GIZI SEIMBANG BAGI BALITA sebagai tugas GIZI dalam KEBIDANAN

GIZI SEIMBANG BAGI BALITA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Gizi Dalam Kebidanan

 

 

 

Disusun Oleh:

Kelompok 1 Semester II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2013

 

LEMBAR PERSETUJUAN

GIZI SEIMBANG PADA BALITA

Praktikum Mata Kuliah Gizi Dalam Kebidanan

 

Telah disetujui untuk diambil penilaian di depan penguji

Pada Tanggal 6 Mei 2013

 

Disusun Oleh:

Kelompok 1 Semester II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui,

Pembimbing

 

 

(……………….)

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat di selesaikan.

Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah dengan judul ”Gizi Seimbang Bagi Balita”.

Terima kasih disampaikan kepada pembimbing kami ibu Eni Retna Ambarwati, S.Si.T yang telah membimbing dalam penyusunan makalah ini.

Tak ada gading yang tak retak begitu pula dengan makalah kami yang tidak sempurna, maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun makalah ini menjadi lebih baik.

Demikianlah makalah ini kami susun semoga bermanfaat bagi semua.

 

Yogyakarta, April 2013

 

 

        Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………… i

HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………………………………. ii

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………… iii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………… iv

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………… 1

A. Latar Belakang……………………………………………………………………….. 1

B.Tujuan…………………………………………………………………………………….. 2

C. Manfaat………………………………………………………………………………….. 2

BAB II TINJAUAN TEORI………………………………………………………………………. 3

A.Konsep Dasar Gizi Balita………………………………………………………… 3

B.Faktor-aktor yang mempengaruhi gizi balita…………………………… 3

C.Kebutuhan Nutrisi Bagi Balita………………………………………………… 6

D.Contoh Menu Seimbang Balita………………………………………………. 17

BAB III PEMBAHASAN…………………………………………………………………………. 19

BAB IV PENUTUP………………………………………………………………………………… 22

A. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 22

B.Saran………………………………………………………………………………………. 23

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.   Latar Belakang

Secara umum masalah gizi di Indonesia terutama Kekurangan Energi  Protein (KEP) merupakan salah satu masalah kesehatan anak yang menjadi problem khusus. Angka kejadian tertinggi terjadi pada anak dibawah usia 5 tahun (Anonim, Kompas,   Mei 2005). Hal ini juga dikarenakan anak–anak berumur (0–5 tahun balita) adalah termasuk golongan masyarakat rentan gizi (Sediaoetama,1999).

Beberapa literatur mengungkapkan, bahwa penyebab yang mengakibatkan terjadinya kurang gizi pada balita adalah kurangnya pengetahuan orang tua akan bahan makanan yang bergizi serta tidak mengerti bagaimana cara memberi makan yang benar sehingga asupan gizi kurang. Ditunjang dengan kemiskinan keluarga, faktor kepadatan penduduk serta faktor sosial budaya dan infeksi (Kartasapoetra &Marsetyo, 2002).

Tingkat pendidikan atau pengetahuan ibu banyak menentukan sikap dan perilakunya dalam menghadapi berbagai masalah, misalnya dalam pemberian makanan pada anak antara lain meliputi kualitas makanan, kuantitas makanan, saat dan jadwal pemberian makanan serta cara memberikan makanan, termasuk didalamnya membujuk anak untuk makan.Kekurangan gizi pada anak balita  sejak lahir hingga 3 tahun akan sangat berpengaruh terhadap kualitas sel otaknya.  Gizi kurang pada usia dibawah 2 tahun akan menyebabkan sel otak berkurang 15 –20 %, sehingga anak yang demikian, kelak kemudian hari akan menjadi manusia dengan kualitas otak 80– 85 %,  dan apabila nantinya harus bersaing dengan anak lain yang berkualitas otak 100 % akan menemui banyak hambatan (Dinkes Jatim, 2005).   

Pengetahuan dan sikap ibu yang kurang tentang makanan bergizi, bisa terlihat dengan  perilaku ibu yang tidak sesuai dengan kesehatan, diantaranya anak tidak diperbolehkan makan protein dari hewani jika ada luka, Ibu tidak mau atau kurang sabar didalam membujuk anak untuk mau makan. Bagi ibu yang habis melahirkan ada larangan makan dengan menggunakan lauk dari protein hewani  dan tidak boleh makan sayur atau minum terlalu banyak, karena  akan berakibat Air Susu Ibu akan berbau amis dan lukanya tidak cepat sembuh ( Wiryo,2002).

Oleh karena itu dalam mencegah kasus ini, kami memberikan program penyuluhan kepada satu keluarga yang ada di Prancak Glondong tentang gizi pada balita.

 

  1. B.   Tujuan
    1. Tujuan umum

Mahasiswa mampu melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang gizi balita

  1. Tujuan khusus
    1. Mahasiswa mampu membuat satuan acara penyuluhan
    2. Mahasiwa mampu membuat leaflet tentang gizi pada balita
    3. Mahasiswa mampu menyusun menu gizi seimbang bagi balita
    4. C.   Manfaat
      1. Keluarga mendapat pengetahuan tentang gizi seimbang pada balita
      2. Mahasiswa mendapat pengalaman penyuluhan langsung di masyarakat

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

  1. A.     Konsep Dasar Gizi Balita
  2. Pengertian Status Gizi

Status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir darikeseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan utilisasinya(Sediaoetama, 2010).

Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentukvariabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu(Supariasa, dkk, 2007).

Balita adalah anak dengan usia dibawah 5 tahun dengan karakteristik pertumbuhan yakni pertumbuhan cepat pada usia 0-1 tahun dimana umur 5 bulan BB naik 2 kali BB lahir dan 3 kali BB lahir pada umur 1 tahun dan menjadi 4kali pada umur 2 tahun. Pertumbuhan mulai lambat pada masa pra sekolah kenaikan BB kurang lebih 2 kg per tahun, kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir. (Soetjiningsih, 2001).

 

  1. B.    Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita

Ada beberapa faktor yang sering merupakan penyebab gangguan gizi, baik langsung maupun tidak langsung. Sebagai penyebab langsung gangguan gizi khususnya gangguan gizi pada bayi dan balita adalah tidak sesuai   jumlah giziyang mereka peroleh dari makanan dengan kebutuhan tubuh mereka. Beberapa faktor yang yang secara tidak langsung mendorong terjadinya gangguan gizi terutama pada anak balita anatar lain (Proverawati, 2010)

 

 

a. Pengetahuan

Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sering terlihat keluarga yang sungguhpun berpenghasilan cukup akan tetapi makanan yang dihidangkan seadanya. Dengan demikian kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang berpenghasilan kurang akan tetapi juga pada keluarga yang berpenghasilan cukup. Keadaan ini menunjujkkan bahwa ketidaktahuan akan faedah makanan bagi kesehatan tubuh menjadi penyebab buruknya mutu gizi makanan keluarga, khususnya makanan balita. Masalah gizi karena kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dibidang memasak akan menurunkan konsumsi makan anak, keragaman bahan dan keragaman jenis makanan yang mempengaruhi kejiwaan misalnya kebebasan.

b. Persepsi     

Banyak bahan makanan yang sesungguhnya bernilai gizi tinggi tetapi tidak digunakan atau hanyak digunakan secara terbatas akibat adanya prasangka yang tidak baik terhadap bahan makanan itu. Penggunaan bahan makanan itu dianggap dapat menurunkan harkat keluarga. jenis sayuran seperti genjer, daun turi, bahkan daun ubi kayu yang kaya akan zat besi, vitamin A dan protein, dibeberapa daerah masih dianggap sebagai makanan yang dapat menurunkan harkat keluarga.

c. Kebiasaan atau pantangan

Berbagai kebiasaan yang bertalian dengan pantang makanan tertentu masih sering kita jumpai terutama di daerah pedesaan. Larangan terhadap anak untuk makan telur, ikan atau daging hanya berdasarkan kebiasaan yang tidak ada datanya dan hanya diwarisi secara dogmatis turun temurun, padahal anak itu sendiri sangat memerlukan bahan makanan seperti guna keperluan pertumbuhan tubuhnya.

  1. Kesukaan jenis makanan tertentu

Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan tertentu atau disebut sebagaifaddisme makanan akan mengakibatkan tubuh tidak memperoleh semua zat gizi yang diperlukan.

e. Jarak kelahiran yang terlalu rapat

Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa banyak anak yang menderita gangguan gizi oleh karena ibunya sedang hamil lagi atau adik yang baru telah lahir, sehingga ibunya tidak dapat merawat secara baik. Anak Dibawah usia 2 tahun masih sangat memerlukan perawatan ibunya, baik perawatan makanan maupun perawatan kesehatan dan kasih sayang.

f. Sosial ekonomi

Keterbatasan penghasilan keluarga turut menentukan mutu makanan yang disajikan. Tidak dapat disangkal bahwa penghasilan keluarga turut menentukan hidangan yang disajikan untuk keluarga sehari-hari, baik kualitas maupun jumlah makanan.

g. Penyakit infeksi

Infeksi dapat menyebabkan anak tidak merasa lapar dan tidak mau makan. Penyakit ini juga menghabiskan sejumlah protein dan kalori yang seharusnya dipakai untuk pertumbuhan.

 

 

 

 

  1. C.    Kebutuhan nutrisi bagi balita

Kebutuhan giziyang harus dipenuhi pada masa balita diantaranya energi dan protein.kebutuhan energi sehari anak untuk tahun pertama kurang lebih 100-120 Kkal/kg berat badan. Untuk tiap 3 bulan pertambahan umur,kebutuhan energi turun kurang lebih 10 Kkal/kg berat badan.Energi dalam tubuh diperoleh terutama dari zat gizi karbohidrat,lemak,dan juga protein.

Kebutuhan nutrisi balita merupakan prioritas utama dalam mencukupi kebutuhan gizinya setiap hari. Nutrisi yang diperlukan oleh balita tentu akan sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhannya hari demi hari. Masa balita merupakan dimana masa transisi di usia 1-2 tahun, dan untuk memenuhi nutrisi balita dimulai dengan makan makanan padat, menerima rasa serta tekstur makanan yang baru ia coba.

        Pertumbuhan balita tentunya sangat ditunjang dengan asupan nutrisi yang sehat dan bergizi dari berbagai makanan. Bagi usia balita dibutuhkan 1000-1400 kalori per hari, namun tergantung dari usia, besar tubuh, serta tingkat aktivitas si kecil. Jumlah kebutuhan nutrisi balita pada setiap anak tentu saja berbeda-beda dan tidak perlu menyesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan, namun yang terpenting anda harus tetap memberikan nutrisi yang bervariasi setiap harinya demi menunjang pertumbuhannya.

Berikut jumlah rata-rata kebutuhan nutrisi balita yang dibutuhkan setiap harinya berdasarkan Piramida Panduan Makanan pada balita usia 2-3 tahun :

  1. Biji padi-padian

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 3 ons (85 gram).Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 4-5 ons (110-140 gram).

Contoh makanan dan cara penyajian: 1 ons sama dengan 1 potong roti, 1 gelas takar sereal siap saji, atau 1/2 gelas takar nasi atau jenis pasta yang telah matang.

  1. Sayuran

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 1 gelas takar.Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 1,5 gelas takar.

Contoh makanan dan cara penyajian: untuk memastikannya bisa menggunakan gelas takar. Sajikan sayuran yang telah halus, dipotong hingga kecil dan dimasak sampai matang untuk mencegah anak tersedak.

  1. Buah-buahan

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 1 gelas takar.Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 1,5 gelas takar.

Contoh makanan dan cara penyajian: untuk memastikan jumlahnya gunakan gelas takar. Pisang dengan panjang 20-23 cm sama dengan 1 gelas takar.

  1. Susu

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 2 gelas (400 ml).Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 2 gelas (400 ml).

Contoh makanan dan cara penyajian: 1 gelas sama dengan seperti 1 gelas susu, 1 1/2 ons (45 gram) keju alami, atau 2 ons (60 gram) keju yang sudah diproses.

  1. Daging dan kacang-kacangan

Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 2 tahun: 2 ons (65 gram).Jumlah yang dibutuhkan per hari pada balita usia 3 tahun: 3-4 ons (85-115 gram).

Contoh makanan dan cara penyajian: 1 ons sama dengan 1 ons (300 gram) daging ayam atau ikan, 1/4 gelas takar kacang-kacangan matang atau 1 butir telur.

 

Selain kebutuhan nutrisi di atas, lengkapi juga balita dengan asupan 500 miligram kalsium per hari. Jumlah nutrisi tersebut sangat mudah didapatkan jika Anda memberikan sedikitnya dua gelas susu per hari. Balita sangat membutuhkan kalsium serta vitamin D, dimana sangat penting untuk membangun tulang yang kuat.

Kebutuhan nutrisi lainnya seperti 7 miligram zat besi juga dibutuhkan oleh balita setiap harinya. Sumber makanan bisa diperoleh dari nasi, daging, ayam, ikan, kacang-kacangan, tahu serta makanan yang kaya akan vitamin C seperti brokoli, tomat, jeruk, dan strawberry yang dapat meningkatkan serapan zat besi di dalam tubuh.

  1. Pemberian nutrisi pada anak harus tepat, artinya:

a)     Tepat kombinasi zat gizinya, antara kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral serta kebutuhan cairan tubuh anak, yaitu 1-1,5 liter/hari.

b)    Tepat jumlah atau porsinya, sesuia yang diperlukan tubuh berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.

c)     Tepat dengan tahap perkembangan anak, artinya kebutuhan aklori anak berdasarkan berat badan dan usia anak.

 

 

 

 

 

Kebutuhan nutrisihariananakusia 1-3 tahun

(1000 kkal)

Nutrisi

Kebutuhan/Hari

Setara  dengan….

Vit A

400 ug

Wortel  (50 gram)

Vit D

200 IU

Susu  (470 ml atau 2 cangkir)

Vit K

15 ug

2  tangkai   asparagus (20 gram)

Vit B1 (Thiamin)

0,5 mg

Kentang  rebus (150 gram)

Vit B2 (Riboflavi)

0,5 mg

Telur  rebus (55 gram)

Vit B3 (Niacin)

6 mg

Dada   ayam (50 gram)

Vit B6 (piridoksin)

0,5 ug

Fillet  salmon (90 gram)

Vit B12

0,9 ug

1  butir  telur  rebus

AsamFolat

150 ug

3  kuntum  brokoli (35 gram)

Kalsium

500 mg

Susu (290 ml)

Magnesium

60 mg

1  mangkuk  buah  labu (245 gram)

ZatBesi

8 mg

Daging  sapi (170 gram)

Zinc

7 mg

Kacang  tanah (100 gram)

Selenium

17 ug

Tuna (20 gram)

Natrium 

0,8 g

Garam   (1/2 sendokteh)

     

 

 

 

 

 

  1. Kandungan Zat Gizi yang Diperlukan Bagi Bayi dan Balita :

a)  Protein

Dua jenis protein yaitu: protein hewani, yang didapati dari daging hewan (telur,susu,daging) dan protein nabati (tempe,tahu) yang didapat dari tumbuh-tumbuhan. Nilai gizi protein hewani lebih besar dari protein nabati dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Walaupun demikian, kombinasi penggunaan protein nabati dan hewani sangat dianjurkan.

Fungsi Protein:

1)  Penunjang pertumbuhan

Protein merupakan bahan padat utama dari otot organ dan glandula endoterm. Merupakan unsur utama dari matriks tulang dan gigi,kulit,kuku,rambut,sel darah dan serum.

2)  Pengaturan proses tubuh

Mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Protein juga mempertahankan ketahanan terhadap mikroorganisme yang mengadakan invasi karena antibody bersifat protein.

3)  Energi

Protein merupakan sumber energi potensial, setiap gram menghasilkan  sekitar 4 kkal. Jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan dipakai untuk kebutuhan sintesis. Sumber protein: ASI, susu formula, sereal atau gandum, telur, tahu, tempe, ikan, dan daging.

b)    Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber tenaga bagi anak, Bayi yang baru mendapat asupan makanan dari ASI. Pada anak yang lebih besar yang sudah mendapat makanan tambahan pendamping ASI, karbohidrat dapat diperoleh dari makanan yang mengandung tepung seperti: bubur susu, sereal,roti,nasi tim atau nasi. Apabila tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang memadai untuk menghasilkan energi, tubuh akan memecah protein dan lemak cadangan dalam tubuh

Fungsi Karbohidrat:

Hampir semua karbohidrat pada akhirnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Beberapa karbohidrat yang ada digunakan untuk sintesis dari sejumlah senyawa pengatur.

1)  Energi

Setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata-rata menghasilkan 4 kalori. Sejumlah karbohidrat  dalam bentuk glucose akan digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan energi jaringan sejumlah kecil akan disimpan sebagai glikogen dalam hepar dan otot dan beberapa akan disimpan sebagai jaringan adipose untuk dikonversi menjadi energi.

Glukose merupakan satu-satunya untuk otak dan jaringan saraf dan harus tersedia dengan mudah. Setiap kegagalan untuk mencatu glukosa dan oksigen untuk oksidasi dengan cepat akan menimbulkan kerusakan otak, terutama pada masa neonatus. Pertumbuhan otak terjadi sangat cepat dalam minggu terakhir kehidupan intrauterine. Karena itu penting diusahakan agar bayi yang dilahirkan sebelum aterm tidak kekurangan glucose sehingga pertumbuhan otak dapat berlanjut, bayi yang kecil untuk umur cenderung mengalami hipoglikemia dan karena itu, berada dalam resiko.

 

 

 

2)    Aksi pencadangan  protein

Tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai protein utama energi,karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diet, maka akan digunakan jaringan adipose dan protein.

 

3)    Pengaturan metabolisme lemak

Diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diit sehingga oksidasi lemak dapat berlangsung dengan normal. Jika karbohidrat dalam diit terbatas, maka lemak akan di metabolisir lebih cepat daripada penanganan tubuh terhadap produk metabolisme ini. Jika lemak dioksidasi secara tidak lengkap maka akan terbentuk keton.

4)    Peranan dalam fungsi gastrointestinal

Diduga lactose mempercepat pertumbuhandari bacteria yang digunakan dalam usus kecil. Sejumlah bakteri ini berguna dalam mensintesis vitamin B kompleks dan vitamin K. Laktose juga meningkatkan absorbsi kalium. Sementra selulose, hemiselulose dan pectin tidak menghasilkan zat gizi dalam tubuh, mereka membantu dalam stimulasi aksi peristaltic.Karbohidrat terutama monosakarida, merupakan unsur penting dari banyak senyawa yang mengatur metabolisme. Sumber karbohidrat: ASI, produk susu, beras, jagung, singkong, buncis, tomat, sayur hijau, dan buah segar.

c)      Lemak

Seperti karbohidrat lemak merupakan senyawa karbon ,hydrogen dan oksigen, tetapi proporsi oksigen lebih rendah. Lemak termsuk senyawa minyak-minyakan dan bahan mirip lemak yang mempunyai rasa minyakdan tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic tertentu seperti eter,alcohol dan benzen. Terdapat banyak asam lemak yang ditemukan dalam alam yang berbeda dalam jumlah atom karbon dan ikatan ganda yang dikandungnya. Mereka adalah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.

Asam lemak jenuh lebih stabil dan tidak memiliki ikatan rangkap, contoh asam palmitat, stearat yang merupakan unsur utama mentega coklat.

Asam lemak tak jenuh yang memiliki dua atau lebih ikatan rangkap yang bereaksi secara berangsur-angsur dengan udara menjadikannya tengik.

Fungsi Lemak

             Fungsi utama lemak adalah untuk memberikan energi setiap setiap gram lemak jika dioksidasi menghasilkan sekitar sembilan kalori. Energi ini secara terus menerus ada dalam simpanan jaringan subkutan dan dalam kavum abdomen. Juga mengelilingi organ dan menyusur sepanjang jaringan adipose. Lemak bertindak sebagai barier dari vitamin A,D,Edan K yang larut dalam air, memberikan rasa makanan yang menyenangkan dan memberi perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan dari lambung dikaitkan dengan kandungan lemaknya.Fosfolipid merupakan komponen penting dari struktur membran dan unsur semua sel dan terlibat dalam absorbi dan transpor lemak.  

Pada dasarnya, lemak tidak banyak dibutuhkan dalam jumlah besar kecuali lemak esensial, yaitu asam linoleat dan asam arakidonat. Pada anak usia nayi sampai kurang lebih 3 bulan, lemak merupakan umber gliserida, dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari karbohidrat. Lemak berfungsi untuk mempermudah absorbsi vitamin yang larut dalam lemak, yaitu: vitamin A,D,E,dan K. Sumber lemak: ASI, susu formula, minyak goreng, margarine, dan daging.

 

d)  Vitamin

Vitamin adalah sejumlah zat yang terdapat dalam makanan, yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh (Marlow,D.R.dan Reeding BA,1988) Kekurangan vitamin akan menyebabkan tubuh cepat merasa lelah, kurang nafsu makan, kerusakan pembuluh darah dan sel saraf serta dapat mengurangi ketajaman penglihatan. Vitamin C penting untuk tubuh untuk pembentukan substansi antar sel, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan absorbsi zat besi dalam usus.Vitamin D penting untuk penyerapan dan metabolisme kalsium dan posfor, pembentukan tulang dan gigi.

Sumber-sumber vitamin :

  1. Vit A : tomat, wortel, sayur-sayuran hijau
  2. Vit B : beras merah
  3. Vit C : jeruk, jambu biji
  4. Vit D : buah dan sayur
  5. Vit K : jambu biji   

e)    Mineral

Fungsinya untuk mengaktifkan metabolisme tubuh

Mineral antara lain :

  1. Kalsium   : Susu, tempe, tahu, ikan teri.
  2.  Fosfor       : Daging, unggas, ikan, telur, beras.
    1. Zat Besi   : Hati, daging unggas, ikan, telur, sayuran   hijau, kacang-kacangan, biji-bijian.
    2. Lodium       : Garam berio
    3. Iodium         : garam beriodium, ikan dan hasil laut.
    4. Fluor          :air minum, bahan makanan hewani maupun nabati.

 

 

 

  1. Makanan Yang Tepat Untuk Bayi dan Balita :

a)    Usia 0 – 6 bulan

Makanan pertama dan terbaik untuk bayi adalah Air Susu Ibu atau ASI, dan semakin lama seorang bayi mengkonsumsi ASI maka akan semakin baik. Apabila karena sesuatu dan lain hal anda tidak dapat memberikan ASI maka susu rumusan kedelai (soy formula) adalah pilihan yang baik dan mudah diperoleh. Jangan memakai susu kedelai komersial. Bayi memiliki kebutuhan spesial dan memerlukan rumusan kedelai yang dikembangkan untuk kebutuhan tersebut. Tapi tentu saja ASI tetap merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI merupakan makanan yang paling lengkap mengandung zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan bayi. Kebutuhan kalori bayi antara 100-200 kkal/kgBB.Berikan ASI sesuai keinginan anak paling sedikit 8  kali sehari, siang maupun malam(ASI saja).

b)    Usia 6 – 9  bulan

Selain ASI berikan makanan pendamping ASI 2 kali sehari. Makanan pendamping ASI adalah bubur tim lumat ditambah kuning telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/ bayam/ kacang hijau/ santan/ minyak.  Perkenalkan sayur, sayur hendaknya dimasak dan dihaluskan. Kentang, kacang hijau, wortel, dan kacang adalah pilihan pertama yang baik. Kemudian perkenalkan buah, cobalah pisang, alpokat atau apel. Pada umur 8 bulan, kebanyakan bayi sudah dapatmemakancrackers,rotidan cereal kering, juga pada umur 8 bulan, bayi dapat mulai memakan makanan tinggi protein seperti tahu atau kacang yang telah dimasak matang dan dilumatkan.

 

 

 

c)    Usia 9 – 12 bulan

Selain ASI berikan bubur nasi ditambah kuning telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/ bayam/ kacang hijau/ santan/ minyak. Makanan diberikan 3 kali sehari dan bubur susu tidak diberikan lagi.

d)    Usia 12 – 24 bulan

Berikan ASI sesuai keinginan anak. Berikan nasi lembek yang ditambah telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/ daging sapi/ wortel/  bayam/ kacang hijau/ santan/ minyak. Makanan diberikan 3 kali sehari.

e)    Usia 2 tahun lebih

Diberikan makanan yang biasa yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur dan buah. Makanan tersebut diberikan 3 kali sehari. Kebutuhan kalori kurang lebih 100 kkal/kgBB. Anjuran untuk orangtua dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia ini adalah:

  1. Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan,misalnya memberi makan sambil mengajaknya bermain.
  2. Beri kesempatan anak belajar makan sendiri.
  3. Jangan menuruti kecendrungan anak untuk hanya menyukai satu jenis makanan tertentu.
  4. Berikan makanan pada saat masih hangat dengan porsi yang tidak terlalu besar.
  5. Kurangi frekuensi minum susu, dianjurkan 2x sehari saja.

 

 

 

  1. D.     Contoh Menu Seimbang Balita

Berikutadalahsatucontoh menu makanansehatbayiusia 1 – 2 tahun:

MakananSehatBayi Tim TahuLezat

Bahan :

1.   50 gr wortel yang sudah di parut

2.   50 gr tahu yang sudahdihancurkan

3.   50 gr tepungberasmerah/ putih

4.   Garamdapursecukupnya

5.   500 cc air

6.   20 gr daunbayam yang diirishalus

7.   50 gr tomatdiiris  kecil-kecil

8.   Gulapasirsecukupnya

Menu makananbalitausia 2 sampai 5 tahun :

1.   Pagi Bubur beras atau roti oles mentega/margarinTelur, daging atau ikan satu gelas susu.

2.   Snack; biskuit, kue basah atau es krim.

3.   Siang nasi daging, ayam, ikan, telur, tahu atau tempe sayur , tomat,wortel, bayam.

4.   Snack; biskuit, kue basah atau es krim.

5.   Malam nasi atau roti oles mentega/margarin daging, ayam, ikan, tahu atau   tempe sayur – mayur Buah atau puding satu gelas susu contoh menu.

 

Makanan memegang peranan penting dalam pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Oleh karenanya, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan pengenalan jam-jam makan dan variasi makanan.

 

 

Gizi seimbang dapat dapat dipenuhi dengan pemberian makanan sebagai berikut :

a)        Agar kebutuhan gizi seimbang anak terpenuhi, makanan sehari-hari sebaiknya terdiri atas ketiga golongan bahan makanan tersebut.

b)         Kebutuhan bahan makanan itu perlu diatur, sehingga anak mendapatkan asupan gizi yang diperlukannya secara utuh dalam satu hari.

Waktu-waktu yang disarankan adalah:

  1. Pagi hari waktu sarapan.
  2. Pukul 10.00 sebagai selingan, tambahkan susu.
  3. Pukul 12.00 pada waktu makan siang.
  4. Pukul 16.00 sebagai selingan
  5. Pukul 18.00 pada waktu makan malam.
  6. Sebelum tidur malam, tambahkan susu.
  7. Jangan lupa kumur-kumur dengan air putih atau gosok gigi.

Contoh Pola Jadwal Pemberian Makanan Menjelang Anak Usia 1 Tahun. Perlu diketahui, jadwal pemberian makanan ini fleksibel (dapat bergeser, tapi jangan terlalu jauh)

  1. Pukul 06.00 : Susu
  2. Pukul 08.00 : Bubur saring/Nasi tim
  3. Pukul 10.00 : Susu/Makanan selingan
  4.  Pukul 12.00 : Bubur saring/Nasi tim
  5. Pukul 14.00 : Susu
  6. Pukul 16.00 : Makanan selingan
  7. Pukul 18.00 : Bubur saring /nasi tim
  8. Pukul 20.00 : Susu

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

Dari wawancara yang kami lakukan dengan keluarga bapak Ponidi dan ibu Tri Sartini,yang bertempat tinggal di Prancak Glondong RT 7 keluarga bapak Ponidi dan Ibu Tri Sartini mempunyai anak berusia 2,5 tahun yang bernama Tasya Rahmadhani. Tasya adalah anak kedua dari dua bersaudara,Tasya mempunyai kakak laki-laki yang berusia 8 tahun. Bapak Ponidi beserta istrinya bekerja di tempat pak RT membuat tahu. Saat ibunya bekerja Tasya ikut ke tempat kerja,jadi ibunya bekerja sambil mengurus anaknya. Ibu Tri Sartini bercerita kepada kami terakhir dia memberikan ASIkepada Tasya saat berumur 2 tahun,sebelumnya ibu Tri Sartini memberikan ASI eksklusif kepada anak keduanya Tasya. Ibu Tri Sartini tidak kesulitan  dalam memilih makanan, karena Tasya suka makanan apa saja yang dihidangkan. Dalam satu kali makan ibu Tri Sartini menghidangkan nasi, sayur, lauk berupa tahu, tempe, kadang telur tetapi untuk buah ibu Sartini jarang menghidangkannya. Walaupun Ibu Sartini sibuk bekerja ia tidak pernah lupa memasak untuk anak-anaknya. Jika Tasya susah makan ibu Sartini memberikan susu kental, agar Tasya  tetap mendapatkan asupan gizi. Walaupun ibu Tri Sartini sudah tidak memberikan ASI, ia tetap memberikan susu formula untuk anaknya. Tasya paling suka dengan sayur bayam dan wortel. Tasya makannya sedikit tetapi sering bahkan sehari bisa empat kali makan. Menurut cerita dari Ibu Tri Sartini walaupun ia sudah memasak Tasya masih saja membeli jajan yang ada diwarung seperti, tempura, sosis, chiki-chiki, dan ibu tidak pernah melarang anaknya jajan diluar karena jika dilarang anaknya marah dan menangis. Menurut Ibu Tri Sartini makanan yang dikonsumsi oleh Tasya sudah cukup untuk pertumbuhannya. Jika  tidak sibuk Ibu rutin pergi keposyandu terakhir saat penimbangan berat badan Tasya 11 kg.

Dalam pemberian ASI eksklusif ibu Tri Sartini sudah sesuai dengan teori, yang dianjurkan oleh WHO dan UNICEF sampai umur 2 tahun. Karena, dalam satu penelitian menunjukan bahwa beberapa zat imun meningkat jumlahnya dalam ASI ditahun kedua sehingga memberikan perlindungan yang lebih besar bagi anak. Belum lagi kandungan gizinya pada tahun kedua setiap 448 ml ASI memenuhi kebutuhan anak 29% dari kebutuhan energinya, 43% dari kebutuhan proteinnya, 36% dari kebutuhan kalsium, 75% dari kebutuhan vitamin A, 76% kebutuhan asam folat, 94% kebutuhan vitamin B12  dan 60% dari kebutuhan vitamin C.( WHO dan UNICEF, 2009 )

Dalam teori berat badan ideal usia 2 tahun yaitu 12, 4 kg, tetapi pada Tasya belum memenuhi berat badan ideal karena berat badannya 11 kg. Tetapi, bukan berarti Tasya kekurangan gizi. Menurut teori Tasya juga sudah memenuhi kebutuhan vitamin A karena Tasya sangat senang makan sayur-sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, dan sebagainya. Walaupun Tasya makannya sedikit tetapi sering sehari bisa sampai 4 x dan itu sudah mencukupi gizi yang dibutuhkan Tasya. Itu berarti sesuai dengan teori yang dijelaskan bahwa Anak Usia 2 tahun lebih diberikan makanan yang terdiri dari nasi, lauk pauk, dan buah. Makanan tersebut diberikan 3 x sehari. ( Depkes RI, 2008)

Kesenjangan yang temukan dalam wawancara dengan Ibu Tri Sartini yaitu, Tasya masih saja membeli jajan yang ada diwarung seperti, tempura, sosis, chiki-chiki. Padahal menurut teori mengkonsumsi jajanan yang sembarangan dapat mengganggu kesehatan dan perkembangan anak. Karena berdasarkan hasil survey badan pengawas obat dan makanan (BPOM) pada tahun 2007 terhadap 4500 sekolah di Indonesia 45% jajanan yang dijual tercemar bahaya pangan mikrobiologis. Berbagai zat yang terkandung pada makanan yang dijual oleh para pedagang diantaranya zat pewarna, boraks, formalin, dan zat-zat berbahaya lainnya.( BPOM RI, 2007 )

 Kesenjangan yang kedua yang kami temui adalah ibu Tri Sartini kurang dalam memberikan asupan gizi yang mengandung vitamin, separti buah-buahan segar. Pada hal dilihat dari teori bahwa balita itu harus memperoleh asupan gizi yang banyak mengandung karbohidrat, lemak, dan vitamin. ( Sediaoetama, 2010)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. A.   Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa:

                        Gizi seimbang pada balita sangat diperlukan karena pada masa itu anak memerlukan gizi yang cukup untuk  pertumbuhannya. Dengan penyusunan makalah ini mahasiswa mampu membuat satuan acara penyuluhan, menyusun menu balita, dan juga membuat leaflet untuk balita. Satuan acara penyuluhan dibuat oleh mahasiswa untuk memperlancar jalannya penyuluhan agar baik dan benar sesuai dengan yang diharapkan, dan dengan adaya leaflet diharapkan ibu lebih mengerti apa yang disampaikan. Contoh menu seimbang yang diberikan mahasiswadiharapkan ibu mampu memberikan gizi seimbang pada anaknya.

 

B.Saran

1. Bagi Keluarga

Keluarga sebaiknya selalu memperhatikan asupan gizi anak, karena gizi itu sangat mempengaruhi proses pertumbuhan anak terutama kecerdasan otak anak. Oleh karena itu, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, sehingga anak selalu dalam kondisi sehat karena nutrisi yang dibutuhkan tercukupi.

  1. Bagi mahasiswa

Diharapkan untuk mahasiswa dapat memahami apa masalah gizi yang sering terjadi pada masyarakat, sehingga saat terjun langsung ke masyarakat mahasiswa sudah menguasai dan bisa menerapkannya dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sediaoetama, 2010, Ilmu Gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta, Dian Rakjat

Soetjiningsih,  2001, Tumbuh Kembang Anak, Jakarta, EGC

Proverawati, 2010, Buku Ajara Gizi untuk Kebidanan, Yogjakarta,  Nuha Meidka

Suhardjo, 1992, Pemberin Makanan pada Bayi dan Anak, Jakarta, kanisius

Melinda, 2011, Kebutuhan Nutrisi Balita, http://www.melindahospital.com, Tgl 090413 jam 11:30

Kurniadi Rizki, 2012, materi penyuluhan kesehatan tentang gizi balita, http://asuhankeperawatanonline.blogspot.com, Tgl 100413 jam 19:00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SATUAN ACARA PENYULUHAN

 

MATERI PENYULUHAN           :Gizi Seimbang Bagi Balita

PENYULUH                              : Mahasiswa AKBIDYO

AUDIENS                       :Keluarga Bapak Ponidi dan Ibu Tri Sartini

HARI/TANGGAL/JAM               :

WAKTU                                         :

LOKASI                             :RT. 7 RW PrancakGlondong

  1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mengikuti penyuluhan tentang gizi balita diharapkan keluarga terutama ibu mampu mengetahui dan memenuhi kebutuhan gizi pada anak balita.

  1. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah mengikuti penyuluhan ibu diharapkan akan mampu :

  1. Menyebutkan pengertian gizi
  2. Menyebutkan tiga kandungan zat gizi yang diperlukan oleh balita.
  3. Menyebutkan dua sumber-sumber protein, karbohidrat, dan lemak.
  4. MATERI
    1. Pengertian gizi
    2. Pengertian balita
    3. Kebutuhan nutrisi untuk balita
    4. Dampak kekurangan gizi pada balita
    5. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi balita
    6. Contoh menu balita

 

 

 

  1. PENDEKATAN
    1. Berkunjung kerumah ibu untuk menanyakan kesediaaanya untuk dilakukan penyuluhan dan pengkajian tentang gizi seimbang bagi balita
    2. Berkunjung untuk melakukan kesepakatan kapan dilakukannya pengkajian tentang gizi seimbng bagi balita.
    3. METODE

Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi.

  1. MEDIA

Menggunakan media leaflet, menu gizi untuk balita.

  1. MATERI PENYULUHAN

No

Materi

AUDIENS

metode

media

waktu

1.

Memberi salam dan perkenalan

Menjawab salam

ceramah

 

5 menit

2.

Menjelaskan tentang gizi seimbang pada balita

Mendengarkan dan memperhatikan penjelasan.

Ceramah

Leflet dan menu gizi untuk balita

15 menit

3.

Memberikan kesempatan bertanya pada keluarga

Bertanya tentang apa yang belum dimengerti dari penjelasan yang diberikan.

diskusi

 

10 menit

4.

Menjawab pertanyaan

Mendengarkan dan memperhatikan.

ceramah

 

10 menit

5.

Mengevaluasi pengetahuan ibu tentang materi yang disampaikan dan menyimpulkan materi yang disampaikan dan memberi salam

Mendengarkan, mendengarkan, dan menjawab salam.

ceramah

 

10 menit

JUMLAH TOTAL WAKTU

50 menit

 

  1. EVALUASI
    1. Apakah pengertian gizi untuk balita?

Gizi balita adalah elemen yang terdapat dalam makanan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh, yang berguna untuk pertumbuhan balita.

  1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi gizi pada balita?
    1. Pengetahuan
    2. Persepsi
    3. Kebiasaan
    4. Kesukaan makanan tertentu
    5. Jarak kelahiran yang terlalu rapat
    6. Sosial ekonomi
    7. Penyakit infeksi
    8. Apa saja kebutuhan gizi untuk balita
      1. Zat tenaga
      2. Zat pembangun
      3. Zat pengatur

 

 

 

 

  1. DAFTAR PUSTAKA

Sediaoetama, 2010, Ilmu Gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta, Dian Rakjat

Proverawati, 2010, Buku Ajara Gizi untuk Kebidanan, Yogjakarta,  Nuha Meidka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI PENYULUHAN KESEHATAN

TENTANG GIZI BALITA

  1. A.   Pengertian

 

Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh sepert karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.Balita adalaha anak yang berada rentang usia 0-5 tahun pada usia ini otak anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dikenal dengan istilah masa keemasan, maka dari itu diperlukan gizi yang cukup untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan balita.

  1. B.   Kebutuhan gizi untuk balita
    1. Zat Tenaga

Zat gizi yang mengahasilkan tenaga atau energi adalah karbohidrat, lemak dan protein. Bagi balita tenaga diperlukan untuk melakukan aktivitasnya serta pertumbuhan dan perkembangannya.oleh karena itu, kebutuhan zat gizi sumber tenaga balita relatif lebih besar daripada orang dewasa.zat tenaga bisa didapat dari beras, jagung, gandum, kentang,sagu dan juga roti.

  1. Zat Pembangun

Protein sebagai zat pembangun bukan hanya untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan organ-organ tubuh balita, tetapi juga menggantikan jaringan yang sudah rusak. Zat pembangun ini terdapat protein hewani    ( kacang-kacangan, tempe, dan tahu ).

  1. Zat pengatur

Zat pengatur berfungsi agar organ-organ dan jaringan  tubuh termasuk otak dapat berjalan seperti yang diharapkan, serta untuk memberikan perlindungan maksimal kepada tubuh dari serangan penyakit. Zat pengatur dapat diperoleh dari semua sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral, seperti jeruk, pepaya, wortel, sawi dan bayam.

  1. C.   Dampak kekurangan gizi
  2. Gagal tumbuh yang membuat  terhambatnya pertumbuhan fisik sehingga anak tumbuh kecil dan pendek.
  3. Menyebabkan gangguan kecerdasan
  4. Menurunnya daya tahan tubuh yang dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian.
  5. D.   Contoh Menu Balita
  6. Bangun tidur

Minum jus jeruk manis

  1. Makan pagi ( 30 menit setelah minum jus)

Omlet nasi, telur kocok, dan sayuran iris kecil-kecil.

  1. Makan Siang

Nasi, sup sayur, perkedel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DOKUMENTASI

 

 

Gambar 1.1 Perkenalan

 

Gambar 1.2 Saat Wawancara

 

 

 

Gambar 1.3 Pemberian Bingkisan

 

Gambar 1.4 Ibu Tri Sartini dan TasyaImage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s