir pada April 1996. Angka keberhasilannya mencapai 30%.

Pada kasus yang lebih berat yaitu tidak adanya sperma pada air mani (azoospermia) dibutuhkan penanganan yang berbeda. Sperma diambil secara langsung ke dalam epididimis melalui teknik MESA (Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration). Pengambilan juga dapat dilakukan langsung ke testis dengan teknik TESE (Testicular Sperm Extraction). Pengambilan ini dilakukan beberapa kali. Kemudian sperma disuntikkan ke sel telur. Sperma yang lebih dapat disimpan untuk dipakai kembali bila diperlukan. Teknik ini juga telah dilakukan di Indonesia. Terbukti pada Februari 2004 lahirlah bayi tabung pertama hasil teknik ini.

Umumnya embrio yang ditransfer maksimal 3. Bila masih ada embrio yang lebih, dapat disimpan dengan teknik kriopreservasi. Teknik ini meliputi proses pembekuan, penyimpanan, dan pencairan kembali. Bagi pasien yang gagal hamil dan ingin hamil lagi, dapat langsung pada tahap transfer embrio. Tidak perlu mengulang FIV dari tahap awal. Keberhasilan hamil melalui transfer embrio simpan beku mencapai 15%.

Teknik terbaru yang menggembirakan adalah fertilisasi in vitro dengan AH (Assisted Hatching). Dikhususkan bagi wanita kelompok umur >40 tahun. Kelompok umur ini memiliki peluang hamil rendah yaitu hanya 8%. Jumlah dan kualitas sel telur menurun, gangguan pada endometrium, kadar hormon FSH (Folicel Stimulating Hormone) yang tinggi semakin memperkecil kemungkinan untuk hamil. FIV dengan AH juga efektif untuk kasus yang gagal dengan teknik-teknik yang telah disebutkan sebelumnya. Pemanfaatan sinar laser untuk menembak dinding embrio agar embrio dapat keluar dan melekat pada dinding rahim (proses implantasi) adalah kunci keberhasilan dari teknik ini. Proses implantasi embrio yang dibantu ini merupakan kemajuan tercanggih saat ini. Di Indonesia bayi tabung pertama melalui AH lahir pada Januari 2008.

Komplikasi terbanyak yang mungkin terjadi pada proses bayi tabung adalah abortus (keguguran). Angka kejadiannya antara 25%-30%. Komplikasi lain adalah kehamilan di luar rahim, kehamilan ganda, dan cacat bawaan. Untuk mendeteksi cacat bawaan, Family Fertility Clinic menyediakan tes genetik atau Preimplantation Genetic Diagnosis. Tes yang dilakukan sebelum transfer embrio ke rahim ini juga dapat mendeteksi penyakit-penyakit sistemik yang akan muncul.

 

 

 

B.Proses Bayi Tabung

Ketika hubungan suami istri yang dilakukan secara konvensional tidak mampu mengantarkan sperma sampai ke sel indung telur dalam rahim, proses bayi tabung bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami isteri (pasutri) untuk mendapatkan keturunan. Di Indonesia sendiri proses bayi tabung memang jarang dilakukan. Biayanya yang sangat mahal menyebabkan pasutri yang susah memiliki keturunan enggan memilih proses bayi tabung sebagai alternatif solusi. Selain itu, pro kontra keabsahan cara bayi tabung bagi pasutri agar mendapatkan keturunan jika dinilai dari kaca mata agama, juga menjadi bahan pertimbangan utama bagi sebagian besar masyarakat. Tidak mengherankan jika akhirnya mereka cenderung menghindari program ini.

Namun bagi Anda yang telah memutuskan proses bayi tabung sebagai alternatif solusi untuk mendapatkan keturunan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

  1. Memiliki keyakinan yang kuat agar proses pembuatan bayi tabung bisa berhasil; 
  2. Menjaga kesehatan tubuh secara optimal sebelum penyuntikan sperma dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengontrol hormon tubuh agar sesuai yang diharapkan dan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu;
  3. Persiapan menghadapi proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses seleksi untuk mendapatkan sel telur yang terbaik; 
  4. Persiapan menjalani proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi secara In Vitro Fertilization (IVF);
  5. Setelah proses injeksi selesai dilakukan, pihak isteri harus kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari. Baru setelah itu bisa dideteksi apakah kehamilan bisa terjadi ataukah sebaliknya.

Adapun proses pembuatan bayi tabung berlangsung dalam tiga tahap, yaitu:

Tahap pertama

Tahap Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) yang meliputi fase down regulation dan terapi stimulasi. Fase down regulation merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu keadaan seperti menopouse agar indung telur siap menerima terapi stimulasi. Tahapan ini berlangsung antara dua minggu hingga satu bulan.Setelah fase down regulation selesai lalu dilanjutkan dengan terapi stimulasi.Tujuan dari terapi ini untuk merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur.Dengan demikian jumlahnya semakin banyak sehingga pada akhirnya bisa didapatkan sel telur yang telah matang ketika tiba pada operasi petik ovum.

Tahap kedua

Tahap operasi petik ovum/Ovum Pick-Up (OPU).Tahap ini bisa dilakukan ketika sudah terdapat tiga folikel atau lebih yang berdiameter 18 mm pada pagi hari dan pertumbuhan folikelnya seragam. Selain itu kadar E2 juga harus mencapai 200pg/ml/folikel matang.

Tahap ketiga

Tahap post OPU. Tahap ini meliputi dua fase, yaitu transfer embrio dan terapi obat penunjang kehamilan. Fase transfer embrio merupakan proses memasukkan dua atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. Setelah proses ini selesai lalu dilanjutkan dengan terapi obat penunjang kehamilan. Tujuan dari terapi tersebut untuk mempersiapkan rahim agar bisa menerima implantasi embrio sehingga embrio bisa berkembang normal.

Proses bayi tabung memang tidak bisa dilakukan secara instan. Oleh karena itu bagi pasutri yang telah memilih cara bayi tabung untuk mendapatkan keturunan, sejak awal memang dituntut mempersiapkan diri dengan baik agar mampu menjalani seluruh prosedur yang telah ditetapkan sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal.

 

C. Macam-macam Bayi Tabung

 1. Pembuahan Dipisahkan dari Hubungan Suami-Isteri.

Teknik bayi tabung memisahkan persetubuhan suami – istri dari pembuahan bakal anak. Dengan teknik tersebut, pembuahan dapat dilakukan tanpa persetubuhan. Keterarahan perkawinan kepada kelahiran baru sebagaimana diajarkan oleh gereja tidak berlaku lagi. Dengan demikian teknik kedokteran telah mengatur dan menguasai hukum alam yang terdapat dalam tubuh manusia pria dan wanita. Dengan pemisahan antara persetubuhan dan pembuahan ini, maka bisa muncul banyak kemungkinan lain yang menjadi akibat dari kemajuan ilmu kedokteran di bidang pro-kreasi manusia.

2. Wanita Sewaan untuk Mengandung Anak.

Ada kemungkinan bahwa benih dari suami istri tidak bisa dipindahkan ke dalam rahim sang istri, oleh karena ada gangguan kesehatan atau alasan–alasan lain. Dalam kasus ini, maka diperlukan seorang wanita lain yang disewa untuk mengandung anak bagi pasangan tadi. Dalam perjanjian sewa rahim ini ditentukan banyak persyaratan untuk melindungi kepentingan semua pihak yang terkait. Wanita yang rahimnya disewa biasanya meminta imbalan uang yang sangat besar. Suami istri bisa memilih wanita sewaan yang masih muda, sehat dan punya kebiasaan hidup yang sehat dan baik. Praktik seperti ini biasanya belum ada ketentuan hukumnya, sehingga kalau muncul kasus bahwa wanita sewaan ingin mempertahankan bayi itu dan menolak uang pembayaran, maka pastilah sulit dipecahkan.

 

3. Sel Telur atau Sperma dari Seorang Donor.

Masalah ini dihadapi kalau salah satu dari suami atau istri mandul; dalam arti bahwa sel telur istri atau sperma suami tidak mengandung benih untuk pembuahan. Itu berarti bahwa benih yang mandul itu harus dicarikan penggantinya melalui seorang donor.

Masalah ini akan menjadi lebih sulit karena sudah masuk unsur baru, yaitu benih dari orang lain. Pertama, apakah pembuahan yang dilakukan antara sel telur istri dan sel sperma dari orang lain sebagai pendonor itu perlu diketahui atau disembunyikan identitasnya. Kalau wanita tahu orangnya, mungkin ada bahaya untuk mencari hubungan pribadi dengan orang itu. Ketiga, apakah pria pendonor itu perlu tahu kepada siapa benihnya telah didonorkan. Masih banyak masalah lain lagi yang bisa muncul.

  1. 4.  Munculnya Bank Sperma

Praktik bayi tabung membuka peluang pula bagi didirikannya bank–bank sperma. Pasangan yang mandul bisa mencari benih yang subur dari bank sperma tersebut. Bahkan orang bisa menjual belikan benih–benih itu dengan harga yang sangat mahal misalnya karena benih dari seorang pemenang nobel di bidang kedokteran, matematika, dan lain-lain. Praktek bank sperma adalah akibat lebih jauh dari teknik bayi tabung. Kini bank sperma malah menyimpannya dan memperdagangkannya seolah–olah benih manusia itu suatu benda ekonomis.

Tahun 1980 di Amerika sudah ada 9 bank sperma nonkomersial. Sementara itu bank–bank sperma yang komersil bertumbuh dengan cepat. Wanita yang menginginkan pembuahan artifisial bisa memilih sperma itu dari banyak kemungkinan yang tersedia lengkap dengan data mutu intelektual dari pemiliknya. Identitas donor dirahasiakan dengan rapi dan tidak diberitahukan kepada wanita yang mengambilnya, kepada penguasa atau siapapun.

 

 D.Manfaat Dan Akibat Bayi Tabung

Manfaat dari bayi tabung adalah bisa membantu pasangan suami istri yang keduanya atau salah satunya mandul atau ada hambatan alami pada suami atau istri menghalangi bertemunya sel sperma dan sel telur. Misalnya karena tuba falopii terlalu sempit atau ejakulasinya terlalu lemah.

Namun akibat (mafsadah) dari bayi tabung adalah:

  1. Percampuran Nasab, padahal Islam sangat menjaga kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab, karena ada kaitannya dengan kemahraman (siapa yang halal dan haram dikawini) dan kewarisan.
  2. Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam.
  3. Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi/zina karena terjadi percampuran sperma dengan ovum tanpa perkawinan yang sah.
  4. Kehadiran anak hasil inseminasi  buatan bisa menjadi sumber konflik didalam rumah tangga terutama bayi tabung dengan bantuan donor merupakan anak yang sangat unik yang bisa berbeda sekali bentuk dan sifat-sifat fisik dan karakter/mental si anak dengan bapak ibunya.
  5. Anak hasil inseminasi buatan dan bayi tabung yang percampuran nasabnya terselubung dan sangat dirahasiakan donornya adalah lebih jelek daripada anak adopsi yang pada umumnya diketahui asal dan nasabnya.
  6. Bayi tabung lahir tanpa proses kasih sayang yang alami terutama pada bayi tabung lewat ibu titipan yang harus menyerahkan bayinya pada pasangan suami istri yang punya benihnya,sesuai dengan kontrak,tidak terjalin hubungan keibuan anatara anak dengan ibunya secara alami

Surat Al-Lugman ayat 14

Mengenai status anak hasil inseminasi dengan donor sperma atau ovum menurut hukum islam adalah tidak sah dan statusnya sama dengan anak hasil prostitusi. UU Perkawinan pasal 42 No.1/1974: ”Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah” maka memberikan pengertian bahwa bayi tabung dengan bantuan donor dapat dipandang sah karena ia terlahir dari perkawinan yang sah. Tetapi bayi tabung dengan sperma atau ovum donor tidak diizinkan karena tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Asumsi Menteri Kesehatan bahwa masyarakat Indonesia termasuk kalangan agama nantinya bias menerima bayi tabung seperti halnya KB. Namun harus diingat bahwa kalangan agama bias menerima KB karena pemerintah tidak memaksakan alat/cara KB yang bertentangan dengan agama. Contohnya: Sterilisasi, abortus. Oleh karena itu pemerintah diharapkan mengizinkan praktek bayi tabung yang tidak bertentangan dengan agama.

 

E. Pandangan Agama Terhadap Bayi Tabung

Apabila mengkaji tentang bayi tabung dari hukum islam,maka harus dikaji dengan memakai metode ijtihad yang lazim dipakai oleh para ahli ijtihad agar hukum ijtihadnya sesuai dengan prinsip-prinsip dan jiwa al-Quran dan sunnah menjadi pasangan umat.

 

Menurut Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 70

Artinya: Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka didaratan dan lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya merendahkan harkat manusia sejajar dengan hewan yang di inseminasi.

Hadist Nabi:

Tidak halal bagi seseorang yang beriman pada Allah dan hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain(vagina  istri orang lain). Hadist Riwayat Abu Daud,Al-Tirmizi dan hadist ini dipandang sahih oleh Ibnu Hibban.

Dengan hadist ini para ulama sepakat mengharamkan seseorang mengawini/melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari orang lain yang mempunyai ikatan perkawinan yang sah.

Pada zaman dulu masalah bayi tabung/inseminasi buatan belum timbul,sehingga kita tidak memperoleh fatwa hukumnya dari mereka. Kita dapat menyadari bahwa inseminasi buatan/bayi tabung dengan donor sperma atau ovum lebih mendatangkan madaratnya daripada maslahahnya.

 

F. Hukum Perundang-undangan Tentang Bayi Tabung

1. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

Tinjauan dari Segi Hukum Perdata Terhadap Bayi Tabung:

  1. Jika benihnya berasal dari suami istri

Jika benihnya berasal dari suami istri, dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai status sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya. Dengan demikian, anak hasil bayi tabung dalam hukum waris termasuk ke dalam ahli waris golongan I yang diatur dalam Pasal 852 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yaitu:

“Anak-anak atau keturunan-keturunan, sekalipun dilahirkan dan berbagai perkawinan, mewarisi harta peninggalan para orangtua mereka, kakek dan nenek mereka, atau keluarga-keluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garis lurus ke atas, tanpa membedakan jenis kelamin atau kelahiran yang lebih dulu.”

Jadi, hukum waris yang berlaku bagi anak hasil bayi tabung adalah sama dengan hukum waris yang berlaku terhadap anak kandung.  

Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami, maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil, bukan pasangan yang mempunyai benih. Dasar hukum pasal 42 UU No. 1/1974 Tentang Perkawinan dan pasal 250 KUHP`. Dalam hal ini suami dari istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sahnya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA.

  1. Jika salah satu benihnya berasal dari donor

Jika suami mandul dan istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Sel telur istri akan dibuahi dengan sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim istri.

Jika embrio diimplantasikan  ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum pasal 42 UU No. 1/1974 Tentang Perkawinan dan pasal 250 KUHP.

  1. Jika semua benihnya dari donor

Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan, tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan suami istri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah.

 

2. Undang-undang no. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

Pengaturan hukum terkait dengan bayi tabung ini dapat kita temui dalam Pasal 127 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam pasal tersebut diatur bahwa upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan:

  1. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal;
  2.  Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu
  3. Pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.

Jadi, pada dasarnya sperma dan ovum dalam upaya kehamilan melalui bayi tabung adalah milik suami istri yang sah yang pembuahannya dilakukan di luar rahim. Hal ini dilakukan oleh para pasangan suami-istri yang sperma dan ovumnya sulit melakukan pembuahan di dalam rahim. Sehingga harus dilakukan pembuahan di luar rahim dengan bantuan tenaga kesehatan dan teknologi yang ada. Kemudian hasil pembuahan tersebut ditanamkan kembali ke rahim istri dari mana ovum itu berasal. Jadi, anak atau bayi hasil pembuahan melalui bayi tabung ini adalah anak kandung suami istri itu sendiri.

 

  1. 3.    Undang-undang No. 32 Tahun 1996 Tentang HAM

Dari aspek HAM Pasal 10 ayat 1 dari UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang berbunyi ”Setiap orang berhak membentuk suatu keluarga dan melanjutkan keturunan melalui pernikahan yang sah”. Jadi kalau melanjutkan keturunan melalui donor sperma orang lain yang bukan berdasarkan perkawinan yang sah maka itu adalah pelanggaran HAM.

 

 

BAB III

KASUS DAN SKENARIO

 

  1. A.   Kasus Azoospermia PESA bayitabungberhasilhamil – Ari

posted in Berhasil hamil, Jakarta, Sperma bermasalah

Hi all,

Saya ingin berbagi pengalaman saya disini, karena dari situs inilah saya akhirnya yakin untuk mengikuti program bayi tabung, jadi rasanya perlu sharing apa yang saya alami disini.

Kami sudah hampir 4 tahun menikah, usia kami memang tergolong masih muda 28 tahun, tetapi setelah beberapa kali test analisa sperma yang hasilnya aazoospermia (0 sperma) maka kami makin yakin untuk ikut bayi tabung.

Di tahun 2010 kami datang ke BIC morula dan ditangani oleh dokter Ivan, dokter Ivan langsung menyarankan PESA (ambil sperma langsung dari pabriknya), alhamdullilah dapat 8 strow, kemudian sperma tersebut di freezing. Karena faktor keuangan, kami baru melanjutkan program bayi tabung di tahun 2011.

Proses dimulai dengan screening istri saya, stimulasi hormon, OPU, sampai ET, alhamdullilah semuanya berjalan lancar kecuali pasca OPU istri sempat sesak napas dan harus menginap di RS bunda semalam, mungkin ini faktor hyper stimulus.

Sebelum ET kita di infokan ada 4 embrio dalam kondisi baik, 2 ditransfer, dan 2 lagi lanjut di observasi. Ternyata setelah 2 hari ET di kabarkan sisa 2 embrio kita tidak layak untuk di freez, sempat sedih juga dan down karena kita jadi tidak punya cadangan kalau yang sekarang gagal.

Setelah 2 minggu menunggu kami pergi ke prodia untuk test urine dan darah, dan alhamdullilah hasilnya positif dengan bhcg 197. Hari ini kami akan konsul pertama kali ke dokter Anggia pasca ET.

http://bayi-tabung.com/azoospermia-pesa-bayi-tabung-berhasil-hamil-ari/

 

  1. B.   SKENARIO “Alhamdulillah Bayi Tabung Berhasil Hamil

Hampir 4 tahun menikah sepasang suami dan istri ini belum juga mempunyai seorang anak.Hari demi hari, akhirnya berganti tahun dan akhirnya berhasil juga mewujudkan impiannya mempunyai momongan dengan melakukan program bayi tabung.

Berawal dari keinginan sang istri yang menginginkan sekali untuk mempunyai anak.

Saat malam sesaat sebelum tidur.

Ibu           : Pah, uda  mau 4 tahun kita menikah tapi mama belum bisa ngsh anak buat papah walaupun umur kita masih 28 tahunan.
Bapak      : (menghembuskan nafas) mama sayang, mungkin Tuhan belum memberi kita anak.

Ibu           : tapi sampai kapan pah, mama kan juga pengen hamil, punya anak, buat nemenin mama di rumah, mama iri kalau ngeliat tetengga yang punya anak, mereka bisa main, liburan dan jalan-jalan dengan anak-anaknya.

Bapak      : ya terus kita harus berbuat apa mah? Tuhan belum ngsih kita momongan?Bsok kita ke rumah sakit aja deh buat periksa dan konsul ke dokter bagaimana baiknya.

Ibu           : iiaa pah, bsok pgi kita ke RSUD  SERUYA bertemu dengan dokter RINA.

bapak      : Ayo sudah mah kita tidur, uda malam ni.
     Keesokan paginya  tepat pukul jam 9 pagi suami dan istri itu sudah bersia-siap untuk pergi kerumah sakit. Sesampainya di rumah sakit

Perawat : Selamat pagi bapak dan Ibu ada yang bisa saya bantu?
Bapak      : sus, kami mau periksa dan konsul ke dr. Rina

perawat   : baik bapak, silakan bapak isi ini dulu (smbil memberikan kertas rekam medic ) dan tunggu di depan ruangan Dokter nanti ada perawat yang memanggil antrian bapak. Ada lagi yang bisa saya bantu bapak ..ibu ?

Bapak      : oh tidak ada sus terimakasih.

perawat   : sama-sama bapak.

Setelah beberapa saat menunggu, perawat memanggil bapak dan ibu wijaya

Perawat  : Dengan Bapak Wijaya dan Ibu di persilahkan masuk.
sambil menuju ke dalam ruangan dr. Rina

Dr. Rina : selamat pagi bapak.. Ibu ada yang bisa saya bantu ?
Bapak      : Begini, sudah hampir 4 tahun ini saya dan istri saya belum juga mendapatkan anak, kami ingin seperti keluarga-keluarga yang lain yang punya anak dok.
Dr. Rina  : heem,, begitu ya pak bu. Sebelumnya saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada ibu , haidnya normal  bu?
Ibu           : iya dok, selama ini normal- normal saja
Dr : iiaa, emm hubungan suami istrinya baik bu pak?
Bapak dan ibu : iyaa dok (sambil mengangguk)
Dr : baik bu, saya akan periksa ibu dahulu, silahkan bu.
beberapa saat kemudian setelah pemeriksaan ibu selesai.

Dr : setelah ini bapak melakukan beberapa kali test analisa sprema. Apakah bapak setuju
Ibu           : ya dok, saya setuju, hemm kira-kira pilihannya itu apa ya dok ?
Dr : bisa sekarang juga pak, Mari silahkan bapak ke ruang manstrubasi , dan taruh sperma bapak di dalam tabung ini, nanti ada perawat disana yang membantu bapak.
setelah beberapa saat bapak masuk ke dalam ruangan.
Dr : baiklah bapak ibu, semua test sudah di jalankan tinggal menunggu hasilnya, ada yang bisa saya bantu lagi ?
Bapak      : sepertinya sudah cukup dok, terimakasih banyak dok .
Dr : iya bapak sama-sama , setelah hasilnya keluar bisa segera menemui saya lagi ya bapak,, ibu.
beberapa hari kemudian setelah hasil pemeriksaan selesai keluarga ini kembali lagi ke dr Rina .
Perawat : Selamat pgi bapak dan Ibu ada yang bisa saya bantu?
Bapak      : begini sus, kami ada janji dengan Dr. Rina pagi ini.
Perawat  : baik bu pak silahkan langsung saja ke ruangan Dr.Rina saja.
Dr : (mempersilahkan bapak dan ibu duduk) selamat pagi pak bu, setelah saya melihat hasil pemeriksaan lab ini sebaiknya bapak dan ibu melakukan program bayi tabung karena hasil tes bapak menunjukan azoospermia (0 sperma).
bpak        : begitu ya dok, jadi apa yang harus kami lakukan dok.
Dr : begini pak,, buk,, saya menyarankan bapak danibu untuk PESA (ambil sperma langsung dari pabriknya).
Bapak      : baiklah dok, apapun itu yang penting kami bisa memiliki anak.
Beberapa saat setelah dr Rani menelpon langsung menerima keputusan
Dr : Setelah saya telpon ternyata kita dapat dapat 8 strow, dan setelah ini sperma akan di freezing.
Bapak      : terimakasih banyak dok, .
Dr.            : iia bapak sma2
 kemudian keluarga ini pulang dan berbincang bincang di rumah,
Ibu           : bagaimana ini pah, kita belum memiliki banyak dana untuk melaukan program ini .
Bapak      : yasudah mah, kita kan bisa lanjutkan di tahun depan, smabil bapak mencari banyak dana untuk program ini. Kita nabung dulu ya mah, pelen-pelan.
Ibu           : iya pah, mudah-mudahan saja program ini bisa kita jalankan.
kemudian baoak dan ibu tidur.

karena faktor keuangan, keluarga ini baru melanjutkan program bayi tabung di tahun depan.
setahun kemudian keluarga ini datang lagi ke dr. untuk melanjutkan program bayi tabung.
Setahun kemudian keluarga ini memutuskan untuk melanjutkan program bayi tabung.
pagi hari tepat pada jam 10 pagi.
Perawat  : Selamat pgi bapak dan Ibu ada yang bisa saya bantu?
Bapak                  : begini sus, kami ada janji dengan Dr. Rina pagi ini.
Perawat  : baik bu pak silahkan langsung ke ruangan Dr.Rina saja.
Ibu           : terimakasih sus.
masuk kedalam ruangan Dr.
Bapak      : selamat pagi dok.
Dr : (sapaan ramah) ehhh bapak ibu , silahkan masuk silahkan duduk, bagaimana pak sudah siap melakukan program bayi tabung?
Bapak      : iya dok, alhamdullah kami sudah siap dan memiliki dana cukup untuk melakukan program ini.
Ibu           : iya dok
Dr : owh begitu baik, biar nanti saya mulai dengan screening istri bapak, stimulasi hormon, OPU, sampai ET. Bgaimana pak bu, setuju ?
Bapak      : iya dok saya setuju, kapan bisa di mulai.
Dr :bsok bisa segara dimulai keempat proses itu. Apakah bpak dan ibu setuju ?
Bapak      : bagaimana mah?
Ibu           : iya pah mama setuju.
Bapak      : baik dok kami setuju , bsok jam berapa ya dok?
Dr : jam 8 pagi ya pak, buk saya tunggu di ruangan sya.
Bapak      : oke dok, besok jam 8 kami kesini, terimakasih banyak dok, kami pamit pulang dulu.
Dr : iya pak buk sama-sama.
keesokan harinya dengan berbagai kesiapan keluarga ini datang ke Dr.Rina untuk melakukan program.
masuk kedalam ruangan Dr.
Bapak      : selamat pagi dok.
Dr : (sapaan ramah) ehhh bapak ibu , silahkan masuk silahkan duduk, bagaimana buk sudah siap melakukan program ?
Ibu           : iya dok, alhamdullah saya sudah siap.
Dr melakukan screening berjalan lancer, stimulasi hormone berjalan lancer tetapi pada saat pasca Opu ibu sempat sesak napas dan harus menginap di RS bunda semalam.
Bapak      : bagaimana keadaan istri saya dok, apa dia baik-baik saja?
Dr : ia pak, ibu baik-baik saja hanya Ibu harus menginap semalam di Rs karena saat proses OPU ibu mengalami sesak napasmungkin ini disebabkan oleh faktor hyper stimulus, bapak tidak perlu khawatir dengan keadaan ibu, ibu hanya perlu istirahat saja.
Bapak      : ia dok terimakasih.
kesokan harinya proses ini di lanjutkan dengan ET.
Dr : pak bu, selama beberapa hari ini ibu akan melakukan ET dan untuk saat ini ada 4 embrio dalam kondisi baik, 2 akan ditransfer, dan 2 lagi lanjut di observasi.
Bapak : ia dok.
setelah 2 hari melakukan ET.
Dr : Pak bisa keruangan saya sekarang.
Bapak      : ia dok
Dr : begini pak, dari 4 embrio yang di pakai dalam proses bayi tabung ini ada 2 embrio yang tidak layak untuk di freez lagi.
Bapak      : (kaget) hemm trus kelanjutannya seperti apa dok? Kami kan tidak memiliki cadangan lagi kalau sampai ini gagal.
Dr : iiaa pak, saya akan usahakan yang terbaik untuk bapak dan ibu.
Bapak      : baik dok, saya serahkan semua yang terbaik saja dok.
Dr : iya bapak, setelah 2 minggu bapak dan ibu bisa segera ke prodia untuk test urine dan darah, bapak dan ibu berdoa saja semoga semua berjalan sesuai yang di harapkan.
Bapak      : baik dok kami pamit pulang dulu, terimakasih banyak dok. Selamat siang.
Dr : iya bapak ibiu sama-sama selamat siang.

Sesampainya di rumah, tepatnya di kamar menjelang tidur
Bapak      : apa yang mama rasakan setelah melakukan beberapa proses ini?
ibu           : cape pah, mama kesakitan waktu OPU, mama egk kuat nahan. Gimana nanti hasilnya ya pah mamah takut ini gagal apalagi dr vonis 2 cadangan embrio kita ssudah tidak bisa di pakai lagi.
Bapak: udah mah, kita berdoa aja, smoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Mamah jangan terlalu banyak mikir, nnti mamah sakit lagi, ayo kita tidur mah.
Ibu           : iya pah.

Setelah 2 minggu berlalu keluarga ini ke ruang prodia untuk melakukan test urin dan darah.
Perawat  : Selamat pgi bapak dan Ibu ada yang bisa saya bantu?
Bapak                  : begini sus, kami mau melakukan pemeriksaan urin dan darah.
Perawat  : baik bu pak silahkan isi data ini dan nanti bisa langsung keruangan prodia untuk tesnya.
masuk kedalam ruangan prodia.

Perawat :baik ibu ini hasil samplenya mau saya kirim ke lab dulu, bapak ibu bisa menunggu sebentar ya pak bu?
Ibu           : terimakasih sus.

Perawat berjalan ke ruang lab.

Perawat : mbak tolong di cek , makasih ya mbak

Pegawai lab: iya mbak

Di ruang tunggu

Ibuk         : bagaimana ya pah hasilnya, mamah takut.
Ibu           : ud mah, tenang aja kita serahkan sama yang di atas
setelah beberapa lama manunggu hasil tes .
Perawat : Bapak dan Ibu wijaya ini hasil tes labnya.
Bapak      : terimakasih sus.
saat membuka hasilnya
Bapak      : alhamdullilah hasilnya positif mah, mamah hamil.
Ibu           : (denghan wajah bahagia dan terkejut) alhmdullh pah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

  1. A.  Aspek Medis

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang menyinggung masalah ini. Dalam Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tenang Kesehatan, pada pasal 127 ayat 1 disebutkan, hasil pembuahan sperma dan sel telur di luar cara alami dari suami atau istri yang bersangkutan harus ditanamkan dalam rahim istri dari mana sel telur itu berasal. Hal ini menjawab pertanyaan tentang kemungkinan dilakukannya pendonoran embrio. Di dalam UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, upaya pendonoran jelas tidak mungkin, yang dimaksud adalah sperma dan ovum yang digunakan untuk bayi tabung harus berasal dari suami istri dengan perkawinan yang sah dan embrio harus ditanam pada rahim istri di mana ovum berasal.

 

B. Aspek Legal

Jika salah satu benihnya berasal dari donor. Jika suami mandul dan istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Sel telur istri akan dibuahi dengan sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim Istri. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA. Dasar hukum pasal 250 KUHP.

Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum ps. 42 UU No. 1/1974 dan pasal 250 KUHP. Permasalahan mengenai bayi tabung dengan sperma atau sel telur berasal dari orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang.

 

C. Aspek Etik(Moral)

Pada kasus yang kita bahas ini tampak sekali ketidaksesuaiannya dengan budaya dan tradisi ketimuran kita.  Sebagian agamawan menolak Fertilisasi invitro pada manusia, sebab mereka berasumsi bahwa kegiatan tersebut termasuk Intervensi terhadap “karya Illahi”. Dalam artian, mereka yang melakukakan hal tersebut berarti ikut campur dalam hal penciptaan yang tentunya itu menjadi hak prioregatif Tuhan. Padahal semestinya hal tersebut bersifat natural, bayi itu terlahir melalui proses alamiah yaitu melalui hubungan seksual antara suami-istri yang sah menurut agama.

 

D. Aspek Hak Asasi Manusia

Dalam HAM dikatakan semua orang dilahirkan bebas dengan martabat yang setara. Pengakuan hak-hak manusia telah diatur di dunia international, salah satunya tentang hak reproduksi.

Dalam kasus ini, meskipun keputusan bayi tabung dengan donor sperma dari laki-laki yang bukan suami wanita tersebut adalah hak dari pasangan suami istri tersebut, namun harus dipertimbangkan secara hukum, baik hukum perdata, hukum pidana, hukum agama, hukum kesehatan serta etika (moral) ketimuran yang berlaku di Indonesia.

Dalam UU No. 32 tahun 1996 tentang HAM dijelaskan bahwa setiap orang berhak membentuk keluarga dan mendapatkan keturunan dari pernikahan yang sah, jadi jelas bahwa bayi tabung dengan donor sperma dari laki-laki lain tidak sesuai dengan hukum HAM.

 

  1. E.  Aspek Agama

Dalam kasus tersebut sperma yang dipakai berasal dari pendonor yang bukan merupakan suami sah dari wanita yang rahimnya digunakan untuk implantasi embrio tersebut. Maka sudah jelas bahwa hal tersebut tidak dibenarkan dalam agama karena sperma dan sel telur bukan berasal dari laki-laki dan wanita yang menikah secara sah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

  1. A.  Kesimpulan

Dari pengetahuan yang didapat diatas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Bayi tabung dengan sel sperma dan ovum dari suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya kedalam rahim wanita lain(ibu titipan) diperbolehkan oleh agama maupun Undang-undang Kesehatan, jika kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan.Dan status anak hasil inseminasi macam ini sah menurut agama. 
  2. Bayi tabung dengan sperma dan ovum donor tidak diperbolehkan oleh agama maupun Undang-undang Kesehatan. Hukumnya sama dengan zina dan anak yang lahir dari hasil inseminasi macam ini statusnya sama dengan anak yang lahir diluar perkawinan yang sah. 
  3. Hukum di Indonesia hanya mengatur tentang anak hasil dari bayi tabung, sedangkan permasalahan mengenai bayi tabung dengan bahan inseminasi berasal dari orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia.

 

B. Saran

  1. Pemerintah hendaknya melarang berdirinya Bank Nutfah (Sperma) dan Bank Ovum untuk perbuatan bayi tabung, karena selain bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, juga bertentangan dengan norma agama dan moral, serta merendahkan harkat manusia.
  2. Pemerintah hendaknya hanya mengizinkan dan melayani permintaan bayi tabung dengan sel sperma dan ovum suami istri yang bersangkutan tanpa ditransfer kedalam rahim wanita lain dan seharusnya pemerintah hendaknya juga melarang keras dengan sanksi-sanksi hukumannya kepada dokter dan siapa saja yang melakukan bayi tabung pada manusia dengan sperma atau ovum donor.
  3. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anak Hasil Teknologi, http;//www.beritaindonesia.co.id, 160413 jam 18.15

Ari.  Azoosperma PESA Bayi Tabung Berhasil Hamil, http://bayi tabung.com, 100413 jam 13.30

Bayi Tabung Solusi Mengatasi Masalah Infertilitas, http://www.merdeka.com, 160413 jam 13.00          

Hanafiah, Jusuf. 1999.  Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta: EGC

Porseni9. 2010. Perspektif Hukum Islam Tentang Bayi Tabung, http://porseni9.blogspot.com 100413 jam 20.15

Prosedur, http://www.morulaivf.com, 100413 jam 20.00

Salim. 1993. Bayi Tabung: Tinjauan Aspek Hukum, Jakarta, Sinar Grafika

Wiki. Fertilisasi in vitro, http://id.wikipedia.org 110413 jam 11.00

 

 

 Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s