GONORHOE penyakit menular seksual

KELOMPOK 3

BAB 1

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar belakang

Penyakit menular seksual atau PMS adalah berbagai infeksi yangdapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Menurut the Centers for Disease Control (CDC) terdapat lebih dari 15 juta kasus PMS dilaporkan per tahun. Kelompok remaja dan dewasa muda(15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggiuntuk tertular PMS, contohnya gonore.

Gonore merupakan penyakit yang mempunyai insiden yang tinggi di antara penyakit menular seksual lainnya. Pada pengobatannya terjadi pula perubahan karena sebagian disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang telah resisiten terhadap penisilin dan disebut Penicilinase Producing Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia secara endemik, termasuk di Indonesia. Beberapa penelitian di Surabaya, Jakarta, dan Bandung terhadap WPS menunjukkan bahwa prevalensi gonore berkisar antara 7,4%–50%.

Di Amerika Serikat dilaporkan setiap tahun terdapat 1 juta penduduk terinfeksi gonorrhoe. Pada umumnya diderita oleh laki-laki muda usia 20 sampai 24 tahun dan wanita muda usia 15 sampai 19 tahun.

 

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa yang di maksud dengan gonorrhoe?
  3. Bagaimana etiologi dan morfologi gonorrhoe?
  4. Bagaimana gejala patologi pada gonorrhoe?
  5. Apa saja gejala yang timbul akibat gonorrhoe?
  6. Pemeriksaan apa saja yang digunakan untuk mengetahui penyakit gonorrhoe?

1

  1. Bagaimana cara mencegah dan mengobati gonorrhoe?
  2. Apa dampak yang timbul akibat gonorrhoe pada kehamilan?

 

  1. Tujuan
  2. Tujuan umum        :

Agar mahasiswa mengetahui tentang penyakit  menular seksual gonorrhoe.

  1. Tujuan khusus       :
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang penyakit menular seksual gonorrhoe.
  3. Agar mahasiswa mamapu menjelasakan tentang penyakit menular seksual gonorrhoe.

 BAB II

TINJAUAN TEORI

 

  1. Definisi gonorrhoe

Gonorrhoe adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektumtenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva).

Gonorrhoe bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonorrhoe bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.

Gonorrhoe merupakan penyakit infeksi yang menyerang lapisan epitel (lapisan paling atas dari suatu jaringan). Bila tidak diobati, infeksi ini akan menyebar ke jaringan yang lebih dalam. Biasanya membentuk koloni di daerah mukosaorofaring, dan anogenital.

 

  1. Etiologi dan Morfologi

Gonorrhoe disebabkan oleh gonokokus yang ditemukan oleh Neisser pada tahun 1879. Kuman ini masuk dalam kelompok Neisseria sebagai N.gonorrhoeae bersama dengan 3 spesies lainnya yaitu, N.meningitidis, N.catarrhalis dan N.pharyngis sicca.

Gonokok termasuk golongan diplokokus berbentuk biji kopi dengan lebar 0,8 u dan pajang 1,6 u. Kuman ini bersifat tahan asam, gram negatif, dan dapat ditemui baik di dalam maupun di luar leukosit. Kuman ini tidak dapat bertahan hidup pada suhu 39 derajat Celcius, pada keadaan kering dan tidak tahan terhadap zat disinfektan. Gonokok terdiri atas 4 tipe yaitu tipe 1, tipe 2, tipe 3 dan tipe 4.

3

Namun, hanya gonokok tipe 1 dan tipe 2 yang bersifat virulen karena memiliki pili yang membantunya untuk melekat pada mukosa epitel terutama yang bertipe kuboidal atau lapis gepeng yang belum matur dan menimbulkan peradangan.

 

  1. Patologi

Infeksi gonorrhoe pada vagina hanya mudah menyerang anak-anak, wanita hamil, dan pada wanita sesudah menopause. Pada wanita masa reproduksi, yang tidak hamil vagina kebal terhadap gonorrhoe oleh karena epitel tatah yang menebal, dan oleh karena kuatnya pertahanan biologinya. Serviks sering terkena infeksi gonorrhoe yang menyebabkan servisitis akut dengan pengeluaran cairan mukoporulen. Serviks dapat menyimpan gonokokus untuk waktu yang lama, dan oleh karena itu, menjadi penyebab utama kambuhnya penyakit servisitis akut (radang panggul).

Kelainan-kelainan yang paling nyata yang diakibatkan oleh gonorrhoe adalah pada mukosa tuba. Pada stadium akut dijumpai pembenggakan dari dinding tuba dengan penebalan dalam bentuk benjolan pada lipatan tuba, hilangnya silia, epitel, dan adanya eksudat yang purulen. Ostum tuba abdominalis tertutup oleh eksudat dari peritoneum yang bersifat fibrinopurulen, tetapi paling sering oleh fimbria rubra yang membelok kedalam atau meleket satu sama lain.

Ovarium biasanya menunjukan kelainan radang hanya pada permukaannaya. Kelainan radang tersebut mengakibatakan kecendrungan ovarium melekat pada alat-alat di dekatnya. Kadang–kadang dapat terjadi abses pada ovarium, dan apabila abses itu bersatu dengan piosalping, terjadilah abses tubo-ovarial. Demikian pula hidrosalping dapat bersatu dengan kista folikel ovarium, dan membentuk kista tubo-ovarial.

Pada gonorhoe menahun gonokokus dapat tetap bersarang biasanya pada serviks uteri tanpa menyebabkan gejala apapun. Fokus infeksi ini dapat menimbulkan gejala-gejala akut sesudah koitus, haid , atau partus. Selain itu wanita dengan gonnorhoe laten ini dapat menularkan penyakitnya kepada partnernya pad hubungan seksual.

Pada infeksi menahun genetalia interna, penderita sering kali tidak merasa sembu betul. Keadaan baik sili berganti, dengan rasa kurang sehat dan nyeri di perut bagian bawah. Siklus haid sering kali terganggu karena radang ovarium; umumnya siklus haid menjadi pendek, tetapi perubahan waktu haid menjadi lama; amenorea jarang terjadi. Haid sering kali di sertai disminorea, dan dan dapat terjadi pula dispareunia; laju endapan darah meningkat dan suhu badan agak lebih tinggi dari normal( sarwono prawirohardjo, jakarta 2009)

 

  1. Gejala penyakit gonorrhoe

Transmisi gonokok pada orang dewasa hampir semua terjadi melalui kontak seksual. Pada penis masa tunasnya sangat singkat ± 1–14 hari, paling banyak 2–5 hari, pada wanita sulit diperkirakan karena banyak yang bersifat asimptomatik. Gejala yang timbul akibat penyakit gonorrhoe adalah sebagai berikut:

  1. Pada wanita
    1. Keputihan kental berwarna kekuningan
    2. Rasa nyeri di rongga pinggul
    3. Nyeri saat kencing
    4. Dapat juga tanpa gejala
  2. Pada laki-laki
  3. Rasa nyeri pada saat kencing
  4. Keluarnya nanah kental kuningkehijauan
  5. Ujung penis agak merah dan bengkak

Pemeriksaan

  1. Pemeriksaan Gram dengan menggunakan sediaan langsung dari duh uretra memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi terutama pada duh uretra pria, sedangkan duh endoserviks memiliki sensitivitas yang tidak begitu tinggi. Pemeriksaan ini akan menunjukkan N.gonorrhoeae yang merupakan bakteri gram negatif dan dapat ditemukan baik di dalam maupun luar sel leukosit.
  2. Kultur untuk bakteri N.gonorrhoeae umumnya dilakukan pada media pertumbuhan Thayer-Martin yang mengandung vankomisin untuk menekan pertumbuhan kuman gram positif dan kolimestat untuk menekan pertumbuhan bakteri negatif-gram dan nistatin untuk menekan pertumbuhan jamur. Pemeriksaan kultur ini merupakan pemeriksaan dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, sehingga sangat dianjurkan dilakukan terutama pada pasien wanita.
  3. Tes defenitif: dimana pada tes oksidasi akan ditemukan semua Neisseria akanmengoksidasi dan mengubah warna koloni yang semula bening menjadi merah muda hingga merah lembayung. Sedangkan dengan tes fermentasi dapat dibedakan N.gonorrhoeae yang hanya dapat meragikan glukosa saja.
  1. Tes beta-laktamase: tes ini menggunakan cefinase TM disc dan akan tampak perubahan warna koloni dari kuning menjadi merah.
  2. Tes Thomson: tes ini dilakukan dengan menampung urine setelah bangun pagi ke dalam 2 gelas dan tidak boleh menahan kencing dari gelas pertama ke gelas kedua. Hasil dinyatakan positif jika gelas pertama tampak keruh sedangkan gelas kedua tampak jernih

 

Pencegahan gonorrhoe

  1. Tidak melakukan hubungan seksual baik vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi.
  2. Anak-anak muda diberi penerangan mengenai bahaya penyakit kelamin dan cara bagaimana mencegah penyakit tersebut.
  3. Menggunakan kondom untuk mengurangi resiko penularan
  4. Hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai.
  5. Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk di tempat umum
  6. Segera obati bila ada keluhan

 

  1. Pengobatan gonorrhoe

Pada pengobatan yang perlu diperhatikan adalah efektivitas, harga dan sedikit efek toksiknya. Pilihan utama ialah penisilin + probenesid

Macam-macam obat secara umum yang dapat dipakai antara lain:

  1. Penisilin, yang efektif ialah penisilin G prokain akua. Dosis 4,8 juta unit + 1 gram probenesid.
  2. Ampisilin dan amoksisilin: Ampisilin dosisnya ialah 3,5 gram + 1 gram probenesid, dan amoksisilin 3 gram + 1 gram probenesid.
  3. Sefalosporin: Ceftriaxone (generasi ke-3): cukup efektif dengan dosis 250 mg secara suntikan intramuskular.

Pada wanita hamil tidak dapat diberikan obat golongan kuinolon dan tetrasiklin.Yang direkomendasikan adalah pemberian obat golongan sefalosporin (Seftriakson 250 mg IM sebagai dosis tunggal).Jika wanita hamil alergi terhadap penisilin atau sefalosporin tidak dapat ditoleransi sebaiknya diberikan Spektinomisin 2 gr IM sebagai dosis tunggal. Pada wanita hamil juga dapat diberikan Amoksisilin 2 gr atau 3 gr oral dengan tambahan probenesid 1 gr oralsebagai dosis tunggal yang diberikan saat isolasi N. gonorrhoeae yang sensitive terhadap penisilin. Amoksisilin direkomendasikan unutk pengobatan jika disertai infeksi C. trachomatis.

 

  1. Dampak gonorrhoe pada kehamilan

Memberikan infeksi kepada bayinya saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan seperti:

  1. Terjadi kebutaan pada bayi, namun sekarang untuk mencegah kebutaan semua bayi yang lahirbiasanya diberi tetesan mata untuk pengobatan gonorrhoe
  2. Pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah
  3. Penyakit sistemik seperti meningitis dan arthritis sepsis pada bayi yang terinfeksi pada proses persalinan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s